Jubi Papua
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
PRICING
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Lingkungan

PMKRI dan AMAK kecam pembakaran mahkota Adat Papua

October 23, 2025
Waktu Membaca: 2 mins read
0
Penulis: Gamaliel M. Kaliele - Editor: Angela Flassy
Suasana saat proses pemusnahan patroli pengawasan terpadu peredaran tumbuhan dan satwa liar (TSL) ilegal di depan Kantor BBKSDA Papua, Abepura, Kota Jayapura, Papua, Senin (20/10/2025). -Jubi/Hans Makabori

Suasana saat proses pemusnahan patroli pengawasan terpadu peredaran tumbuhan dan satwa liar (TSL) ilegal di depan Kantor BBKSDA Papua, Abepura, Kota Jayapura, Papua, Senin (20/10/2025). -Jubi/Hans Makabori

Jayapura, Jubi – Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PP PMKRI) dan Ketua Anak Muda Adat Knasaimos (AMAK) Sorong Selatan mengecam keras tindakan pembakaran mahkota adat Papua yang terbuat dari bulu burung cenderawasih dan kasuari oleh Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Papua bersama sejumlah oknum TNI. Kedua pihak menilai tindakan itu sebagai bentuk pelecehan dan ketidaktahuan terhadap nilai serta makna budaya masyarakat adat Papua.

Ketua Lembaga Ekologi dan Masyarakat Adat PP PMKRI, Mario Mere, menyebut tindakan itu sebagai bentuk pelecehan terhadap nilai budaya dan identitas Orang Asli Papua (OAP). Ia menegaskan, mahkota adat tidak sekadar hiasan, melainkan simbol kehormatan dan kebanggaan masyarakat adat yang memiliki peran penting dalam berbagai ritual dan prosesi adat.

RELATED POSTS

Pemerintah dan kampus dianggap kurang memperhatikan pelestarian budaya Papua

Jejak tukik, patung penginjil, dan harapan warga Yewena-Doromena

Sekjen DAP: Pembakaran mahkota cenderawasih dan kasuari lecehkan budaya Papua

“Seharusnya benda adat seperti itu tidak dimusnahkan, melainkan dijaga dan disimpan dengan baik bila sudah tidak dipakai. Membakar mahkota adat sama artinya dengan menodai tradisi dan adat istiadat masyarakat Papua,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (17/10/2025).

Mario menilai, tindakan tersebut menunjukkan kurangnya pemahaman dan penghormatan terhadap makna simbolik budaya Papua. Ia mendesak Pangdam XVII/Cenderawasih dan BBKSDA Papua memberikan klarifikasi resmi serta mempertanggungjawabkan perbuatan yang dianggap mencederai kehormatan budaya Papua.

Selain itu, Mario juga mengajak seluruh cabang PMKRI di Tanah Papua untuk bersatu menyikapi peristiwa ini sebagai bentuk solidaritas terhadap masyarakat adat.

“Mahkota adat Papua adalah lambang martabat dan identitas Orang Asli Papua. Tidak boleh ada pihak mana pun yang merendahkan atau melecehkan simbol budaya,” tegasnya.

Menurut PMKRI, pembakaran mahkota adat tidak bisa dipandang sekadar sebagai pemusnahan benda, tetapi sebagai penghancuran simbol budaya yang memiliki nilai sosial, spiritual, dan identitas kolektif. Dalam pandangan antropologi, sebagaimana dikemukakan Clifford Geertz dalam The Interpretation of Cultures (1973), kebudayaan merupakan “jaringan makna” yang memberi arti bagi kehidupan manusia. Mahkota adat Papua, dalam konteks ini, menjadi representasi hubungan antara manusia, leluhur, dan alam.

PP PMKRI menegaskan, tindakan semacam itu juga mencederai nilai-nilai kebinekaan dan penghormatan terhadap kearifan lokal yang menjadi bagian dari identitas bangsa.

“Sikap kami bukan reaksi emosional, tetapi upaya mempertahankan nilai universal kebudayaan — menghormati martabat manusia melalui penghargaan terhadap simbol-simbol budaya,” kata Mario

Dari Sorong Selatan, Ketua Anak Muda Adat Knasaimos (AMAK) Nabot Sreklefat, turut mengecam keras pembakaran mahkota adat.

“Dari sisi pandang masyarakat adat apa yang dilakukan oleh pihak BBKSDA itu sangat tidak benar dan melanggar nilai nilai budaya kami orang Papua.” kata Sreklefat.

Menurutnya tindakan itu dilakukan dengan alasan melarang perburuan liar, namun pelaksanaannya justru membakar simbol adat. “Itu bentuk ketidaktahuan terhadap makna budaya Papua!” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa mahkota Cenderawasih bukan sekadar perhiasan atau benda pajangan, melainkan lambang kehormatan spiritual masyarakat adat Papua, terutama di adat wilayah Sorong Raya pada umumnya Tanah Papua

Mahkota burung itu adalah tanda kebesaran dan simbol spiritual tertinggi dalam proses inisiasi adat dan Itu lambang kedewasaan dan kehormatan dalam kehidupan masyarakat kami, jelas Sreklefat

Ia menilai tindakan pembakaran tersebut setara dengan merusak warisan leluhur dan menghina adat istiadat Papua. BKSDA sedang membakar jati diri orang asli Papua/

Sreklefat juga menegaskan bahwa anak muda adat di Distrik Saifi dan Seremuk telah menggelar diskusi menanggapi peristiwa itu, dan sepakat akan melakukan aksi di Kabupaten Sorong Selatan. “Ini dan tindakan itu tidak bisa diterima Kami mendorong agar DAP dan seluruh lembaga adat mengambil langkah hukum,” katanya.

Ia menambahkan juga bahwa pembakaran itu menunjukkan minimnya pemahaman aparat negara terhadap budaya Papua. Ia menyerukan agar BBKSDA Papua dan aparat terkait meminta maaf secara terbuka kepada masyarakat adat Papua dan Mereka harus bertanggung jawab secara moral dan hukum.

“Kalau negara terus begini, maka rakyat Papua akan semakin kehilangan kepercayaan, ujarnya.(*).

Tags: BBKSDA PapuaBudaya PapuaBurung CenderawasihPMKRI
ShareTweetSendShareShare
Angela Flassy

Angela Flassy

Related Posts

Sampah Sisa makanan
Lingkungan

Sampah sisa makanan berdampak lebih kuat terhadap pemanasan global

April 25, 2026
Komunitas IBAYAUW
Lingkungan

Komunitas IBAYAUW bersihkan kawasan Hutan Perempuan

April 24, 2026
jepang
Lingkungan

Sumur, kapal, monyet peninggalan Tentara Jepang di tepi Gunung Mher Teluk Youtefa

April 13, 2026
Tanah Papua
Lingkungan

Gereja mesti tegas terhadap krisis tanah dan lingkungan di Tanah Papua

March 7, 2026
Masyarakat ada
Domberai

Kain dan cat merah, upaya masyarakat adat Papua jaga paru-paru dunia

March 6, 2026
wilayah laut adat
Lingkungan

Dorongan pengakuan wilayah laut adat dan revisi UU Pemda

March 5, 2026

Discussion about this post

Recommended Stories

PDAM Jayapura minta warga tidak merusak hutan

March 8, 2022
Festival

Rayakan budaya, Festival Pasifika Auckland tarik 25 ribu pengunjung

March 17, 2026
Balai Bahasa

Balai Bahasa Papua dan DPRD Kabupaten Sorong dorong pelestarian bahasa daerah

August 25, 2023

Popular Stories

  • Pesta Babi

    ‘Pesta Babi’ di Yogyakarta, membuka mata publik melihat persoalan Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Indonesia Raya : Ketika lagu kebangsaan menjadi luka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tokoh Gereja dan Pimpinan Mahasiswa Tolikara Kecam Pernyataan Pangdam XVII Cenderawasih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PAHAM Papua desak Komnas HAM RI dan panglima TNI gerak cepat sikapi video penyiksaan warga sipil di Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Panglima WPA tegaskan Indonesia harus hargai OAP, jika tidak perang total!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Jubi Papua

We bring you the best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc. Visit our landing page to see all features & demos.

LEARN MORE »

Recent Posts

  • PBSI Papua Barat dorong Pengcab siapkan atlet hadapi event regional hingga nasional
  • Indigenous women lead cleanup of polluted ‘Women’s Forest’ in Jayapura
  • Seminar Examines Protection of Women and Child Victims under Indonesia’s New Criminal Code

Categories

  • 2007
  • Advertorial
  • Animha
  • Bali NTT
  • Berita Papua
  • Bomberai
  • Domberai
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Features
  • Headline
  • Indepth Story
  • Infografis
  • Jayapura Membangun
  • Kabupaten Jayapura
  • Kabupaten Jayawijaya
  • Kabupaten Merauke
  • KMAN VI
  • Lapago
  • Lingkungan
  • Majelis Rakyat Papua
  • Mamta
  • Mappi
  • Meepago
  • Memilih untuk Indonesia
  • Menyapa Nusantara
  • Nasional & Internasional
  • Nusa
  • Olahraga
  • Opini
  • Pacnews
  • Papua
  • Papua Tengah
  • Pasifik
  • Pemilu
  • Penkes
  • Perempuan dan Anak
  • Polhukam
  • Provinsi Papua
  • Rilis Pers
  • Saireri
  • Seni & Budaya
  • Tanah Papua
  • Uncategorized

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara