Wamena, Jubi – Penjabat Gubernur Provinsi Papua Pegunungan Velix Vernando Wanggai menghadiri acara halal bihalal umat muslim Masjid Nurul Huda, Distrik Assotipo, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan pada kamis (9/10/2024) sore.
Pada acara yang diadakan Forum Peduli Muslim Papua Pegunungan (FPMPP) itu, Velix Vernando Wanggai mengajak umat Muslim di Assotipo untuk terus bersama-sama mempertahankan dan menguatkan tali persaudaraan, baik sesama umat Muslim maupun tetap menjaga toleransi antar umat beragama yang ada di Assotipo.
Dari Masjid Nurul Huda pula, lanjut Wanggai, umat Muslim di Assotipo dapat merawat ikatan kebangsaan. Karena semua masyarakat yang ada di Assotipo adalah satu bangsa dalam bingkai NKRI. Ia berharap umat Muslim di Distrik Assotipo ke depan terus menjalin silahturahmi.
Sebab, lanjut Penjabat Gubernur, semua agama yang ada di dunia ini asal-usulnya semua bersaudara dalam ikatan besar.
“Honai Besar Papua Pegunungan, Tuhan menciptakan manusia itu bermacam suku, klan suku, dan bermarga-marga, berbeda warna, namun dikehendaki untuk kita semua saling kenal-mengenal,” ujarnya.

Saling mengenal, tambah Wanggai, bukan hanya mengetahui nama, namun juga harus mengetahui karakternya, sehingga bisa melakukan kegiatan-kegiatan lainnya seperti urusan dalam masyarakat.
Penjabat Gubernur juga mengingatkan agar berhati-hati dalam menggunakan media sosial dalam bermasyarakat karena dapat menimbulkan ketersinggungan.
“Sekarang semua sudah punya HP Android, jadi dalam berdebat itu mungkin ada salah kata atau salah tulis, karena biasanya hanya karena salah tulis atau salah kata bisa menimbulkan salah sangka,” kata Velix Wanggai.
Arman Asso, ketua panitia acara halal bihalal umat Muslim di Distrik Assotipo mengatakan acara halal bihalal tersebut sebenarnya direncanakan diadakan beberapa minggu lalu, namum terhambat karena faktor cuaca yang kurang mendukung, yaitu hampir tiap hari hujan yang menyebabkan longsor di Wupiagej. Bencana itu mengakibatkan akses jalan utama dari kota Wamena menuju ke Assotipo putus total, tidak bisa dilewati kendaraan.
“Jadi tamu undangan dari kota Wamena maupun umat Muslim yang ada di beberapa titik, yakni dari Kampung Welesi, Yapema, Jagara, dan Tulima tidak bisa datang. Tapi alhamdulillah hari ini kita bisa laksanakan kegiatan ini dengan lancar dan sukses,” ujarnya.

Ia bersyukur acara tersebut bisa dihadiri Penjabat Gubernur Papua Pegunungan. Bahkan juga dihadiri umat dari enam denominasi gereja yang ada Assotipo, serta umat Muslim dari beberapa kampung yang ada di Wamena dan sekitarnya.
Arman Asso mengatakan umat Muslim di Assotipo selalu hidup rukun dan kompak dengan rasa solidaritas serta toleransi yang tinggi antar umat beragama dengan enam denominasi gereja yang ada di Assotipo.
“Seperti hari ini kita bisa melaksanakan kegiatan halal bihalal dengan melibatkan pemuda dan tokoh agama dari non-muslim, mereka turut hadir berpartisipasi sejak awal persiapan bakar batu maupun persiapan tempat acara, sehingga kita bisa melaksanakan kegiatan ini dengan aman dan nyaman,” ujarnya.
Asso berharap toleransi antar umat beragama di Assotipo selalu dapat di awat, dipupuk, dan bisa diteruskan oleh generasi-generasi yang akan datang supaya bisa hidup damai, aman, nyaman, dan indah. Sebab, katanya, sebab hal itu dengan kependekan DANI, sesuai dengan moto di Kabupaten Jayawijaya.
“Jadi saya mengajak hari-hari besar seperti ini, baik hari besarnya umat Muslim maupun non-Muslim seperti acara halal bihalal, Idul Adha, dan Natalan, serta Paskah kita bisa melaksanakan bersama-sama terus seperti hari ini,” ujar Asso. (*)











Discussion about this post