Jubi Papua
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
PRICING
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Mamta

Pedagang kecil pesimistis ada perubahan, ‘Pilkada hanya numpang lewat saja’

December 16, 2024
Waktu Membaca: 6 mins read
0
Penulis: Engel Wally - Editor: Syofiardi
Pedagang

Dagangan penjual pinang dan buah matoa di depan Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Pasar Sabron Sari yang sedang menyelenggarakan pencoblosan Pilkada Kabupaten Jayapura 2024 pada 27 November 2024. – Jubi/Engel Wally

Sentani, Jubi – “Pilkada ini hanya numpang lewat saja, trada de pu pengaruh bagi kitong (tak ada punya pengaruh kepada kita) pedagang kecil yang hanya berjualan dengan beralaskan karung di pasar,” kata Costantina Demena, pedagang di Pasar Kampung Wanya, Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura.

Pernyataan kekecewaan Demene mirip dengan yang disampaikan sejumlah pedagang lokal di Kabupaten Jayapura kepada Jubi. Mereka menanti datangnya perubahan ekonomi keluarga dan kehidupan yang lebih baik dibandingkan saat ini, tapi mereka pesimistis pemimpin baru untuk lima tahun ke depan yang dilahirkan melalui Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) bisa mewujudkan itu.

RELATED POSTS

Geliat kopi ‘barista jalanan’ di Kota Jayapura

Dinas UMKM Papua Tengah dorong OAP jadi pelaku utama pembangunan ekonomi

KPU Kabupaten Jayapura mulai pleno rekapitulasi PSU pilgub Papua

Pilkada serentak 2024 salah satu peristiwa penting dalam sejarah demokrasi Indonesia, termasuk di Papua, terkhusus lagi di Kabupaten Jayapura. Melalui Pilkada, masyarakat memilih langsung para pemimpin daerah, baik gubernur maupun bupati dan wali kota, yang akan memegang kendali di setiap daerah.

Proses ini menjadi esensial dalam sistem demokrasi, sebab pemimpin yang terpilih akan menentukan arah pembangunan daerah selama lima tahun ke depan. Penyelenggaraan Pilkada serentak 2024 sungguh mahal dan menyedot anggaran daerah.

Pemerintah Kabupaten Jayapura telah menganggarkan Rp80 miliar melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2024 untuk Pilkada 2024. Anggaran terbesar diberikan kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Jayapura Rp55 miliar. Kemudian Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Rp20 miliar, dan Polri untuk pengamanan Rp5 miliar.

Infografis Dampak Ekonomi Pilkada Kab Jayapura

Bagaimana prosesnya? Apa saja yang menjadi perhatian penting dalam peristiwa lima tahunan tersebut, termasuk dampak ekonomi yang dirasakan para pedagang, pengusaha kecil dan masyarakat secara umum?

Tahapan Pilkada 2024 diluncurkan Pemkab Jayapura pada 15 Juni 2024 dengan acara seremonial yang dihadiri seluruh pihak yang berkompeten, seperti KPU Provinsi Papua, Bawaslu Papua, serta penyelenggara dan pengawas di tingkat Kabupaten Jayapura.

Seperti biasa, tahapan Pilkada diawali dengan sosialisasi, lalu pendaftaran bakal colon bupati dan wakil bupati ke partai politik (parpol) tingkat kabupaten. Parpol memproses para pendaftar hingga direkomendasikan sebagai pasangan calon (paslon) dan didaftarkan ke KPU Kabupaten Jayapura untuk diproses sebagai peserta Pilkada.

Setelah memproses, KPU Kabupaten Jayapura akhirnya memutuskan lima paslon sebagai peserta Pilkada Kabupaten Jayapura 2024. Kelimanya adalah pasangan Ted Mokay dan Pardi, Yunus Wonda dan Haris Yocku, Jan Jap Ormuserai dan Asrin Rantetasak, Jhon Manangsang dan Daniel Mebri, serta Alpius Toam dan Giri Wijayantoro.

Menuju hari pencoblosan 27 November 2024, kelima paslon mengikuti setiap tahapan, termasuk melakukan sosialisasi. Mereka berlomba mencari dan menarik perhatian masyarakatnya agar memilih mereka sebagai bupati dan wakil bupati.

Pilkada
Petugas TPS (Tempat Pemungutan Suara) memperlihatkan surat suara Pilkada Kabupaten Jayapura 2024. – Jubi/Engel Wally

Dalam tahapan sosialisasi, pertemuan tatap muka, dan kampanye terbuka, banyak hal dipersiapkan oleh setiap paslon untuk menarik simpatik pemilih, seperti pada setiap wilayah atau tempat yang akan mereka kunjungi. Pedagang lokal dan pengusaha UMKM di lokasi aktivitas dan transaksi perekonomian di tingkat bawah berlangsung juga menjadi target. Apalagi masyarakat di kampung-kampung yang merupakan basis suara bagi paslon yang berkompetisi.

Apakah dampak ekonomi yang diharapkan oleh masyarakat sebagai pelaku usaha mikro di tingkat bawah benar-benar terwujud atau tidak sama sekali? Hal ini tentu kembali kepada kebutuhan yang diperlukan masing-masing paslon melalui tim sukses mereka yang mempersiapkan segala hal dalam melaksanakan tahapan sosialisasi.

Tidak memberikan manfaat signifikan

Akademisi Universitas Papua Dr Ir Agus Sumule menilai bahwa tahapan Pilkada 2024 yang diikuti para paslon atau kandidat sama sekali tidak memberikan manfaat yang signifikan bagi masyarakat lokal di daerah bersangkutan.

Hal ini, katanya, terjadi di seluruh Papua, kabupaten dan kota yang melaksanakan Pilkada serentak 2024.

Menurut Sumule, pengeluaran kandidat seperti dana untuk APK (Alat Peraga Kampanye), entah secara langsung dari dana sendiri maupun secara tidak langsung yang dibuat KPU, hampir tidak ada yang dibelanjakan kepada penduduk lokal.

“Bagi saya Pilkada hampir tidak memberikan manfaat ekonomi apa-apa kepada masyarakat setempat atau lokal,” ujarnya kepada Jubi di Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua melalui pesan singkat, Kamis (12/12/2024).

Tidak ada masyarakat setempat, kata Sumule, yang memiliki perusahaan percetakan yang bisa memperoleh keuntungan dari pencetakan APK. Atau sangat sedikit masyarakat setempat yang memiliki kendaraan yang bisa disewa aslon untuk keperluan memobilisasi penduduk untuk menghadiri kampanye.

Pilkada
Pedagang lokal menjual sayur-mayur di Pasar Kampung Wanya, Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura. – Jubi/Engel Wally

“Dalam pertemuan-pertemuan di tempat terbuka, tambahnya, masyarakat setempat paling hanya menjual pinang dan bahan natura lainnya, seperti buah-buahan. Kemudian menjual pernak-pernik kerajinan tangan seperti topi bulu kasuari atau noken dan tas-tas tangan berbahan kulit kayu, serta aksesori Papua lainnya. Sementara barang dagangan lain dijual warga pendatang.

“Jadi, kalau pertanyaannya adalah apakah ada pemasukan signifikan bagi OAP (Orang Asli Papua) di Jayapura atau juga di tempat-tempat lain di Papua, maka jawabannya adalah pendapatan yang mereka peroleh sangat kecil,” katanya.

Pelaku ekonomi di tingkat bawah, seperti Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), tentu berharap lebih dari momentum yang hanya lima tahunan sekali terjadi di Indonesia. Total ada 8.500 UMKM di Kabupaten Jayapura dan tentunya mustahil mereka mendapat bagian tambahan pundi-pundi dari helat Pilkada 2024.

Senada dengan Agus Sumule, Penjabat Bupati Jayapura Semuel Siriwa juga berpendapat dampak ekonomi dari Pilkada 2024 sama sekali tidak begitu terlihat, bahkan hampir tidak ada, secara khusus bagi pedagang lokal atau UMKM di Kabupaten Jayapura.

“Secara umum gambaran ekonomi daerah kita masih normal, tetapi harapan masyarakat terhadap dampak ekonomi dari perhelatan Pilkada mungkin sangat minim, karena semua fasilitas penunjang yang digunakan sudah berbasis teknologi atau online,” ujarnya.

Tahapan pilkada yang berlangsung sebelum hari H, di mana semua orang memberikan hak pilihnya di Tempat Pemungutan Suara (TPS), adalah waktu yang sangat krusial bagi paslon untuk mendapatkan simpati dan kepercayaan lebih dari masyarakat dengan memberikan apa yang menjadi kelebihan dari finansial mereka kepada pedagang lokal ataupun masyarakat setempat.

Pilkada
Pedagang lokal menjual pinang dan matoa di depan Pasar Sabron Sari ketika di Tempat Pemungutan Suara (TPS) sedang berlangsung pencoblosan Pilkada pada 27 November 2024. – Jubi/Engel Wally

Tokoh masyarakat Kabupaten Jayapurai Hengky Yoku menilai pelaksanaan Pilkada 2024 mustinya memberikan dampak ekonomi yang signifikan kepada masyarakat, khusus kepada para pelaku usaha mikro yang ada di kampung-kampung.

“Dalam tahapan ini hanya politik praktis yang diutamakan, sementara nilai sosial dan kemanusiaan di nomorduakan. Padahal status politik dalam pemilu adalah saling membutuhkan satu dengan lainnya,” katanya.

Menurutnya dampak ekonomi yang sesungguhnya adalah adanya keterikatan hubungan sosial antara paslon dan masyarakat pada saat tahapan pilkada itu berlangsung. Menurutnya bukan hal tabu bagi masyarakat bahwa kertas suara itu sebagian besar memiliki nilai uang dalam jumlah tertentu bagi setiap orang yang menyalurkan hak pilihnya.

“Ini menjadi pertanyaan, waktu jadi pejabat sering kunjungi warganya atau tidak, dalam tahapan pilkada ada kesepakatan yang dibuat atau tidak. Masyarakat tidak akan mendapat apa-apa dari pesta demokrasi ini, padahal masyarakat adalah tuan pestanya,” kata Yoku.

Pada tahapan pilkada setiap paslon diberikan ruang dan waktu untuk bertemu konstituen mereka di tingkat bawah melalui sosilisasi, kampanye tatap muka, hingga kampanye terbuka. Bahkan secara pribadi para paslon juga melakukan kunjungan atau blusukan ke tempat-tempat layanan publik, seperti pasar, puskesmas, rumah sakit, bahkan sampai di rumah ibadah.

Tak begitu peduli proses Pilkada

“Di belakang dari tempat saya menjual buah pinang dan matoa ini, proses pencoblosan kertas suara sedang berlangsung,” ujar Susana Maria Boyadone, pedagang pinang di Kampung Dosai Distrik Sentani Barat Moi pada 27 November 2024.

Pilkada
Seorang pemilih memasukkan kertas suara ke kotak suara di TPS Pilkada Kabupaten Jayapura 2024. – Jubi/Engel Wally

Maria, sapaan akrabnya, mengaku sama sekali tidak perduli terhadap proses Pilkada yang sedang berlangsung. Alasannya, usaha kecil yang ia jalankan hanya sebatas menambah kebutuhan rumah tangga dan biaya sekolah anak-anaknya.

Ia sehari-hari berjualan pinang, sedangkan berjualan matoa hanya pada saat musim. Sehari penghasilannya Rp300 ribu sampai Rp500 ribu. Hasil penjualan itu yang ia putar ulang setiap hari untuk modal esok setelah menyisihkan untuk kebutuhan rumah tangga.

Ia menceritakan, saat kampanye Pilkada ada rombongan yang sangat banyak menggunakan kedaraan sambil membagi-bagikan selebaran dan stiker.

“Teman di sebelah saya bilang, itu calon bupati punya tim yang datang, rombongan itu juga membeli sebagian besar buah matoa dan pinang yang ada di atas meja jualan saya,” ujarya.

Pada hari pencoblosan, setelah Boyadone menusuk pilihan di bilik suara, ia kembali melanjutkan aktivitas rutin menjual pinang dan buah matoa. Hari itu satu karung pinang tumpuk dan matoa habis terjual, karena banyak orang yang datang ke TPS membeli dagangannya.

“Pada hari pencoblosan itu saja, tetapi yang namanya untung dari penjualan setiap hari tetap sama jumlahnya. Semoga di waktu mendatang bisa lebih baik lagi dari hari ini, namanya usaha kecil-kecilan seperti ini cukup untuk bisa makan saja kami sangat bersyukur,” katanya.

Hal senada juga disampaikan Costantina Demena, pedagang sayur-mayur dan bumbu dapur di Pasar Kampung Wanya, Distrik Depapre. Ia berharap dapat bertemu langsung dengan para paslon yang sempat mengunjungi pasar kampung tempat ia berjualan.

Pilkada
Pedagang lokal menjual sayur-mayur di Pasar Kampung Wanya, Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura. – Jubi/Engel Wally

Ibu dua anak itu setiap hari berjualan sayur-mayur dengan modal Rp100 ribu hingga Rp250 ribu. Setiap hari ia berjualan dengan modal yang sama disisihkan dari hasil penjualan. Baginya seperti mimpi di siang bolong untuk mendapatkan keuntungan yang besar dengan modal yang besar.

Baginya para paslon yang berkunjung ke pasar saat musim kampanye tak berbeda dengan pembeli yang datang berbelanja ke pasar.

“Namanya juga politik, di awal saja mereka menabur ribuan janji kepada kita masyarakatnya, nanti setelah jadi pemimpin kami yang berjualan di sini dilupakan, padahal roda perekonomian daerah ditentukan oleh kami yang duduk berjam-jam di lantai pasar ini,” katanya.

Dampak ekonomi: konsumsi dan atribut kampanye

Ketua KPU Kabupaten Jayapura Jerry Efra Tunya mengatakan dari sisi ekonomi, penyelenggaraan Pilkada serentak terkait dengan kesibukan seksi konsumsi dari tim sukses masing-masing paslon. Konsumsi diperlukan karena ada tahapan kampanye, baik tertutup maupun terbuka. Dampak ekonomi lainnya adalah pembuatan atribut kampanye.

“Dampaknya tidak terlalu signifikan kepada pengusaha lokal kita, karena kebutuhan Pilkada hampir 95 persen adalah barang produksi atau percetakan,” ujar Tunya.

Pemerintah Pusat melalui Kementerian Keuangan menyalurkan Rp37,52 triliun untuk Pilkada serentak di seluruh daerah di Indonesia. Dana itu disalurkan melalui Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD). (*)

Tags: Anggaran PilkadaKPU Kabupaten Jayapurapelaku UMKM asli PapuaPilkada 2024
ShareTweetSendShareShare
Syofiardi Bachyul

Syofiardi Bachyul

Related Posts

Lingkungan Perumahan
Mamta

Perumahan tak ramah lingkungan, bupati Jayapura panggil ratusan pengembang

April 25, 2026
Sampah Sisa makanan
Lingkungan

Sampah sisa makanan berdampak lebih kuat terhadap pemanasan global

April 25, 2026
Sampah
Mamta

Sisa makanan penyumbang sampah terbesar di Kabupaten Jayapura

April 24, 2026
Komunitas IBAYAUW
Lingkungan

Komunitas IBAYAUW bersihkan kawasan Hutan Perempuan

April 24, 2026
Yahamak
Mamta

Yahamak tunjuk Yakolina Kwalik sebagai direktur

April 22, 2026
Ulayat
Mamta

Sekolah dipalang pemilik ulayat, proses belajar di SDN Inpres Harapan terganggu

April 21, 2026

Discussion about this post

Recommended Stories

DOB

DOB berikan ruang OAP menduduki jabatan struktural

July 20, 2022
Yapen

Seleksi DPRK Kepulauan Yapen Mekanisme Pengangkatan diproses di tingkat distrik

October 6, 2024
keamanan

Keamanan berperan penting dalam pertumbuhan pariwisata

April 21, 2023

Popular Stories

  • Pesta Babi

    ‘Pesta Babi’ di Yogyakarta, membuka mata publik melihat persoalan Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Indonesia Raya : Ketika lagu kebangsaan menjadi luka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tokoh Gereja dan Pimpinan Mahasiswa Tolikara Kecam Pernyataan Pangdam XVII Cenderawasih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PAHAM Papua desak Komnas HAM RI dan panglima TNI gerak cepat sikapi video penyiksaan warga sipil di Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Panglima WPA tegaskan Indonesia harus hargai OAP, jika tidak perang total!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Jubi Papua

We bring you the best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc. Visit our landing page to see all features & demos.

LEARN MORE »

Recent Posts

  • PBSI Papua Barat dorong Pengcab siapkan atlet hadapi event regional hingga nasional
  • Indigenous women lead cleanup of polluted ‘Women’s Forest’ in Jayapura
  • Seminar Examines Protection of Women and Child Victims under Indonesia’s New Criminal Code

Categories

  • 2007
  • Advertorial
  • Animha
  • Bali NTT
  • Berita Papua
  • Bomberai
  • Domberai
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Features
  • Headline
  • Indepth Story
  • Infografis
  • Jayapura Membangun
  • Kabupaten Jayapura
  • Kabupaten Jayawijaya
  • Kabupaten Merauke
  • KMAN VI
  • Lapago
  • Lingkungan
  • Majelis Rakyat Papua
  • Mamta
  • Mappi
  • Meepago
  • Memilih untuk Indonesia
  • Menyapa Nusantara
  • Nasional & Internasional
  • Nusa
  • Olahraga
  • Opini
  • Pacnews
  • Papua
  • Papua Tengah
  • Pasifik
  • Pemilu
  • Penkes
  • Perempuan dan Anak
  • Polhukam
  • Provinsi Papua
  • Rilis Pers
  • Saireri
  • Seni & Budaya
  • Tanah Papua
  • Uncategorized

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara