Jubi Papua
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
PRICING
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Mamta

Koalisi HAKTP: Perempuan Papua hidup dalam trauma turun temurun

December 9, 2025
Waktu Membaca: 2 mins read
0
Penulis: Aida Ulim - Editor: Arjuna Pademme
Koalisi 16 HAKTP

Jumpa pers terkait puncak peringatan 16 HAKTP, di Kota Jayapura, Papua Selasa (09/12/2025).-Jubi/Aida Ulim

Jayapura, Jubi – Koalisi 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan atau HAKTP di Kota Jayapura, Papua menyatakan perempuan Papua masih hidup dalam trauma turun temurun, atau trauma antargenerasi, dampak dari militerisasi yang terjadi sejak 1960-an.

Koordinator Koalisi 16 HAKTP di Jayapura, Novita Opki mengatakan menjelang puncak peringatan 16 HAKTP pada 10 Desember 2025, menjadi mometum penting mengingatkan publik bahwa perempuan Papua tidak hanya hidup dalam kekerasan sosial, juga kekerasan struktural yang muncul dari konflik berkepanjangan di Tanah Papua.

RELATED POSTS

Ada perubahan cara pandang terhadap perempuan di Tanah Papua

Negara didesak penuhi keadilan bagi perempuan terdampak konflik bersenjata

Perempuan Papua di antara kekerasan struktural dan konflik bersenjata

“Ruang aman bagi perempuan Papua baik yang tinggal di kota maupun di daerah konflik sangat sulit. Jalan bagi rentetan kekerasan yang terus terjadi, dan kehidupan perempuan Papua di wilayah konflik semakin tidak aman,” kata Novita Opki di Kota Jayapura, Selasa (9/12/2025).

Menurutnya, dampak militerisasi sejak era 1960-an hingga kini tidak banyak berubah. Perempuan korban pelanggaran HAM sejak 1961 menunjukkan pola kekerasan yang sama. Perempuan kehilangan ruang aman, mengalami kekerasan seksual, hingga terancam ketika berkebun.

“Kami, perempuan Papua, hidup dalam trauma yang diwariskan dari generasi ke generasi. Pola kekerasan tetap sama, hanya bentuknya yang berubah mengikuti zaman,” ucapnya.

Katanya, banyak perempuan menghadapi kekerasan langsung maupun tidak langsung, apalagi di daerah pengungsian yang minim akses layanan dasar. Sehingga Kekerasan berlapis menjadi pengalaman berulang bagi perempuan Papua.

Negara dinilai lalai melindungi warga sipil perempuan, dan akses keadilan bagi perempuan korban masih sangat terbatas. Aparat penegak hukum pun dianggap kurang sensitif pada isu perempuan.

Untuk itulah perempuan Papua akan terus melawan bentuk kekerasan, baik untuk diri sendiri, generasi muda, maupun masa depan.

Sementara itu, aktivis Jaringan HAM Perempuan Papua, Fien Jarangga  mengapresiasi upaya generasi muda yang terus melanjutkan kampanye 16 HAKTP, meski ruang aman bagi perempuan Papua masih sangat terbatas.

“Di Papua, ruang aman bagi perempuan bahkan bagi orang Papua sangat sempit,” kata Fien Jarangga.

Katanya, momentum ini penting untuk mengingatkan bahwa perempuan dan semua masyarakat berhak mendapatkan ruang seluas-luasnya untuk berbicara, sebab pada 1980 hingga 1990-an, kampanye anti kekerasan terhadap perempuan hanya dikenal di kalangan aktivis NGO, dengan ruang yang sangat kecil.

“Kini kampanye kembali bangkit meskipun situasi politik dan keamanan di Papua sering kali membuat ruang perjuangan semakin sempit,” ucapnya.

Menurutnya, kampanye 16 HAKTP harus dimaknai bukan sekadar perayaan tahunan, tetapi momentum memperjuangkan hak-hak sipil, pendidikan, kesehatan, serta ruang hidup perempuan Papua.

Momentum ini pun tidak hanya memperingati sejarah, tetapi melanjutkan perjuangan yang sudah aktivis perempuan dan pejuang HAM Papua yang telah tiada.

“Kami ingin sampaikan bahwa kami masih ada. Apa yang para pejuang lakukan dulu akan terus kami lanjutkan sampai kami mendapatkan keadilan dan ruang aman yang layak bagi perempuan Papua,” kata Novita,” ujarnya. (*)

Tags: Koalisi 16 HAKTPperempuan papua
ShareTweetSendShareShare
Arga Reysamputra

Arga Reysamputra

Related Posts

Hak Perempuan dan Anak
Perempuan dan Anak

Hak perempuan dan anak korban kekerasan dibahas dalam seminar KUHP

April 25, 2026
Lingkungan Perumahan
Mamta

Perumahan tak ramah lingkungan, bupati Jayapura panggil ratusan pengembang

April 25, 2026
Sampah Sisa makanan
Lingkungan

Sampah sisa makanan berdampak lebih kuat terhadap pemanasan global

April 25, 2026
Sampah
Mamta

Sisa makanan penyumbang sampah terbesar di Kabupaten Jayapura

April 24, 2026
Komunitas IBAYAUW
Lingkungan

Komunitas IBAYAUW bersihkan kawasan Hutan Perempuan

April 24, 2026
Suara Perempuan Papua Bersatu
Perempuan dan Anak

Ada perubahan cara pandang terhadap perempuan di Tanah Papua

April 24, 2026

Discussion about this post

Recommended Stories

DOB

DOB berikan ruang OAP menduduki jabatan struktural

July 20, 2022
Yapen

Seleksi DPRK Kepulauan Yapen Mekanisme Pengangkatan diproses di tingkat distrik

October 6, 2024
keamanan

Keamanan berperan penting dalam pertumbuhan pariwisata

April 21, 2023

Popular Stories

  • Pesta Babi

    ‘Pesta Babi’ di Yogyakarta, membuka mata publik melihat persoalan Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Indonesia Raya : Ketika lagu kebangsaan menjadi luka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tokoh Gereja dan Pimpinan Mahasiswa Tolikara Kecam Pernyataan Pangdam XVII Cenderawasih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PAHAM Papua desak Komnas HAM RI dan panglima TNI gerak cepat sikapi video penyiksaan warga sipil di Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Panglima WPA tegaskan Indonesia harus hargai OAP, jika tidak perang total!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Jubi Papua

We bring you the best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc. Visit our landing page to see all features & demos.

LEARN MORE »

Recent Posts

  • PBSI Papua Barat dorong Pengcab siapkan atlet hadapi event regional hingga nasional
  • Indigenous women lead cleanup of polluted ‘Women’s Forest’ in Jayapura
  • Seminar Examines Protection of Women and Child Victims under Indonesia’s New Criminal Code

Categories

  • 2007
  • Advertorial
  • Animha
  • Bali NTT
  • Berita Papua
  • Bomberai
  • Domberai
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Features
  • Headline
  • Indepth Story
  • Infografis
  • Jayapura Membangun
  • Kabupaten Jayapura
  • Kabupaten Jayawijaya
  • Kabupaten Merauke
  • KMAN VI
  • Lapago
  • Lingkungan
  • Majelis Rakyat Papua
  • Mamta
  • Mappi
  • Meepago
  • Memilih untuk Indonesia
  • Menyapa Nusantara
  • Nasional & Internasional
  • Nusa
  • Olahraga
  • Opini
  • Pacnews
  • Papua
  • Papua Tengah
  • Pasifik
  • Pemilu
  • Penkes
  • Perempuan dan Anak
  • Polhukam
  • Provinsi Papua
  • Rilis Pers
  • Saireri
  • Seni & Budaya
  • Tanah Papua
  • Uncategorized

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara