Jubi Papua
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
PRICING
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Pedagang di Pasar Misi Wamena mengeluh omzet turun

July 3, 2024
Waktu Membaca: 2 mins read
0
Penulis: Imma Pelle - Editor: Kristianto Galuwo
Pasar Misi

Pasar Misi Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, sepi karena tidak ada aktivitas jual beli, Rabu (3/7/2024) siang.-Jubi/Imma Pelle

Wamena, Jubi – Sejumlah pedagang di kios sembako, sayur-mayur, serta buah-buahan di Pasar Misi Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, mengaku omzet selama tiga pekan terakhir sejak 12 Juni sampai 3 Juli 2024 menurun drastis. Penurunan omzet ini bahkan mencapai 95 persen disebabkan sepinya pembeli.

Kondisi tersebut dampak dari konflik antarwarga Distrik Asolokobal dan Wouma, yang terjadi sejak 12 Juni 2024 hingga sekarang. Aktivitas jual beli di pasar tersendat karena masyarakat masih trauma.

RELATED POSTS

Akses jalan alternatif Lanny Jaya dan Jayawijaya rusak sejak November 2025

BGN: Satu ton sayur dikelola setiap hari pada Program MBG Jayawijaya

Pemprov: Tahap awal Sekolah Rakyat telah berjalan di Papua Pegunungan

“Situasi pasar sangat sepi, tidak ada aktivitas jual beli di Pasar Misi terjadi sejak awal konflik antarwarga itu sampai sekarang. Akibatnya. semua barang dagangan kami tidak laku karena tidak ada pembeli,” kata pedagang sembako, Ahmad, di Pasar Misi Wamena, pada Rabu (3/7/2024) siang.

Ia mengaku jika tidak ada konflik antarwarga, omzet per harinya bisa mencapai Rp5 juta, dan paling rendah Rp2,5 juta. Namun sejak kejadian itu, untuk meraup keuntungan seperti biasanya cukup sulit.

“Sampai hari ini, kita mau dapat uang 100 ribu saja sangat susah, kadang sehari itu kita hanya dapat uang 100 sampai 300 ribu saja, kadang tidak dapat sama sekali karena tidak ada pembeli,” katanya.

Ia berharap pemerintah daerah maupun provinsi, segera mencari solusi penyelesaian konflik antarwarga tersebut agar tidak berlarut-larut. Masyarakat juga bisa beraktivitas seperti biasanya, atau tidak menjadi korban dari konflik tersebut.

“Kami masyarakat kecil ini sangat berharap dan meminta agar pemerintah segera tangani kedua belah pihak, agar masalah ini cepat selesai karena kasihan masyarakat juga kemarin ada yang datang sembunyi-sembunyi, katanya, di tempatnya sudah kehabisan bahan makanan, jadi efeknya ke masyarakat dan kami para pedangang sembako ini,” katanya.

Salah satu pedagang sayur-mayur dan buah-buahan, Eka Sulastri, juga mengalami hal serupa. Ia bahkan tidak bisa berdagang lagi, karena sepi pembeli.

“Jadi saya mulai hari ketiga konflik itu sudah tidak jualan sayur-mayur lagi, karena saya tidak ambil sayur dari masyarakat [sekitar], yang bawa [stok] dari Kurima dan Kampung Air Garam. Tapi khusus buah [stoknya] dari Jayapura, jadi saya jualan di minggu pertama saja, dan sekarang sudah tidak jualan lagi karena tidak ada pembeli, dan sebagian besar [dagangan] sudah busuk semua,” katanya.

Akibat konflik tersebut para pedagang sangat merasakan dampaknya, karena itu satu-satunya mata pencaharian mereka. Apalagi mereka harus membayar kontrak atau sewa tempat.

“Dalam sehari itu [sebelumnya] kami bisa dapat uang Rp1—2 juta, tetapi sekarang ini mau dapat uang 100 ribu saja sangat susah, bahankan tidak dapat uang sama sekali,” katanya. (*)

Tags: JayawijayaPapua PegununganPasar Misi Wamena
ShareTweetSendShareShare
Kristianto Galuwo

Kristianto Galuwo

Related Posts

Kabupaten Tolikara
Lapago

Mahasiswa desak penegakan hukum kasus penembakan di Tolikara

April 22, 2026
Penembakan
Lapago

Warga Puncak Jaya dilaporkan tewas ditembak, Satgas Damai Cartenz: Masuk DPO

April 21, 2026
Puncak
Lapago

Ribuan warga Puncak berdemonstrasi tuntut militer hentikan kekerasan

April 20, 2026
IMPW
Lapago

IMPW Jayapura tolak pembangunan Mapolda dan perkantoran di tanah Wouma–Wio

April 1, 2026
Uncen
Ekonomi

Mahasiswa Uncen olah pisang raja jadi ‘Royal Bananique’, belajar bisnis dari bangku kuliah

March 30, 2026
beras
Lapago

Warga jarah beras bantuan di Keneyam, Nduga

March 28, 2026

Discussion about this post

Recommended Stories

PUPR Manokwari

PUPR Manokwari alokasikan Rp9 miliar bangun jalan di Distrik Mokwam

January 17, 2024
Kasus Kredit Fiktif Bank Papua

Perkara 3 tersangka kasus kredit fiktif Bank Papua segera disidangkan

September 21, 2023
kereta

Berburu tiket kereta mudik Tahun Baru Imlek di China

December 26, 2022

Popular Stories

  • Pesta Babi

    ‘Pesta Babi’ di Yogyakarta, membuka mata publik melihat persoalan Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Indonesia Raya : Ketika lagu kebangsaan menjadi luka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tokoh Gereja dan Pimpinan Mahasiswa Tolikara Kecam Pernyataan Pangdam XVII Cenderawasih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PAHAM Papua desak Komnas HAM RI dan panglima TNI gerak cepat sikapi video penyiksaan warga sipil di Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Panglima WPA tegaskan Indonesia harus hargai OAP, jika tidak perang total!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Jubi Papua

We bring you the best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc. Visit our landing page to see all features & demos.

LEARN MORE »

Recent Posts

  • PBSI Papua Barat dorong Pengcab siapkan atlet hadapi event regional hingga nasional
  • Indigenous women lead cleanup of polluted ‘Women’s Forest’ in Jayapura
  • Seminar Examines Protection of Women and Child Victims under Indonesia’s New Criminal Code

Categories

  • 2007
  • Advertorial
  • Animha
  • Bali NTT
  • Berita Papua
  • Bomberai
  • Domberai
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Features
  • Headline
  • Indepth Story
  • Infografis
  • Jayapura Membangun
  • Kabupaten Jayapura
  • Kabupaten Jayawijaya
  • Kabupaten Merauke
  • KMAN VI
  • Lapago
  • Lingkungan
  • Majelis Rakyat Papua
  • Mamta
  • Mappi
  • Meepago
  • Memilih untuk Indonesia
  • Menyapa Nusantara
  • Nasional & Internasional
  • Nusa
  • Olahraga
  • Opini
  • Pacnews
  • Papua
  • Papua Tengah
  • Pasifik
  • Pemilu
  • Penkes
  • Perempuan dan Anak
  • Polhukam
  • Provinsi Papua
  • Rilis Pers
  • Saireri
  • Seni & Budaya
  • Tanah Papua
  • Uncategorized

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara