Jubi Papua
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
PRICING
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Mamta

Puncak peringatan 16 HAKTP di Jayapura diisi diskusi

December 10, 2025
Waktu Membaca: 2 mins read
0
Penulis: Aida Ulim - Editor: Arjuna Pademme
16 HAKTP

Diskusi puncak peringatan HAKTP 10 Desember 2025, di Kota Jayapura, Papua Rabu (10/12/2025).-Jubi/Aida Ulim

Jayapura, Jubi- Koalisi 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan (HAKTP) di Jayapura, Papua menggelar diskusi pada puncak peringatan HAKTP, Rabu (10/12/2025). Diskusi yang diselenggarakan di Kota Jayapura itu mengusung tema “Kami Tidak Diam dan Kami Melawan.”

Koordinator Koalisi 16 HAKTP di Jayapura, Novita Opki mengatakan ini adalah ruang bersama, karena dalam rangkaian 16 HKTP, dijadikan ruang perjuangan khususnya bagi perempuan.

RELATED POSTS

Jayapura Civil Registry Office updates Population Data, focuses on Indigenous Papuans

Jaringan internet dan telepon di Jayapura terganggu selama lima jam

Restoran hotel di Jayapura ramai pengunjung selama Ramadan

“Juga bagi kelompok-kelompok yang terus mengalami penindasan akibat konstruksi sosial dan struktur yang mempertahankan kekerasan,” kata Novita Opki.

Ia mengatakan, momentum ini juga mengingat berbagai persoalan yang dialami perempuan Papua, sejak awal Papua dimasukkan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan hingga kini, pola-pola kekerasan yang dialami perempuan Papua masih sama.

“Kita sebagai perempuan Papua masih hidup dalam trauma, dalam ketakutan, dan kita melihat sejak tahun 2018 eskalasi konflik meningkat tajam,” ucapnya.

Katanya, pemindahan masyarakat ke daerah-daerah yang menjadi wilayah konflik juga semakin sering terjadi, dan solusi yang diberikan negara justru tidak menyelesaikan akar masalah.

Menurutnya, di wilayah konflik itulah kelompok yang paling merasakan dampaknya adalah perempuan. Karena itu, tema yang Koalisi 16 HKTP tahun ini adalah “Kami Tidak Diam dan Kami Melawan.”

Yang bermakna melawan segala bentuk penindasan, baik struktural maupun kultural yang terus menekan perempuan Papua, yang hidup dalam konstruksi sosial patriarkis, terus dipinggirkan, dan diupayakan untuk disingkirkan melalui berbagai bentuk kekerasan.

Momentun ini pun menjadi ruang bersama, ruang perjuangan. Bukan hanya perjuangan perempuan, tetapi perjuangan seluruh kelompok tertindas agar dapat mengambil bagian untuk menyuarakan masalah dan situasi yang terjadi di Tanah Papua.

“Saya mengajak kawan-kawan untuk terus merawat ingatan kita, terus melawan situasi yang membungkam kita dalam gelombang penindasan, serta terus menjaga tanah, bangsa, dan generasi,” ujarnya.

Sementara itu, Denis Samay dari Lembaga Pengkajian Pemberdayaan Perempuan dan Anak Papua atau LP3AP yang hadir sebagai pembicara dalam diskusi itu mengatakan, kekerasan kultural muncul dari nilai dan norma yang menempatkan lak-laki sebagai pihak yang dominan terhadap perempuan.

Norma-norma tersebut memunculkan kekerasan nyata seperti kekerasan dalam rumah tangga maupun seksual.

“Kekerasan menyebabkan cedera, kematian gangguan psikologis, sehingga jika terjadi kesenjangan, maka disitu terjadi kekerasan,” kata Samay.

Katanya, kekerasan yang sifatnya kultural itu misalnya adanya ketidakadilan, akses yang tidak merata sementara yang kultural itu misalnya adanya nilai-nilai norma yang mengatakan laki-laki itu lebih superior daripada perempuan, menjadi pemimpin dan menguasai perempuan.

“Nah, ini kekerasan sifatnya kultural dan itu nanti akan berimplikasi, Kenapa bisa disebut kekerasan Karena ada implikasi kepada kekerasan yang sifatnya terlihat mematikan. Atau yang manifestasi dari kekerasan deadly. Yang norma-norma ini merupakan kekerasan yang sifatnya terpendam, Karena dia berbeda di dalam struktur usia maupun struktur badan,” ucapnya. (*)

Tags: 16 HAKTPJayapuraKoalisi 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan
ShareTweetSendShareShare
Arga Reysamputra

Arga Reysamputra

Related Posts

Hak Perempuan dan Anak
Perempuan dan Anak

Hak perempuan dan anak korban kekerasan dibahas dalam seminar KUHP

April 25, 2026
Lingkungan Perumahan
Mamta

Perumahan tak ramah lingkungan, bupati Jayapura panggil ratusan pengembang

April 25, 2026
Sampah Sisa makanan
Lingkungan

Sampah sisa makanan berdampak lebih kuat terhadap pemanasan global

April 25, 2026
Sampah
Mamta

Sisa makanan penyumbang sampah terbesar di Kabupaten Jayapura

April 24, 2026
Komunitas IBAYAUW
Lingkungan

Komunitas IBAYAUW bersihkan kawasan Hutan Perempuan

April 24, 2026
Suara Perempuan Papua Bersatu
Perempuan dan Anak

Ada perubahan cara pandang terhadap perempuan di Tanah Papua

April 24, 2026

Discussion about this post

Recommended Stories

DOB

DOB berikan ruang OAP menduduki jabatan struktural

July 20, 2022
Yapen

Seleksi DPRK Kepulauan Yapen Mekanisme Pengangkatan diproses di tingkat distrik

October 6, 2024
keamanan

Keamanan berperan penting dalam pertumbuhan pariwisata

April 21, 2023

Popular Stories

  • Pesta Babi

    ‘Pesta Babi’ di Yogyakarta, membuka mata publik melihat persoalan Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Indonesia Raya : Ketika lagu kebangsaan menjadi luka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tokoh Gereja dan Pimpinan Mahasiswa Tolikara Kecam Pernyataan Pangdam XVII Cenderawasih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PAHAM Papua desak Komnas HAM RI dan panglima TNI gerak cepat sikapi video penyiksaan warga sipil di Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Panglima WPA tegaskan Indonesia harus hargai OAP, jika tidak perang total!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Jubi Papua

We bring you the best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc. Visit our landing page to see all features & demos.

LEARN MORE »

Recent Posts

  • PBSI Papua Barat dorong Pengcab siapkan atlet hadapi event regional hingga nasional
  • Indigenous women lead cleanup of polluted ‘Women’s Forest’ in Jayapura
  • Seminar Examines Protection of Women and Child Victims under Indonesia’s New Criminal Code

Categories

  • 2007
  • Advertorial
  • Animha
  • Bali NTT
  • Berita Papua
  • Bomberai
  • Domberai
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Features
  • Headline
  • Indepth Story
  • Infografis
  • Jayapura Membangun
  • Kabupaten Jayapura
  • Kabupaten Jayawijaya
  • Kabupaten Merauke
  • KMAN VI
  • Lapago
  • Lingkungan
  • Majelis Rakyat Papua
  • Mamta
  • Mappi
  • Meepago
  • Memilih untuk Indonesia
  • Menyapa Nusantara
  • Nasional & Internasional
  • Nusa
  • Olahraga
  • Opini
  • Pacnews
  • Papua
  • Papua Tengah
  • Pasifik
  • Pemilu
  • Penkes
  • Perempuan dan Anak
  • Polhukam
  • Provinsi Papua
  • Rilis Pers
  • Saireri
  • Seni & Budaya
  • Tanah Papua
  • Uncategorized

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara