Jayapura, Jubi – Kamp penulisan lagu perdana SongHub dimulai di Honiara pada pekan lalu. Program ini mengolaborasi kreativitas dengan pembelajaran budaya untuk menyatukan komunitas penulis lagu di Kepulauan Solomon.
Songhub merupakan besutan Australasian Performing Right Association Limited (APRA) dan Australasian Mechanical Copyright Owners Society (AMCOS). Mereka bermitra dengan Komisi Tinggi Inggris di Honiara dan didukung British Council New Zealand serta The Pacific dan Dreamcast.
Mengutip Solomonstarnews.com, Rabu (27/11/2024) program selama sepekan itu menghubungkan kekayaan sejarah, seni, dan budaya Kepulauan Solomon dengan komunitas penulis lagu lokal. Selain itu, mempromosikan pertukaran budaya antara Inggris dan Selandia Baru.
Natasha Beckman, Direktur British Council Aotearoa Selandia Baru dan Pasifik mengatakan Kastom Konnect SongHub merupakan kolaborasi menarik. Itu karena memacu kreativitas dalam pengolaborasian musik kontemporer dengan kesenian tradisional Kepulauan Solomon.
“Misi British Council ialah membina hubungan bermakna dalam budaya, dan SongHubs menjadi contoh sempurnanya. Ia menciptakan jembatan yang kuat antara seniman lintas batas dan tradisi,” kata Beckman.
SongHubs memberikan ruang kepada penulis dan kurator lagu untuk berinteraksi. Mereka juga dapat menggali inspirasi melalui berbagai sumber.
“Kepulauan Solomon memiliki beberapa seniman terbaik dan paling menarik di seluruh Pasifik. Kepulauan Solomon juga memiliki budaya serta adat istiadat yang kaya dan mendalam. Saya berharap kami dapat menghasilkan sesuatu [karya] yang luar biasa,” kata Thomas Coward, Komisaris Tinggi Inggris untuk Kepulauan Solomon dan Nauru.
SongHub juga menghubungkan para penulis lagu lokal dengan pakar industri musik untuk saling berbagi pengalaman. Umpan balik dari program ini diharapkan menyempurnakan pendekatan dalam kepenulisan lagu lintas budaya.

Konser di Jayapura
Musisi Solomon juga memiliki wadah untuk mengembangkan kemampuan musikal mereka, yakni Festival Napuan. Festival tersebut digelar setiap tahun di Honiara.
Sejumlah musikus Solomon pun kerap menggelar konser bersama sejawat mereka dari Australia, Jamaica, dan Amerika Serikat. Kelompok musik dari Solomon, DMP juga pernah tampil di Jayapura, Timika, dan Sorong.
Kelompok musik yang terkenal dengan lagu Balinda tersebut dijadwalkan tampil dalam 1st Annual CruiseMada Music Festival 2024. Mereka akan tampil bersama sesama musikus Solomon, Fiji, Papua Nugini, dan Amerika Serikat.
Kepulauan Solomon juga memiliki sebuah kelompok musik reggae legendaris, yakni Native Stoneage. Kelompok musik tersebut masih eksis sejak terbentuk pada 16 tahun lalu.
Band berbasiskan Malaita dari Fataleka Timur itu akan menggelar pertunjukan langsung selama dua hari di Galeri Seni pada akhir pekan ini. Pertunjukan tersebut untuk menggalang donasi bagi pengembangan Gereja South Seas Evangelical (SSEC) di Abuabue, sekaligus peluncuran album terbaru mereka.
Native Stoneage juga dijadwalkan menggelar pertunjukan di Vanuatu, setelah mereka menandatangani kerja sama dengan kelompok musik Naio. Penampilan di Vanuatu menjadi debut internasional bagi Native Stoneage. (*)











Discussion about this post