Jayapura, Jubi – Gubernur Papua Matius D. Fakhiri menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Papua untuk terus memperkuat peran Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) dalam menjaga harmoni dan toleransi di Tanah Papua. Ia berharap kualitas pelayanan keagamaan semakin merata hingga ke seluruh Papua, seiring terbentuknya unit-unit layanan baru, termasuk Kantor Wilayah Kementerian Haji.
“Dengan doa dan harapan, kami ingin Kantor Wilayah Kementerian Agama, termasuk Kantor Wilayah Haji yang baru terbentuk, dapat memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh masyarakat Papua,” kata Fakhiri di Kota Jayapura, Sabtu (3/1/2026).
Menurut Fakhiri, tugas Kemenag tidak hanya sebatas pelayanan administratif keagamaan saja, tetapi juga memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda Papua.
Ia menekankan pentingnya pendidikan akhlak sebagai fondasi utama dalam mencetak generasi emas Papua yang berintegritas dan berkarakter kuat.
“Dengan benteng iman dan akhlak yang kuat, saya yakin ke depan akan lahir generasi emas Papua yang mampu membawa daerah ini maju tanpa kehilangan jati diri,” ujarnya.
Fakhiri juga menyoroti capaian indeks kerukunan umat beragama di Tanah Papua yang telah dibangun sejak lebih dari 80 tahun lalu. “Pada tahun ini, kami optimistis indeks kerukunan tersebut dapat meningkat dan menembus angka 90.
Berbekal pengalamannya sejak menjabat sebagai Kapolda Papua hingga kini menjadi Gubernur Papua, Fakhiri mengaku menyaksikan langsung kuatnya nilai toleransi yang hidup di tengah masyarakat Papua.
Menurut dia, keberagaman suku, agama, dan budaya justru menjadi kekuatan sosial yang harus terus dirawat, terlebih setelah hadirnya provinsi-provinsi baru di Tanah Papua.
“Pemekaran wilayah tidak boleh mengendorkan toleransi yang sudah diwariskan oleh nenek moyang kita. Justru ini momentum untuk semakin memperkuat kebersamaan demi kebaikan Tanah Papua,” tegasnya.
Ia berharap pada tahun ini Papua kembali meraih pengakuan nasional terkait harmoni dan kerukunan umat beragama. Namun demikian, Fakhiri menekankan bahwa penghargaan bukanlah tujuan utama.
“Yang terpenting bukan award-nya, tetapi bagaimana toleransi itu benar-benar hidup dan terjaga dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Papua,” katanya.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Papua Klemens Taran menyatakan pihaknya siap menindaklanjuti arahan Gubernur Papua.
Ia mengatakan Kanwil Kemenag Papua bersama Forum Kerukunan Umat Beragama tengah merancang sejumlah program strategis untuk memperkuat moderasi beragama dan pelayanan keagamaan yang inklusif di seluruh wilayah Papua.
“Kami berkomitmen memperluas jangkauan layanan dan memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah serta seluruh elemen masyarakat demi menjaga Papua sebagai tanah damai,” katanya. (*)











Discussion about this post