Nabire, Jubi – Bupati Intan Jaya, Papua Tengah, Aner Maisini mengatakan kebijakan efisiensi anggaran oleh pemerintah pusat ke daerah, menyebabkan pihaknya sulit memberikan subsidi penerbangan.
Padahal menurutnya, subsidi penerbangan sangat dibutuhkan untuk menekan mahalnya harga tiket pesawat bagi masyarakatnya yang hendak berangkat dari dan ke Intan Jaya.
Maisini mengatakan, salah satu tantangan pembangunan di wilayahnya adalah sulitnya akses transportasi. Intan Jaya hanya dapat dijangkau dengan pesawat berbadan kecil atau perintis. Akses jalan darat dengan kabupaten tetangga, Paniai belum tembus.
“Jalan darat tidak ada, transportasi udara yang biayanya mahal. [Kami] belum bisa bikin subsidi. Anggaran semua terpotong karena efisiensi anggaran. Kalau ada anggaran, kami akan lakukan subsidi dalam bentuk yang lain. [Mungkin] kontrak pesawat selama satu beberapa tahun, ini yang kita lagi pikir,” kata Aner Maisini di Nabire, ibu kota Papua Tengah, Sabtu (21/2/2026).
Menurut Maisini, pihakanya juga sudah bertemu Menteri Perhubungan dan Direktur bagian transportasi udara Kementerian Perhubungan, membahas bagaimana solusi mengatasi mahalnya biaya transportasi udara ke Intan Jaya.
Akan tetapi, yang menjadi kendala adalah pesawat yang melayani rute dari Intan Jaya ke kabupaten tetangga atau sebaliknya, merupakan pesawat komersil.
“Pesawat yang melayani di sini adalah pesawat komersial, bersifat bisnis sehingga agak susah untuk atur. Harga standar untuk tiket dari Nabire ke Intan Jaya, dari Timika ke Intan Jaya tinggi sekali. Sampai Rp2 juta hingga Rp3 juta perorang,” ucapnya.
Katanya, mahalnya biaya transportasi udara ke Intan Jaya berdampak pada mahalnya harga barang di wilayah itu. Kini salah satu cara yang diupayakan Pemkab Intan Jaya adalah merampungkan pembangunan jalan dari Paniai ke Intan Jaya.
Bupati Intan Jaya mengaku telah bertemu kepala balai jalan, Dinas Pekerjaan Umum atau PU Provinsi Papua Tengah, gubernur dan para pihak lainnya, agar penyelesaian akses jalan dari Paniai dapat didorong segera.
“Saya sebagai Bupati yang sudah menjaminkan untuk keamanan. Saya turun di Ugimba, ketemu ke KKB, turun Hitadipa, Bilogai. Saya bilang saya mau bangun, dan akses ini kan mereka juga mendukung,” ujarnya.
Maisini pun mendukung rencana Pemerintah Provinsi Papua Tengah memberikan subsidi penerbangan di delapan kabupaten di wilayah pemerintahannya.
Katanya, apabila subsidi penerbangan ini benar-benar dilaksanakan, akan bermanfaat bagi masyarakat untuk akses transportasi, terutama mereka di daerah yang aksesnya sulit.
“Dalam waktu dekat ini kita dapat juga subsidi Pemerintah provinsi Papua Tengah. Ada subsidi nasional juga, dengan harga Rp340 ribu,” kata Aner Maisini. (*)











Discussion about this post