Sentani, Jubi – Melalui program dana desa tahun 2025 ketahanan pangan di Kampung Lapua, Distrik Kaureh, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua berhasil melakukan panen raya padi sebanyak 8 ton. Hal itu dikatakan Kepala Kampung Lapua, Okto Lambe kepad media JUBI saat dihubungi lewat pesan WhatsApp pada Selasa, (2/9/2025).
Kepala Kampung Lapua, Okto Lambe mengatakan, pihaknya telah menganggarkan dana desa sejumlah Rp200 juta untuk menggenjot program ketahanan pangan padi seluas 2 hektar di kampung Lapua. Menurutnya, hasil itu aparat kampung bersama sejumlah petani padi dapat melakukan panen raya hasil pengan itu pada pekan lalu.
“Kalau dilihat dari luas atau yang sudah kami tanam ini sekitar 2 hektare lebih,” katanya.
Okto Lambe mengatakan, untuk memulai pekerjaan itu sejak 13 maret 2025 hingga hasilnya baru dipanen atau diperoleh pada akhir Agustus 2025 sehingga membutuhkan waktu selama 7 bulan, baik mulai penanaman, pemupukan hingga dilakukan panen raya.
“Kami mulai menanam dari tanggal 13 Maret 2025,” ujar Okto.
Menurutnya, pangan padi itu dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa atau Bumdes Lapua, Distrik Kaureh, Kabupaten Jayapura dengan menghabiskan anggaran sebesar Rp200 juta. Namun Kades Okto mengatakan, hingga saat ini dana yang sudah terpakai Rp150 juta. Sementara sisa dana yang masuk kas Bumdes Lapua sejumlah Rp50 Juta.
“Untuk hasil panen itu mungkin sementara ini kami konsumsi di dalam wilayah kampung dulu. Tidak terlepas dari ke depan kita mau ajukan ke Balai POM untuk uji sampel berdasarkan uji sampel itu kami terbitkan brosur yang layak untuk diedarkan atau tidak,”katanya.
Sementara itu, Yakobus Koyau salah satu petani Padi di Kampung Lapua mengatakan, pihaknya bersyukur bisa mengambil bagian dalam pekerjaan itu karena menurutnya padi di kampung itu akan berkembang dan pemasukan sumber pangan padi terbesar di Kabupaten Jayapura. Menurutnya, hasil pekerjaan itu dapat membiayai anak-anaknya yang masih sekolah di tingkat SMP.
“Untuk membiayai ketiga anak saya ditambah dengan cucu. Mereka masih kecil, masih SMP kelas dua,” ujarnya.
Koyau, berharap hasil panen raya yang mereka lakukan itu bisa dapat membantu meringankan beban ekonomi bagi masyarakat di Kabupaten Jayapura, khususnya distrik Kaureh Kampung Lapua. “Harapan saya supaya nanti hasil panen ini bisa membantu masyarakat disini dan bisa juga untuk masyarakat luas di Kabupaten Jayapura,” katanya. (*)











Discussion about this post