Jubi Papua
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
PRICING
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Features

Kunjungi Puncak Jaya, Mensos Risma jawab pergumulan 40 tahun Sekolah Alkitab Mulia

August 19, 2022
Waktu Membaca: 4 mins read
0
Penulis: - Editor:
Mensos Risma di Mulia Papua

Mensos Risma saat mengunjungi kunjungi Puncak Jaya, Papua - Yulan/Jubi.

Mulia, Jubi – Sepanjang jalur pedestrian jalan raya, dari Bandara Mulia hingga Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mulia, di Kabupaten Puncak Jaya, Papua dihiasi jajaran pelajar Taman Kanak-kanak, sekolah dasar hingga sekolah menengah atas, pada Jumat, 12 Agustus 2022.

Di bawah langit biru cerah tanah Papua, pelajar yang didampingi para guru itu bernyanyi dan melambaikan bendera-bendera kecil merah putih sebagai bentuk sambutan kepada Menteri Sosial RI, Tri Rismaharini, pada kunjungan pertama kalinya di daerah yang mengusung moto: Yabu Euruok, yang berarti: Ayo Kita Kerja.

RELATED POSTS

Indigenous women lead cleanup of polluted ‘Women’s Forest’ in Jayapura

Seminar Examines Protection of Women and Child Victims under Indonesia’s New Criminal Code

Warga Puncak Jaya dilaporkan tewas ditembak, Satgas Damai Cartenz: Masuk DPO

Sambutan juga disiapkan para pelajar calon penginjil di dalam kompleks Sekolah Alkitab Mulia, Papua yang menjadi pusat kunjungan kerja Menteri Risma bersama tim relawan kesehatan dari gabungan sejumlah instansi pemerintah dan swasta.

Sekolah Alkitab Mulia, yang telah berumur 59 tahun ini menjadi tempat pertama yang dikunjungi Mensos Risma bersama Andreas Sofiandi yang mengetuai tim kesehatan, didampingi Bupati Yuni Wonda dan Wakil Bupati Deinas Geley beserta unsur Forkopimda Puncak Jaya.

Dalam kunker yang tidak lebih dari dua jam itu, rupanya mendatangkan jawaban atas pergumulan dan doa pihak Sekolah Alkitab Mulia.

Risma di Puncak Jaya Papua
Mensos Risma saat disambut Mama-mama Papua di Mulia, Puncak Jaya – Jubi/Yulan.

Listrik, aula penamatan hingga honai
Riuh tepuk tangan dan ucapan terima kasih dari pelajar sekolah alkitab dan warga spontan terdengar tatkala Mensos Risma menjawab bakal memenuhi kebutuhan pengajar dan pelajar sekolah alkitab tersebut.

Sambil duduk, Miriam Wonda, salah seorang pengajar menyampaikan satu per satu pergumulan mereka. Mulai dari kebutuhan penerangan atau listrik, pembangunan aula penamatan siswa alkitab, hingga pembangunan honai—yang menjadi asrama pelajar, sebanyak 45 unit.

“Waktu tahun 2000an, [saat] kabupaten ini mau jadi [dimekarkan], pemerintah bongkar bikin jalan. Misi, yang buka sekolah Alkitab, buat PLTA tenaga air, khusus untuk sekolah ini. Jadi, waktu itu kami semua [nikmati listrik] masih jalan [menyala] terus sampai pagi. Tapi, waktu buka jalan itu, mereka minta izin dan [sekolah izinkan] boleh silahkan buka, tapi [pemerintah] belum ganti [sampai sekarang],” ujar Miriam Wonda.

Hingga saat ini, aktivitas belajar para pelajar sekolah alkitab efektif dilakukan pada pagi hingga sore hari di dua unit bangunan berdinding papan dan beratap seng dengan pencahayaan melalui jendela kaca lover.

Sementara malam hari, para pelajar terbatas dengan penerangan di asrama sekolah, berbentuk honai. Cahaya api tungku menjadi satu-satunya penerangan dalam rumah tradisional tersebut.

Usai mendengar penjelasan, Mensos Risma langsung menjawab harapan Miriam dan pihak sekolah alkitab.

“Kita mau pasang lagi [PLTA], Mama….” jawab Mensos Risma. “Tapi nanti saya lihat dulu, kalau memang nanti efektif pakai micro hydro, kita akan bangun micro hydro. Tapi kalau nanti lebih efektif pakai solar cell, besar, jadi nanti bisa bukan kecil-kecil, tapi bisa besar, nanti kita akan gunakan solar cell,” kata Risma.

Permintaan kedua pun langsung dijawab Risma.  “Baik, Mama. Saya bantu,” jawab Risma kala mendengar sekolah yang telah menamatkan 1.035 siswa penginjil ini tak memiliki aula sekolah.

Dijelaskan Miriam, penamatan seribuan siswa dari 54 angkatan itu selalu dilakukan di halaman terbuka karena tak memiliki gedung atau aula. Dalam situasi itu, pihak tak jarang mendapati cuaca yang kurang bersahabat seperti hujan dan angin kencang.

Kabar gembira lain yang membuat wajah Miriam tersenyum bahagia ketika permohonan ketiga-nya juga dipenuhi oleh Mensos Risma.
Miriam menjelaskan sulitnya para siswa mendapatkan kayu di hutan sekitar Mulia akibat penebangan berbagai pihak.

“Semakin hari, di gunung-gunung ini, pohon-pohon ditebang terus. Kalau 3-4 tahun kemudian, honai itu rubuh. Jadi, kalau untuk pengganti bangun rumah [honai asrama] kembali siswa pergi cari alat [kayu bahan] bangun honai itu terlalu jauh,” ucapnya.

“Ya, ya sudah. Saya bantu, Mama,” ucap singkat Risma.

Dengan wajah semringah, Miriam berharap, Risma kembali kala honai asrama maupun aula penamatan akan diresmikan.

“Jadi, kalau untuk meresmikan, kami akan mengundang [Menteri Sosial Republik Indonesia], suatu hari, kalau Tuhan berkenan,” katanya, diiringi tepuk tangan pelajar di halaman sekolah alkitab.

Sementara itu, Kepala Sekolah Alkitab Pdt. Enor Wonda turut berterima kasih atas perhatian dan jawaban pergumulan doa selama bertahun-tahun itu.

Selain tiga pergumulan di atas, Pdt. Enor Wonda mengatakan, pihaknya pun berharap agar dibantu pipa air bersih sepanjang 250 meter dari sumber mata air ke komplek sekolah alkitab.

Permohonan tersebut, kata pendeta, telah disampaikan melalui proposal yang telah diserahkan kepada Mensos Risma.

“Keempat, bantuan air bersih kami sudah kami sudah sampaikan di dalam proposal. Kami sudah sampaikan itu,” katanya.

“Terima kasih Ibu Menteri Sosial RI [Tri Rismaharini] yang hadir kunjungan di sekolah Alkitab. Hari ini hasil doa kami sepanjang 54 tahun sudah terjawab melalui Ibu Menteri Sosial. Semoga Tuhan berikan umur panjang, berikan kekuatan kesehatan baru di tempat baru dimana saja mereka kiranya Tuhan Yesus memberkati,” lagi kata Pdt. Enor Wonda.

Mensos Risma di Papua
Mensos Risma saat memberikan bantuan bagi anak-anak di Puncak Jaya, Papua – Jubi/Yulan.

Solar panel, motor trail listrik

Dalam pertemuan itu, Risma juga berjanji akan memasang solar panel di 10 titik dan memasang orbit sehingga siswa dan anak-anak bisa terhubung dengan internet. Ia berharap, listrik dan penerangan bisa hadir di seluruh Puncak Jaya dan daerah lain di Indonesia.

Kementerian Sosial juga telah menyiapkan 17 motor trail listrik yang nantinya bisa digunakan untuk distribusi logistik.

“Nantinya, tiap pusat gereja akan dipasang charging untuk meng-charge sehingga tidak perlu bahan bakar,” kata Risma.

Mensos juga menyampaikan bahwa Kementerian Sosial telah membangun lumbung sosial di Kabupaten Puncak Jaya.  Lumbung sosial menyediakan logistik berupa 1.000 paket makanan siap saji, 1.000 pasang pakaian dewasa, 1.000 lembar selimut, 500 pasang pakaian anak, 304 paket makanan anak, dan 3 set tenda serba guna.

Mensos Risma juga menyerahkan secara simbolis bantuan sosial senilai lebih dari Rp500 juta. Bantuan tersebut berupa makanan ringan dan susu, pakaian dewasa berupa baju dan celana, pakaian anak, bola kaki, raket bulutangkis, net bulutangkis, shuttlecock, ayunan anak, dan perosotan anak.

Sementara itu, Wakil Bupati Puncak Jaya, Deinas Geley mengatakan sejak berdiri di Mulia, sekolah alkitab yang berada di dalam kota Mulia belum pernah dikunjungi pemerintah pusat. Menurutnya, perhatian bagi sekolah ini terbilang terbatas.

“Karena itu, kunjungan Ibu Menteri Risma bersama Pak Andreas Sofiandi dengan tim kesehatan ini menjadi catatan sejarah bagi kami, terutama gereja dan masyarakat Puncak Jaya. Untuk itu, saya sebagai wakil bupati dan mewakili masyarakat Puncak Jaya, kami sampaikan terima kasih untuk perhatian Ibu Menteri Sosial serta Pak Andreas dan tim,” kata Geley. (*)

Tags: MensosPapuaPuncak JayaSekolah Alkitab MuliaTri Rismaharini
ShareTweetSendShareShare
News Desk

News Desk

Related Posts

Papua
Domberai

Kasih Rumbai Koteka, menyalakan harapan anak putus sekolah di Papua Barat

April 12, 2026
pedagang pakaian
Features

Potret lesu pedagang pakaian kaki lima jelang Idulfitri di Jayapura

March 17, 2026
TBc
Penkes

Akademisi kesehatan: TBc di Kabupaten Jayapura kritis, tapi belum darurat

March 6, 2026
Kasus TBC
Penkes

1.350 kasus baru TBC ditemukan di Kabupaten Jayapura pada 2025

March 6, 2026
RSUD Yowari
Mamta

Pelayanan IGD RSUD Yowari berjalan normal usai pemukulan terhadap tenaga medis

February 26, 2026
RSUD Yowari
Mamta

Dokter dan perawat RSUD Yowari dianiaya keluarga pasien

February 26, 2026

Recommended Stories

IPB

Pemprov Papua Barat tantang alumni IPB rumuskan konsep pengembangan pertanian

January 31, 2024
Tempo

Tempo kembali diteror, kali ini kiriman bangkai tikus di kardus motif mawar

March 23, 2025
Raja Ampat

Anak muda suarakan krisis tambang di Raja Ampat

August 3, 2025

Popular Stories

  • Pesta Babi

    ‘Pesta Babi’ di Yogyakarta, membuka mata publik melihat persoalan Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Indonesia Raya : Ketika lagu kebangsaan menjadi luka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tokoh Gereja dan Pimpinan Mahasiswa Tolikara Kecam Pernyataan Pangdam XVII Cenderawasih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PAHAM Papua desak Komnas HAM RI dan panglima TNI gerak cepat sikapi video penyiksaan warga sipil di Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Panglima WPA tegaskan Indonesia harus hargai OAP, jika tidak perang total!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Jubi Papua

We bring you the best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc. Visit our landing page to see all features & demos.

LEARN MORE »

Recent Posts

  • PBSI Papua Barat dorong Pengcab siapkan atlet hadapi event regional hingga nasional
  • Indigenous women lead cleanup of polluted ‘Women’s Forest’ in Jayapura
  • Seminar Examines Protection of Women and Child Victims under Indonesia’s New Criminal Code

Categories

  • 2007
  • Advertorial
  • Animha
  • Bali NTT
  • Berita Papua
  • Bomberai
  • Domberai
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Features
  • Headline
  • Indepth Story
  • Infografis
  • Jayapura Membangun
  • Kabupaten Jayapura
  • Kabupaten Jayawijaya
  • Kabupaten Merauke
  • KMAN VI
  • Lapago
  • Lingkungan
  • Majelis Rakyat Papua
  • Mamta
  • Mappi
  • Meepago
  • Memilih untuk Indonesia
  • Menyapa Nusantara
  • Nasional & Internasional
  • Nusa
  • Olahraga
  • Opini
  • Pacnews
  • Papua
  • Papua Tengah
  • Pasifik
  • Pemilu
  • Penkes
  • Perempuan dan Anak
  • Polhukam
  • Provinsi Papua
  • Rilis Pers
  • Saireri
  • Seni & Budaya
  • Tanah Papua
  • Uncategorized

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara