Sentani, Jubi — Pemerintah Kabupaten atau Pemkab Jayapura, Papua mengapresiasi talkshow kerukunan umat beragama, karena dinilai bermanfaat bagi pemerintah daerah atau pemda, dan sebagai upaya memperkuat kebersamaan lintas agama pascapemungutan suara ulang atau PSU di Papua.
Talkshow yang diselenggarakan Forum Kerukunan Umat Beragama atau FKUB Kabupaten Jayapura itu digelar, Kamis (13/11/2025).
Staf Ahli Bupati Jayapura Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Yan Wilem Rumere, ST., MT mengatakan talkshow itu sangat positif dan memberikan masukan konstruktif bagi pemerintah daerah.
“Input positif dari FKUB sangat penting untuk mendukung program pembangunan daerah. Kerukunan yang solid menjadi modal utama agar pembangunan di Kabupaten Jayapura berjalan lancar, aman, dan tertib,” kata Yan Wilem usai talkshow di Sentani, ibu kota Kabupaten Jayapura.
Menurut Yan Rumere, sinergi antara tokoh agama, tokoh masyarakat, dan pemerintah daerah perlu terus dijaga agar stabilitas sosial tetap terpelihara setelah dinamika politik usai PSU.
“Kami berharap kegiatan seperti ini terus dilakukan untuk memperkuat semangat kebersamaan dan mendukung program pembangunan yang inklusif,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua FKUB Kabupaten Jayapura, Pdt. Albert Yoku, S.Th., M.Th, mengatakan talkshow kebangsaan tersebut menjadi wadah refleksi dan penyatuan persepsi antartokoh masyarakat, adat, pemuda, dan organisasi kemasyarakatan di Kabupaten Jayapura.
“Setelah PSU berakhir, kami melihat masih ada relasi-relasi yang perlu diperbaiki. Melalui kegiatan ini, kami ingin memberi ruang bagi pandangan dari sisi agama, pemerintah, dan keamanan agar perbedaan yang muncul bisa perlahan dihilangkan, serta kebersamaan dapat kita rajut kembali untuk kelanjutan pembangunan di Tanah Papua,” kata Yoku.
Katanya, kegiatan tersebut juga menjadi penutup masa bakti FKUB Kabupaten Jayapura periode 2020–2025. Dalam kesempatan itu, pihaknya mempersiapkan dokumen pertanggungjawaban moral dan spiritual untuk diserahkan kepada pengurus baru.
“Ini adalah kegiatan terakhir kami sebagai bagian dari tanggung jawab spiritual dan moral. Kami ingin mewariskan dokumen perjalanan FKUB dari tahun 2020 hingga 2025 kepada pengurus baru nanti,” ujarnya.
Talkshow itu dinilai menjadi simbol penting rekonsiliasi sosial dan komitmen bersama untuk menjaga kerukunan lintas agama dalam mendukung pembangunan di Kabupaten Jayapura. (*)











Discussion about this post