Wamena, Jubi – Bupati Nduga, Yoas Beon mengunjungi warganya di halaman Gereja Weneroma, Wamena, Papua Pegunungan, Selasa (10/3/2026). Dalam kunjungan ini, bupati juga menyampaikan bantuan bahan makan dan mencari solusi masalah pemalangan gereja di wilayah Hubikosi, Jayawijaya.
“Di tahun 2026 ini kita akan mulai start, karena penetapan APBD kita agak molor dibandingkan semua kabupaten yang lain. Kami baru penetapan kemarin, dua hari lalu, tapi tidak masalah” ujar Bupati Nduga.
Walau terlambat, Bupati Yoas mengatakan tetap berkomitmen untuk terus melakukan pelayanan pada masyarakat itu.
“Pelayanan seperti apa ya, saya harus disertai dengan sosialisasi program dulu, baru pelayanan bisa jalan. Sehingga itu walau APBD kita terbatas, tetapi semua bisa kita merasakan dengan keterbatasan yang kita miliki,” ujar Bupati
Bupati menjelaskan selanjutnya pada hari Rabu (11/3/2026), Bupati Nduga dan rombongan akan berkunjungan ke masyarakatnya yang sedang mengungsi di Distrik Hubikosi dan menghadapi masalah dengan pemilik lokasi pengungsian.
“Kami sudah dengar dari media, bahwa mereka menghadapi permasalahan. Kami tidak bisa datang lebih cepat karena pada saat yang sama, kami sedang sidang APBD, hingga sidang paripurna. Kami tidak bisa datang dengan tangan kosong. Itu yang membuat kami terlambat hingga 5 hari,” kata Bupati Nduga.
Bupati mengaku sudah berkoordinasi dengan Bupati dan Wakil Bupati Jayawijaya soal permasalahan ini, dan menyampaikan terima kasih karena sudah menangkap informasi ini duluan.
“Kemudian bersama-sama kami cari solusi untuk bagaimana peristiwa pemalangan gereja itu. Sebentar sore kami akan berkoordinasi secara teknis kunjungan kami untuk peristiwa yang terjadi,” katanya.
Dari informasi yang diterima Bupati, hari Selasa ini Pemkab Jayawijaya akan berkoordinasi dengan pemilik tanah gereja, dan mempersiapkan kunjungan pada Rabu ini.
“Sehingga besok [hari ini] pada pertemuan sudah ada agenda yang jelas, dan melibatkan siapa saja. Sehingga Ketika pemerintah [Nduga] berkunjungan ke sana, ada jawaban yang jelas. Jangan sampai tidak ada orang, lalu dengan siapa kami akan bicara,” jelasnya.
Dalam kunjungan ini Bupati Nduga berharap dapat mendengar langsung duduk permasalahan di Hubikosi.
“Intinya, pemerintah datang untuk dengar dulu. Dengar aspirasi dari pihak yang memalang, dan minta usir keluar, maupun masyarakat saya yang ada di sana. Saya mau dengar langsung. Kerinduan mereka itu apa? Mau mereka itu apa? Sehingga pemerintah bisa ambil Langkah sesuai permintaan masyarakat,” katanya.
Sementara itu Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Daniel Lokbere mengatakan dirinya mendampingi bupati untuk mengunjungi beberapa titik lokasi warga Nduga berada terutama di lokasi Distrik Weneroma dan Distrik Hubikosi, Gereja Horeb Kabupaten Jayawijaya
Selain mendampingi bupati ia di percayakan oleh bapak
“Bupati Nduga datang untuk melakukan penyaluran beras bahan makan dan pangan kepada masyarakat yang berasal dari 248 kampung, 32 Distrik di Kabupaten Nduga yang ada di Wamena,” ujarnya.
Daniel mengatakan bantuan beras pangan merupakan bantuan tahap kedua untuk masyarakat Nduga yang berdominsili di Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan
Sebanyak 60 ton beras, 700 karton minyak goreng akan disalurkan mulai besok sesuai dengan titik-titik lokasi yang telah tentukan.
“Itu yang kita akan bagi kepada masyarakat Nduga yang ada di Kabupaten Jayawijaya sekitar 34 titik Lokasi,” ujarnya.
Mekanisme penyaluran dan jumlah beras akan sesuaikan berdasarkan jumlah penduduk dari masing-masing distrik tersebut, di setiap titik.
“Jadi istilahnya tidak merata, kalau jumlah penduduk yang banyak berarti kita kasih banyak, kalau kurang berarti kita kasih kurang,” katanya. (*)










Discussion about this post