Jubi Papua
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
PRICING
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Pasifik

1 Mei jadi penentu nasib PM Manele dan batas kekuasaan pemerintah

April 24, 2026
Waktu Membaca: 3 mins read
0
Penulis: Dominggus A. Mampioper - Editor: Angela Flassy
Manele

Majelis yang terdiri dari tiga anggota, yaitu Hakim Howard Lawry (no 1 dari kiri ke kanan), Hakim Gina Nott, dan Hakim Gibbs Salika memberikan keterangan pers usai bersidang- Jubi/indephtsolomon.com.sb

Jayapura, Jubi–Setelah tiga pekan perdebatan hukum yang intens, perhatian nasional kini tertuju pada 1 Mei, saat Pengadilan Banding akan mengeluarkan putusan yang tidak hanya menentukan nasib politik Perdana Menteri Jeremiah Manele, tetapi juga membentuk masa depan hubungan antara eksekutif dan parlemen.

Setelah tiga minggu argumen hukum yang sengit, negara kini menantikan 1 Mei, ketika Pengadilan Banding akan mengeluarkan putusan yang berpotensi memengaruhi bukan hanya kasus ini, tetapi juga hubungan di masa depan antara pihak eksekutif dan parlemen. sebagaimana dilansir test.jubi.id dari indepthsolomons.com.sb, Jumat (24/4/2026),

RELATED POSTS

PBSI Papua Barat dorong Pengcab siapkan atlet hadapi event regional hingga nasional

Indigenous women lead cleanup of polluted ‘Women’s Forest’ in Jayapura

Seminar Examines Protection of Women and Child Victims under Indonesia’s New Criminal Code

Lebih dari itu, keputusan pada Jumat depan akan menentukan nasib politik langsung pemerintahan Perdana Menteri Jeremiah Manele sekaligus memperjelas batas konstitusional antara kekuasaan eksekutif dan akuntabilitas parlemen.

Sidang penutup disampaikan sore ini di hadapan majelis tiga hakim yang terdiri dari Hakim Howard Lawry, Hakim Gina Nott, dan Hakim Gibbs Salika.

Kebuntuan politik saat ini bermula ketika 19 anggota parlemen dari pemerintah—termasuk 12 menteri kabinet—secara dramatis membelot dari koalisi Manele dan bergabung dengan oposisi.

Perubahan tersebut langsung menggeser keseimbangan kekuasaan di parlemen yang beranggotakan 50 orang, memberi Koalisi Baru yang berpihak pada oposisi mayoritas kuat 28 berbanding 22.

Dengan dukungan mayoritas, Koalisi Baru segera menguji legitimasi pemerintah dengan mengajukan mosi tidak percaya terhadap Perdana Menteri Manele.

Sesuai hukum, mosi tersebut memerlukan masa pemberitahuan minimum sebelum dapat dibahas. Masa tersebut kini telah berakhir, sehingga mosi siap diajukan dan diputuskan di parlemen.

Namun hingga kini, parlemen belum juga bersidang.

Inti dari sengketa ini adalah pertanyaan konstitusional mendasar: apakah seorang perdana menteri dapat menunda pemanggilan parlemen setelah mosi tidak percaya telah memenuhi syarat?

Perdana Menteri Manele bersikeras bahwa ia memiliki kewenangan untuk memanggil parlemen pada waktu yang dipilihnya, dengan alasan akan dilakukan ketika “urusan pemerintah telah siap”.

Namun, Koalisi Baru berpendapat bahwa sikap tersebut secara efektif menghalangi parlemen menjalankan fungsi konstitusionalnya.

Perselisihan ini memicu gugatan hukum, yang kemudian berkembang menjadi pertarungan konstitusional besar di Pengadilan Tinggi selama tiga minggu terakhir.

Putusan Penting

Dalam putusan penting pekan lalu, Ketua Mahkamah Agung Sir Albert Palmer menolak posisi pemerintah dan menyatakan bahwa penundaan sidang parlemen dalam situasi seperti ini adalah inkonstitusional.

Ia menegaskan bahwa setelah mosi tidak percaya memenuhi syarat, Perdana Menteri memiliki kewajiban konstitusional yang jelas untuk memastikan parlemen bersidang “secepat mungkin”.

Setiap penundaan dinilai melanggar hukum karena menghambat mekanisme konstitusional untuk menguji dukungan mayoritas.

Putusan tersebut secara tegas menyisakan dua pilihan bagi Perdana Menteri: mengundurkan diri atau menghadapi parlemen.

Putusan itu juga memperingatkan bahwa jika kebuntuan terus berlanjut, Gubernur Jenderal dapat menggunakan kewenangan cadangan sebagai langkah terakhir untuk memulihkan proses parlemen.

Banding

Pemerintah, melalui Jaksa Agung John Muria Jnr, segera mengajukan banding ke Pengadilan Banding.

Muria berargumen bahwa Pengadilan Tinggi telah melampaui kewenangannya, dengan menyatakan bahwa lembaga peradilan tidak dapat memerintahkan Perdana Menteri untuk memanggil parlemen tanpa melanggar prinsip pemisahan kekuasaan.

Di sisi lain, pengacara Koalisi Baru menegaskan bahwa persoalan ini bukan sekadar diskresi politik, melainkan kewajiban konstitusional.

Pengacara Gabriel Suri menyatakan bahwa mosi tidak percaya bukanlah “urusan pemerintah”, melainkan proses konstitusional yang harus diprioritaskan di atas segalanya.

Ia juga memperingatkan bahwa memberi ruang bagi Perdana Menteri untuk menunda sidang parlemen sama saja dengan membuka peluang untuk menghindari akuntabilitas.

Dengan sidang yang kini telah selesai, Pengadilan Banding menghadapi pertanyaan konstitusional krusial: apakah Perdana Menteri memiliki kebebasan menentukan waktu sidang parlemen, atau secara hukum wajib bertindak setelah mosi tidak percaya memenuhi syarat?

Negara Menanti

Minat publik terhadap kasus ini sangat tinggi, dengan perdebatan luas di media sosial maupun arus utama sejak gelombang pembelotan pada Maret lalu.

Bagi banyak warga Kepulauan Solomon, hasil putusan ini tidak hanya akan menentukan siapa yang memerintah, tetapi juga bagaimana institusi demokrasi negara tersebut berfungsi di tengah tekanan.

Di luar Pengadilan Tinggi hari ini, para pengacara dari kedua pihak menyatakan lega bahwa sidang telah berakhir, dan seperti masyarakat luas, kini menantikan putusan penting pada Jumat depan. (*)

ShareTweetSendShareShare
Angela Flassy

Angela Flassy

Related Posts

UPNG
Pasifik

Mahasiswa kedokteran UPNG gelar pameran karier

April 25, 2026
menganyam
Pasifik

Menganyam untuk hidup

April 25, 2026
BBM
Pasifik

Menkeu Kepulauan Marshall memperingatkan tentang stok pasokan BBM

April 25, 2026
Kanaky
Pasifik

Perjalanan berkelanjutan Kaledonia Baru menuju penentuan nasib sendiri

April 25, 2026
MoU
Pasifik

Papua Nugini dan AS tandatangani MoU kesehatan

April 24, 2026
regional
Pasifik

Kerja sama regional kunci tata kelola laut di KTT Melanesian Ocean Summit

April 24, 2026

Discussion about this post

Recommended Stories

PUPR Manokwari

PUPR Manokwari alokasikan Rp9 miliar bangun jalan di Distrik Mokwam

January 17, 2024
Kasus Kredit Fiktif Bank Papua

Perkara 3 tersangka kasus kredit fiktif Bank Papua segera disidangkan

September 21, 2023
kereta

Berburu tiket kereta mudik Tahun Baru Imlek di China

December 26, 2022

Popular Stories

  • Pesta Babi

    ‘Pesta Babi’ di Yogyakarta, membuka mata publik melihat persoalan Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Indonesia Raya : Ketika lagu kebangsaan menjadi luka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tokoh Gereja dan Pimpinan Mahasiswa Tolikara Kecam Pernyataan Pangdam XVII Cenderawasih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PAHAM Papua desak Komnas HAM RI dan panglima TNI gerak cepat sikapi video penyiksaan warga sipil di Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Panglima WPA tegaskan Indonesia harus hargai OAP, jika tidak perang total!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Jubi Papua

We bring you the best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc. Visit our landing page to see all features & demos.

LEARN MORE »

Recent Posts

  • PBSI Papua Barat dorong Pengcab siapkan atlet hadapi event regional hingga nasional
  • Indigenous women lead cleanup of polluted ‘Women’s Forest’ in Jayapura
  • Seminar Examines Protection of Women and Child Victims under Indonesia’s New Criminal Code

Categories

  • 2007
  • Advertorial
  • Animha
  • Bali NTT
  • Berita Papua
  • Bomberai
  • Domberai
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Features
  • Headline
  • Indepth Story
  • Infografis
  • Jayapura Membangun
  • Kabupaten Jayapura
  • Kabupaten Jayawijaya
  • Kabupaten Merauke
  • KMAN VI
  • Lapago
  • Lingkungan
  • Majelis Rakyat Papua
  • Mamta
  • Mappi
  • Meepago
  • Memilih untuk Indonesia
  • Menyapa Nusantara
  • Nasional & Internasional
  • Nusa
  • Olahraga
  • Opini
  • Pacnews
  • Papua
  • Papua Tengah
  • Pasifik
  • Pemilu
  • Penkes
  • Perempuan dan Anak
  • Polhukam
  • Provinsi Papua
  • Rilis Pers
  • Saireri
  • Seni & Budaya
  • Tanah Papua
  • Uncategorized

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara