Sentani, Jubi – Pemerintah Kabupaten Jayapura dalam waktu dekat ini akan membangun ruas jalan yang menghubungkan Kampung Bangai dan Kampung Omon di Distrik Gresi Selatan. Rencana itu disampaikan Bupati Jayapura Yunus Wonda saat berada di Kampung Omon, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua, Kamis (8/1/2026).
Pembangunan ruas jalan yang menghubungkan Kampung Bangai dan Kampung Omon di Distrik Gresi Selatan itu merupakan perhatian Pemerintah Kabupaten Jayapura untuk membuka akses kampung yang terisolir dan jauh dari perkotaan.
Kampung Omon di Distrik Gresi Selatan merupakan satu dari tiga kampung dengan warga masyarakat adat yang masih hidup secara nomaden atau berpindah-pindah tempat tinggal. Jumlah warga Kampung Omon mencapai 294 orang, dengan 56 kepala keluarga. Secara keseluruhan jumlah penduduk Distrik Gresi Selatan mencapai 1.400 jiwa, tersebar di Kampung Klaisu, Iwon, Bangai, dan Kampung Omon.
Pada Rabu (7/1/2026), Bupati Jayapura Yunus Wonda bersama sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) melakukan kunjungan kerja ke Kampung Omon. Rombongan itu berangkat dari Kantor Dinas Perhubungan di Distrik Waibhu pada pukul 05.00 WP. Setelah menempuh perjalanan selama empat jam, rombongan tiba di Kampung Bangai. Rombongan itu baru tiba di Kampung Omon pada pukul 19.00 WP.
“Jarak tempuh dari Kampung Bangai ke Kampung Omon tidak begitu jauh. Karena akses jalan belum terbuka, [waktu tempuhnya lama sehingga] perjalanan terasa berat, jauh, dan melelahkan,” ujar Bupati Yunus di Kampung Omon.
Dia menegaskan Pemerintah Kabupaten Jayapura dan Balai Jalan Provinsi Papua akan membangun jalan ke Kampung Omon, agar warga di sana bisa mendapatkan pelayanan publik. Menurut Wonda, akses jalan yang terbuka akan meningkatkan pelayanan pendidikan, kesehatan, ekonomi dan pelayanan publik lain di Kampung Omon, sehingga kampung itu bisa sejajar dengan kampung lainnya.
Dikatakan, akses jalan yang terbuka adalah harapan seluruh warga di Kampung Omon, sehingga mempermudah seluruh akses pelayanan. Baik itu kesehatan, pendidikan serta ekonomi yang selama ini belum tersentuh, sehingga kualitas hidup masyarakat bisa terjamin dengan baik.
“Bagaimana guru, tenaga medis dan lain sebagainya bisa masuk ke Omon jika kondisi jalan belum terbuka sepenuhnya. Jika akses jalan bisa terbuka, maka seluruh kebutuhan dasar seperti jaringan listrik, air bersih serta jaringan komunikasi dengan sendirinya akan masuk,” katanya.
Kepala Distrik Gresi Selatan, Yohanes Awoitauw mengaku mustahil menjalankan roda pemerintahan dan pembangunan di Kampung Omon tanpa akses jalan yang memadai. Secara administratif, Kampung Omon sudah ditetapkan sebagai kampung sejak 1993, namun belum tersentuh pelayanan publik dan pembangunan yang layak.
Jhon, sapaan akrab Yohanes Awoitauw, menjelaskan bahwa masyarakat adat di Kampung Omon tersebar di sejumlah kampung lain, karena berupaya mendapatkan akses layanan seperti kesehatan dan pendidikan serta menjalankan kegiatan ekonomi. Situasi itu justru menjadi kendala yang serius bagi administrasi pemerintahan Kampung Omon untuk menjalankan pelayanan publik di sana.
Jhon menyebut warga Kampung Omon tersebar di berbagai kampung di Distrik Nimboran, Ketuk, Kemtuk Gresi,hingga di bagian perkotaan, lantaran mereka ingin mendapatkan pelayanan pendidikan dan kesehatan. “Kehadiran Bupati Jayapura yang langsung bertemu masyarakat di Kampung Omon dan berkomitmen membuka jalan akan menjadi semangat dan terobosan bagi kami untuk terus mendukung rencana itu,” katanya.
Kepala Kampung Omon, Frans Tabisu mengapresiasi kehadiran Bupati Jayapura, Yunus Wonda yang mau menerobos medan berat menuju Kampung Omon. Tabisu mengaku sejak Kampung Omon terbentuk pada 1993, baru kali ini kampung itu didatangi Bupati Jayapura.
Tabisu berharap pembangunan jalan menuju Kampung Omon akan diikuti pembangunan fasilitas penunjang lainnya, seperti fasilitas pendidikan dan kesehatan. Ia menuturkan selama ini anak-anak di Kampung Omon harus pergi jauh dari kampungnya untuk mendapatkan pendidikan yang layak. Warga yang sakit juga harus pergi jauh untuk bisa berobat, dan ada sejumlah warga sakit yang akhirnya meninggal dalam perjalanan menuju fasilitas kesehatan terdekat.
“Kondisi kampung omon selama 33 tahun belum mendapat sentuhan pembangunan. Kami berharap agar ke depannya Kampung Omon bisa [mendapatkan pelayanan publik yang] sama seperti kampung lain di Kabupaten Jayapura,” ujar Frans Tabisu. (*)











Discussion about this post