Sentani, Jubi – Bupati Jayapura, Yunus Wonda menyiapkan sumber daya manusia atau SDM untuk membangun Rumah Sakit (RS) Tipe C di Distrik Unurum Guay, Kabupaten Jayapura, Papua.
Yunus Wonda mengatakan untuk membangun rumah sakit tipe C, dibutuhkah sumber daya manusia memadai. Oleh karena itu, program beasiswa fokus diberikan kepada mahasiswa kedokteran.
Pernyataan ini disampaikan Yunus Wonda dalam konferensi pers peringatan hari ulang tahun atau HUT Kabupaten Jayapura ke-57 tahun dan satu tahun kepemimpinan bupati dan wakil bupati Jayapura di aula kantor bupati Jayapura, Papua, Selasa (17/3/2026).
“Jadi, pada tahun ini kami siapkan 137 miliar untuk 100 mahasiswa kedokteran. Yang kami kirim ini adalah yang sudah kuliah yang selama ini dibiayai oleh orang tua,” kata Yunus Wonda.
“Kami tidak mengecilkan [jurusan lain], [tetapi] fokus kami hari ini yaitu salah satu visi besar kami membangun rumah sakit tipe C di Unurum Guay, yang mana pelepasannya semua sudah selesai, itu target kami kedepan,” ucapnya lagi.
Wonda menjelaskan kini rumah sakit di Kabupaten Jayapura hanya ada Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Yowari di Kampung Doyo Baru, Distrik Waibu.
Namun RSUD milik Pemkab Jayapura itu hanya memiliki sekitar 120 hingga 130 kamar rawat inap, sesuai standar tipe C.
Sementara kebutuhan kamar inap untuk pasien yang datang ke RSUD Yowari cukup besar karena menjadi rujukan dari beberapa daerah, antara lain Sarmi, Mamberamo Raya, Mamberamo Tengah, Pegunungan Bintang, hingga Wamena.
Apabila RSUD Yowari ingin meningkatkan klasifikasinya, perlu minimal 200 tempat tidur disediakan. Oleh karena itulah, Pemkab Jayapura memprioritaskan mahasiswa kedokteran sebagai salah satu syarat ketika untuk pembangunan rumah sakit.
“Di situ kami berpikir supaya ada rumah sakit lagi. Jadi ketika kami ajukan pembangunan kepada Kementerian Kesehatan, pertanyaan mereka pasti bagaimana SDM-nya, sudah siap tidak,” ucapnya.
Wonda menambahkan satu hingga tiga tahun ke depan, Pemkab Jayapura tidak membiayai mahasiswa di luar negeri dan fokus membiayai kuliah dalam negeri.
“Karena beberapa tahun terakhir ini kami membiayai anak-anak yang kuliah di luar negeri, yang program [beasiswa] provinsi dulu. Ini tahun terakhir dan setelah itu tidak ada lagi untuk kami pengiriman ke luar negeri,” katanya. (*)











Discussion about this post