Jubi Papua
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
PRICING
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Pasifik

Menganyam untuk hidup

April 25, 2026
Waktu Membaca: 2 mins read
0
Penulis: Dominggus A. Mampioper - Editor: Angela Flassy
menganyam

Mama Ema Naqele sedang membuat tikar di rumahnya di Kampung Nubumakita, Ra- Jubi/fijitimes.com.fj

Jayapura,Jubi-Tanganmama Ema Naqele bergerak cepat, lincah, cekatan dan percaya diri di atas voivoi (pandan kering), setiap helai ditarik dan ditekan ke tempatnya dengan mudah berkat pengalaman puluhan tahun. Ia belajar dari orangtua dulu, yang sejak lama mewariskan pengetahuan mengolah daun mengeringkan dan menganyam jadi tikar.

Apa yang biasanya orang lain menganyam tikar, membutuhkan waktu berbulan-bulan,tetapi  dia bisa menyelesaikannya hanya dalam hitungan hari. Demikian dikutip test.jubi.id dari www.fijitimes.com.fj, Sabtu (25/4/2026)

RELATED POSTS

Mahasiswa kedokteran UPNG gelar pameran karier

Papua Nugini dan AS tandatangani MoU kesehatan

AS adalah mitra strategis utama Papua Nugini

Mama Ema Naqele berasal dari Desa Nasukamai di Ra, Fiji memiliki hubungan keibuan dengan Nukulau, Ema menikah di Desa Nubumakita dan menetap sejak 1989.

Di usia 61 tahun, ia adalah ibu dari empat anak dan seorang wanita yang dihormati di Nubumakita.

Tak lama setelah pernikahannya, ia terjun ke dunia kepemimpinan sebagai kepala Soqosoqo ni Marama (klub wanita), sebuah peran yang diembannya secara berkala selama 20 tahun.

“Untuk satu bongkah kelapa, saya bisa menyelesaikannya dalam dua atau tiga hari jika saya fokus menyelesaikannya,” katanya.

Kecepatan dan keahliannya mencerminkan dedikasinya seumur hidup untuk menenun, menganyam, sebuah seni yang kini menghidupi keluarganya dan memperkuat perannya di masyarakat.

Saat ini, fokusnya telah beralih ke keluarganya dan kegiatan menenunnya.

“Sumber penghasilan utama saya adalah menjual tikar. Sebagian besar waktu saya mendapat pesanan untuk satu set tikar (vivivi),” katanya seraya menambahkan bahwa tikar-tikar ini sangat penting untuk upacara dan acara tradisional di Fiji.

Bulan lalu saja, dia telah menyelesaikan sebuah karya vivivi senilai $600 (Rp4,6 juta) dan dia sudah mengerjakan pesanan lain yang nilainya mencapai $700 (Rp5,4juta).

Dia mengaku dalam menganyam dan menenun tidak dikerjakan sendirian. “Keponakan saya juga sering bekerja bersama,” katanya seraya menambahkan jika banyak pesanan sudah tentu keponakan akan membantu sehingga semua pesanan bisa terpenuhi sesuai waktu.

Terlepas dari tuntutan pekerjaannya, Ema memastikan bahwa tanggung jawab rumah tangga tetap menjadi prioritas utama.

“Sebelum menenun, kami memastikan semua pekerjaan rumah sudah selesai.”katanya.

Pekerjaannya bukan hanya sekadar memberikan penghasilan. Pekerjaan itu juga menopang kewajibannya kepada keluarga, komunitas (vanua), dan gereja.

Hasil jualan tikar ini kata dia telah juga membantu membiayai pendidikan anak bungsunya.

“Sebagian besar uang yang saya hasilkan juga dialokasikan untuk pendidikan anak bungsu saya,” katanya.

Anak bungsunya, yang berusia 21 tahun, sedang menjalani pelatihan untuk menjadi guru di Fulton Adventist University College.

Ema menanam voivoi miliknya sendiri, sehingga pekerjaannya menjadi berkelanjutan dan mandiri.

Selain menenun, dia juga mengelola kantin kecil dan dikenal karena keramahannya.

“Saya merasa diberkati ketika melayani orang-orang saat mereka berkunjung,” katanya.

Rumahnya sering digunakan sebagai akomodasi bagi pejabat pemerintah atau tamu yang berkunjung ke Nubumakita.

Sekarang, dia sedang menenun untuk acara keluarga penting, yaitu pelantikan Turaga ni Yavusa mereka.(*)

Tags: FijiPasifiktradisi menganyam
ShareTweetSendShareShare
Angela Flassy

Angela Flassy

Related Posts

UPNG
Pasifik

Mahasiswa kedokteran UPNG gelar pameran karier

April 25, 2026
BBM
Pasifik

Menkeu Kepulauan Marshall memperingatkan tentang stok pasokan BBM

April 25, 2026
Kanaky
Pasifik

Perjalanan berkelanjutan Kaledonia Baru menuju penentuan nasib sendiri

April 25, 2026
Manele
Pasifik

1 Mei jadi penentu nasib PM Manele dan batas kekuasaan pemerintah

April 24, 2026
MoU
Pasifik

Papua Nugini dan AS tandatangani MoU kesehatan

April 24, 2026
regional
Pasifik

Kerja sama regional kunci tata kelola laut di KTT Melanesian Ocean Summit

April 24, 2026

Discussion about this post

Recommended Stories

DOB

DOB berikan ruang OAP menduduki jabatan struktural

July 20, 2022
Yapen

Seleksi DPRK Kepulauan Yapen Mekanisme Pengangkatan diproses di tingkat distrik

October 6, 2024
keamanan

Keamanan berperan penting dalam pertumbuhan pariwisata

April 21, 2023

Popular Stories

  • Pesta Babi

    ‘Pesta Babi’ di Yogyakarta, membuka mata publik melihat persoalan Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Indonesia Raya : Ketika lagu kebangsaan menjadi luka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tokoh Gereja dan Pimpinan Mahasiswa Tolikara Kecam Pernyataan Pangdam XVII Cenderawasih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PAHAM Papua desak Komnas HAM RI dan panglima TNI gerak cepat sikapi video penyiksaan warga sipil di Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Panglima WPA tegaskan Indonesia harus hargai OAP, jika tidak perang total!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Jubi Papua

We bring you the best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc. Visit our landing page to see all features & demos.

LEARN MORE »

Recent Posts

  • PBSI Papua Barat dorong Pengcab siapkan atlet hadapi event regional hingga nasional
  • Indigenous women lead cleanup of polluted ‘Women’s Forest’ in Jayapura
  • Seminar Examines Protection of Women and Child Victims under Indonesia’s New Criminal Code

Categories

  • 2007
  • Advertorial
  • Animha
  • Bali NTT
  • Berita Papua
  • Bomberai
  • Domberai
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Features
  • Headline
  • Indepth Story
  • Infografis
  • Jayapura Membangun
  • Kabupaten Jayapura
  • Kabupaten Jayawijaya
  • Kabupaten Merauke
  • KMAN VI
  • Lapago
  • Lingkungan
  • Majelis Rakyat Papua
  • Mamta
  • Mappi
  • Meepago
  • Memilih untuk Indonesia
  • Menyapa Nusantara
  • Nasional & Internasional
  • Nusa
  • Olahraga
  • Opini
  • Pacnews
  • Papua
  • Papua Tengah
  • Pasifik
  • Pemilu
  • Penkes
  • Perempuan dan Anak
  • Polhukam
  • Provinsi Papua
  • Rilis Pers
  • Saireri
  • Seni & Budaya
  • Tanah Papua
  • Uncategorized

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara