Jubi Papua
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
PRICING
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Mamta

Setelah libur panjang, masih ada sekolah yang belum aktif belajar mengajar 

February 11, 2025
Waktu Membaca: 3 mins read
0
Penulis: Engel Wally - Editor: Aryo Wisanggeni G
Belajar

Ketua Komisi C DPR Kabupaten Jayapura, Muhammad Akbar saat menunjuk langit-langit ruang kelas SD Inpres Sawesuma yang tanpa plafon dalam kunjungan kerja Komisi C ke sana pada Senin (10/2/2025). - Jubi/Engel Wally

Sentani, Jubi – Setelah liburan panjang sejumlah hari besar keagamaan, masih ada sejumlah sekolah di Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua, yang belum melaksanakan kegiatan belajar mengajar.  Hal itu terungkap setelah Komisi C DPR Kabupaten Jayapura melakukan Kunjungan Kerja ke sejumlah sekolah di Wilayah pembangunan IV dan V Kabupaten Jayapura pada Senin (10/2/2025).

Kunjungan Kerja Komisi C DPR Kabupaten Jayapura itu dilakukan setelah masa reses. Kunjungan kerja itu dilakukan ini guna memastikan setiap sekolah menjalankan kegiatan belajar mengajar, serta mendata setiap kendala, hambatan, serta kemajuan pelayanan pendidikan di Kabupaten Jayapura.

RELATED POSTS

Orangtua murid keluhkan tidak maksimalnya aktivitas belajar di SDN Muaif

Guru Kepulauan Solomon yang menyalahgunakan dana dijatuhi hukuman

Puluhan guru di Kota Jayapura dibekali pembelajaran bahasa Skouw

Ketua Komisi C DPR Kabupaten Jayapura, Muhammad Akbar mengatakan selama monitoring itu sejumlah sekolah kedapatan tidak aktif menjalankan kegiatan belajar mengajar. “Seperti Sekolah Dasar di Nimbotong, Distrik Nimbokrang, [yang] berada di pinggir jalan, tetapi aktivitas belajar mengajar di sana tidak terlihat,” ujar Akbar di Sentani, Ibu Kota Kabupaten Jayapura, Selasa (11/2/2025).

Menurut Akbar, di sekolah itu hanya ada satu bangunan gedung sekolah. Saat dikunjungi Komisi C, hanya ada dua tenaga pegajar yang menemui para anggota Komisi C, dan tidak ada murid yang terlibat belajar di sekolah itu.

Menurut Akbar, hal serupa terjadi di SD Inpres Sawesuma, Distrik Unurumguay. Guru yang ditemui Komisi C di sana mengakui bahwa sejak liburan panjang berakhir belum ada aktivitas belajar mengajar di sana. Komisi C juga menerima informasi bahwa kepala sekolah dan guru sekolah itu masih berada di kota.

“Dalam monitoring itu, kami berharap menerima informasi yang detail terkait seluruh kebutuhan dan proses belajar mengajar di setiap sekolah,” ujarnya.

Menurut Akbar, ada sekolah yang halamannya sudah ditumbuhi rumput hingga setinggi betis orang dewasa. Selain itu, Komisi C juga menemukan ruang kelas yang hanya di isi dengan meja tanpa kursi.

Ada pula kelas yang benar-benar kosong tanpa meja dan kursi. Lemari yang ada di ruang kelas itu juga sudah rusak, dan plafon ruang kelas tergantung. Ruang kelas di sekolah tersebut bocor, bahkan ada kelas yang semua plafonnya telah hilang.

Meskipun telah mencatat sejumlah temuan, Akbar menyatakan pihaknya akan menggali informasi yang lebih lengkap. Semua temuan dicatat sebagai informasi awal.

“Kehadiran kami di sana juga tidak bisa memberikan solusi. Informasi awal yang kami terima dari salah satu staf atau guru honorer tidak bisa mewakili seluruh kebutuhan di sekolah itu,” katanya.

Infografis Sekolah Tidak Selenggarakan Aktivitas Belajar Mengajar

Menurut Akbar, ketidakhadiran guru di sejumlah sekolah terjadi karena ada sejumlah hak para guru yang belum dibayarkan. Akbar menyatakan Komisi C akan mendiskusikan semua temuan itu dengan dinas terkait, termasuk mencari solusi atas bangunan sekolah yang rusak, ketidakhadiran guru, serta proporsi jumlah guru dan murid yang tidak seimbang.

“[Ada] fasilitas pendidikan [yang] jaraknya [dari] rumah para siswa serta guru yang tidak normal atau kejauhan. Diperlukan pemahaman bersama tentang pentingnya pendidikan itu sendiri. Itu artinya bahwa pemerintah daerah wajib menyiapkan fasilitas penunjang transportasi bagi siswa sekolah yang rumahnya jauh dari sekolah,” ujarnya.

Akbar juga berharap agar dinas terkait meningkatkan pengawasan serta pelayanannya, termasuk dengan mendatangi setiap satuan pendidikan di Kabupaten Jayapura. “Hak-hak guru wajib diperhatikan oleh negara, tetapi juga hak dan kewajiban harus seimbang,” katanya.

Kepala Sekolah SD Negeri Nimbotong, Sopia Sanuel mengaku ketidakhadiran murid di sekolah yang dipimpinnya adalah dampak dari absennya sejumlah guru. Ia menjelaskan para guru itu absen karena belum menerima pembayaran remunerasi atau hak mereka.

Sopia menjelaskan sebenarnya kegiatan belajar mengajar di SD Negeri Nimbotong sudah dimulai sejak 3 Februari 2025. Akan tetapi, sejumlah murid yang datang ke sekolah hanya tinggal sebentar, dan kembali pulang.

“Guru yang berstatus pegawai negeri ada tiga orang, [guru berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja atau] P3K ada tiga orang. [Guru] kontrak satu orang, dan [guru] honorer satu orang. Jumlah siswa di sekolah ini ada 95 orang, dengan enam rombongan belajar,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan Fransiska Bairas, salah satu guru kontrak di SD Inpres Sawesuma, Distrik Unurumguay. Bairas mengakui jika kondisi fasilitas penunjang di sekolah itu sangat memprihatinkan. Selain itu, jarak sekolah itu dari rumah para murid sangat jauh.

“Sebagian besar siswa tinggal di kampung tetangga, seperti Kampung Guriad dan kampung-kampung yang jauh dari sekolah. Ada enam rombongan belajar [di sekolah kami], dengan jumlah siswa sebanyak 99 orang. Guru pegawai negeri ada lima orang, dan guru kontrak dua orang,” ujarnya. (*)

Tags: aktivitas belajar mengajargurusekolah
ShareTweetSendShareShare
Aryo Wisanggeni

Aryo Wisanggeni

Related Posts

Lingkungan Perumahan
Mamta

Perumahan tak ramah lingkungan, bupati Jayapura panggil ratusan pengembang

April 25, 2026
Sampah Sisa makanan
Lingkungan

Sampah sisa makanan berdampak lebih kuat terhadap pemanasan global

April 25, 2026
Sampah
Mamta

Sisa makanan penyumbang sampah terbesar di Kabupaten Jayapura

April 24, 2026
Komunitas IBAYAUW
Lingkungan

Komunitas IBAYAUW bersihkan kawasan Hutan Perempuan

April 24, 2026
Yahamak
Mamta

Yahamak tunjuk Yakolina Kwalik sebagai direktur

April 22, 2026
Ulayat
Mamta

Sekolah dipalang pemilik ulayat, proses belajar di SDN Inpres Harapan terganggu

April 21, 2026

Discussion about this post

Recommended Stories

PUPR Manokwari

PUPR Manokwari alokasikan Rp9 miliar bangun jalan di Distrik Mokwam

January 17, 2024
Kasus Kredit Fiktif Bank Papua

Perkara 3 tersangka kasus kredit fiktif Bank Papua segera disidangkan

September 21, 2023
kereta

Berburu tiket kereta mudik Tahun Baru Imlek di China

December 26, 2022

Popular Stories

  • Pesta Babi

    ‘Pesta Babi’ di Yogyakarta, membuka mata publik melihat persoalan Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Indonesia Raya : Ketika lagu kebangsaan menjadi luka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tokoh Gereja dan Pimpinan Mahasiswa Tolikara Kecam Pernyataan Pangdam XVII Cenderawasih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PAHAM Papua desak Komnas HAM RI dan panglima TNI gerak cepat sikapi video penyiksaan warga sipil di Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Panglima WPA tegaskan Indonesia harus hargai OAP, jika tidak perang total!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Jubi Papua

We bring you the best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc. Visit our landing page to see all features & demos.

LEARN MORE »

Recent Posts

  • PBSI Papua Barat dorong Pengcab siapkan atlet hadapi event regional hingga nasional
  • Indigenous women lead cleanup of polluted ‘Women’s Forest’ in Jayapura
  • Seminar Examines Protection of Women and Child Victims under Indonesia’s New Criminal Code

Categories

  • 2007
  • Advertorial
  • Animha
  • Bali NTT
  • Berita Papua
  • Bomberai
  • Domberai
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Features
  • Headline
  • Indepth Story
  • Infografis
  • Jayapura Membangun
  • Kabupaten Jayapura
  • Kabupaten Jayawijaya
  • Kabupaten Merauke
  • KMAN VI
  • Lapago
  • Lingkungan
  • Majelis Rakyat Papua
  • Mamta
  • Mappi
  • Meepago
  • Memilih untuk Indonesia
  • Menyapa Nusantara
  • Nasional & Internasional
  • Nusa
  • Olahraga
  • Opini
  • Pacnews
  • Papua
  • Papua Tengah
  • Pasifik
  • Pemilu
  • Penkes
  • Perempuan dan Anak
  • Polhukam
  • Provinsi Papua
  • Rilis Pers
  • Saireri
  • Seni & Budaya
  • Tanah Papua
  • Uncategorized

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara