Jubi Papua
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
PRICING
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Meepago

Warga Paniai desak penarikan pasukan nonorganik dari wilayah nonkonflik

October 31, 2025
Waktu Membaca: 2 mins read
0
Penulis: Larius Kogoya - Editor: Angela Flassy
Warga Paniai

Suasana aksi demo ratusan masyarakat sipil di Paniai menuntut penarikan militer di Paniai Papua Tengah pada Jumat (31/10/2025). Ist.

Nabire, Jubi –  Ratusan masyarakat sipil yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Anti Militer (KOMAM) Paniai menggelar demonstrasi menuntut penarikan pasukan militer nonorganik yang ditempatkan di sejumlah lokasi di Kabupaten Paniai, Papua Tengah, Jumat (31/10/2025). Mereka menilai Paniai bukan daerah konflik sehingga kehadiran militer tidak tepat. Aksi itu dilakukan dengan menyampaikan aspirasi dan tuntutan kepada Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Paniai.

Korlap Umum, Geitogo Gobai menjelaskan tepat pada selasa (28/10/2025) sekitar pukul 03.00 WP, masyarakat sipil Distrik Ekadide, Kabupaten Paniai dikagetkan dengan kedatangan ratusan anggotaMarinir  Angkatan Laut (AL) berseragam loreng dan bersenjata lengkap. Mereka secara sepihak , lalu mengambil alih di Puskesmas, kantor Distrik, dan pemukiman warga.

RELATED POSTS

Gubernur Meki Nawipa resmikan pesantren dan sambut berdirinya SMP-SMA Riyadhul Qur’an

Batik Air resmi beroperasi di Papua Tengah

Realisasi pendapat daerah Papua Tengah melampaui target

Tiga bulan lalu, tepatnya pada Agustus 2025, Paniai kedatangan Pasukan Rajawali yang kemudian menduduki di dusun-dusun, bukit kutik, rawa rawa hingga menduduki fasilitas publik seperti puskesmas, sekolah, gereja, serta pemukiman warga untuk dijadikan tempat tinggal mereka.

“Kondisi ini  betul-betul meresahkan warga sipil di Paniai. Seluruh aktivitas publik macet, sekolah yang tadinya aktif, kini tidak berjalan. Pelayanan Puskesmas tidak berjalan. Karena tenaga pendidikan dan tenaga kesehatan  ketakutan dan menghilang entah kemana, akibat masifnya pendoropan militer secara yang berlebihan memakai fasilitas umum,” katanya.

Geitogo Gobai mengatakan diduga sebagian tokoh-tokoh masyarakat  yang kritis dan peduli  terhadap kemanusian diteror dan diintimidasi,

“Caranya seperti ini artinya memperpanjangkan penderitaan, memelihara kemiskinan dan pembodohan, melindungi aktor kejahatan juga memperluas akses untuk melayani pencuri masuk untuk menguras sumber kehidupan dan kekayaan alam, lalu manusianya dibunuh,” katanya.

Mereka menyimpulkan bahwa pengerahan pasukan ke Paniai, tidak berniat baik  dan memperpanjang kejahatan kemanusian.

Gobai mengatakan aspirasi dan tuntutan masyarakat telah sampai dan diterima oleh DPRK Paniai. Masyarakat Paniai meminta Pemerintah Indonesia segera menarik satuan pasukan Marinir Angkat Laut (AL), satuan Pasukan Rajawali dari Distrik Ekadide, Agadide Paniai. Warga menolak tegas pengerahan pasukan organik dan nonorganik di Distrik Ekadide, Distrik Agadie,  Paniai dan Tanah Papua.

“Kami mengutuk dan mengecam keras  terhadap militer indonesia atas serangan teror, intimidasi verbal dan  nonverbal terhadap orang Paniai dan Papua,” ujarnya.

Gobai menambahkan KOMAM Paniai menolak TNI/POLRI menggunakan fasilitas publik seperti, puskesmas, sekolah dan gereja. Serta Mendesak kepada Presiden Prabowo Subianto untuk memerintahkan Menteri Pertahanan (Menhan), Sjafrie Sjamsoeddin untuk menarik seluruh pasukan TNI-POLRI dari Paniai dan Papua.

Ketua DPRK Paniai, Yanuarius Yumai membenarkan kedatangan masyarakat ke kantor DPRK dan menyampaikan aspirasi akibat pengerahan ratusan pasukan militer beberapa hari lalu di Distrik Ekadide Paniai. Pihaknya menerima aspirasi yang ditujukan kepada DPR.

“Intinya masyarakat minta TNI Marinir yang di dikirim di sejumlah distrik di Paniai, terutama di distrik Ekadide untuk ditarik kembali. Masyarakat merasa terganggu dan juga trauma dengan keberadaan aparat militer,” kata Yanuarius melalui telepon di Nabire.

Yanuarius Yumai mengatakan bahwa DPRK Paniai akan menindaklanjuti dengan tahapan-tahapan dan mekanisme yang ada di DPRK. Pihaknya akan mengupayakan dan membangun komunikasi dengan pihak militer untuk mencari jalan keluar. Apalagi aparat militer ini menempati fasilitas publik yang vital seperti Puskesmas dan sekolah.

“Nanti kita ambil langkah-langkah alternatif yang baik. Kalau kita memang ke sana berarti, akan sampaikan kepada pimpinan. Ini aspirasi rakyat jadi kita lakukan pertemuan-pertemuan lalu bicara. Mereka ada di distrik Ekadide bukan di pos sehingga akan bangun komunikasi supaya ada solusi,” ujarnya.(*)

Tags: Kabupaten PaniaiPengerahan TentaraProvinsi Papua Tengahseruan penarikan pasukan militer
ShareTweetSendShareShare
Arga Reysamputra

Arga Reysamputra

Related Posts

Pemuda katolik
Meepago

Papua Berdarah: Pemuda Katolik Papua Tengah nyalakan seribu lilin

April 24, 2026
Kabupaten Puncak
Meepago

Ketua DPRK Puncak: Masyarakat ingin investigasi terbuka dan independen

April 22, 2026
Warga Kembru
Meepago

Nasib warga tiga kampung di Puncak belum dapat dipastikan

April 19, 2026
Puncak
Meepago

Operasi militer di Puncak: Manusia hingga hewan ditembaki

April 19, 2026
Kabupaten Puncak
Meepago

Pimpinan gereja Katolik sesalkan tewasnya sembilan warga sipil di Puncak

April 18, 2026
Puncak
Meepago

Sembilan warga Puncak dilaporkan tewas tertembak saat operasi militer, salah satunya balita

April 18, 2026

Discussion about this post

Recommended Stories

SMK Negeri 3 Jayapura

Rayakan HUT ke-63, SMK Negeri 3 Jayapura ajak alumni “pulang” ke sekolah

March 18, 2025
Kepulauan Solomon

PM Kepulauan Solomon akui perusahaan Tiongkok dukungan layanan telekomunikasi di negaranya

May 2, 2025
Indonesia

Gubernur Jenderal Australia  berkunjung ke Indonesia

May 15, 2024

Popular Stories

  • Pesta Babi

    ‘Pesta Babi’ di Yogyakarta, membuka mata publik melihat persoalan Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Indonesia Raya : Ketika lagu kebangsaan menjadi luka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tokoh Gereja dan Pimpinan Mahasiswa Tolikara Kecam Pernyataan Pangdam XVII Cenderawasih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PAHAM Papua desak Komnas HAM RI dan panglima TNI gerak cepat sikapi video penyiksaan warga sipil di Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Panglima WPA tegaskan Indonesia harus hargai OAP, jika tidak perang total!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Jubi Papua

We bring you the best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc. Visit our landing page to see all features & demos.

LEARN MORE »

Recent Posts

  • PBSI Papua Barat dorong Pengcab siapkan atlet hadapi event regional hingga nasional
  • Indigenous women lead cleanup of polluted ‘Women’s Forest’ in Jayapura
  • Seminar Examines Protection of Women and Child Victims under Indonesia’s New Criminal Code

Categories

  • 2007
  • Advertorial
  • Animha
  • Bali NTT
  • Berita Papua
  • Bomberai
  • Domberai
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Features
  • Headline
  • Indepth Story
  • Infografis
  • Jayapura Membangun
  • Kabupaten Jayapura
  • Kabupaten Jayawijaya
  • Kabupaten Merauke
  • KMAN VI
  • Lapago
  • Lingkungan
  • Majelis Rakyat Papua
  • Mamta
  • Mappi
  • Meepago
  • Memilih untuk Indonesia
  • Menyapa Nusantara
  • Nasional & Internasional
  • Nusa
  • Olahraga
  • Opini
  • Pacnews
  • Papua
  • Papua Tengah
  • Pasifik
  • Pemilu
  • Penkes
  • Perempuan dan Anak
  • Polhukam
  • Provinsi Papua
  • Rilis Pers
  • Saireri
  • Seni & Budaya
  • Tanah Papua
  • Uncategorized

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara