Jubi Papua
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
PRICING
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Mama-mama Kampung Pugima tumpang jualan depan ruko di Wamena

September 18, 2024
Waktu Membaca: 2 mins read
0
Penulis: Ratty Auparai - Editor: Kristianto Galuwo
Pugima

Mama-mama dari Kampung Pugima, Distrik Walelagama, menumpang berjualan hasil kebun mereka di depan ruko di Kota Wamena, Jayawijaya, Papua Pegunungan, Rabu (18/9/2024). -Jubi/Ratty Auparai

Wamena, Jubi – Mama-mama pedagang asal Kampung Pugima, Distrik Walelagama, terpaksa harus menumpang berjualan di depan ruko di di Kota Wamena, Jayawijaya, Papua Pegunungan. Dari pantauan Jubi pada Rabu (18/9/2024), mereka menggelar aneka ragam hasil kebun mereka di depan ruko.

Salah satu pedagang, Mage Isage (52), mengatakan setiap pagi mereka naik angkutan umum dari kampung, lalu menuju ke Kota Wamena untuk berdagang.

RELATED POSTS

Akses jalan alternatif Lanny Jaya dan Jayawijaya rusak sejak November 2025

Mama pedagang di Waropen tak miliki tempat layak setelah Pasar Urfas terbakar

BGN: Satu ton sayur dikelola setiap hari pada Program MBG Jayawijaya

“Kami ikut [naik] taksi [angkutan umum] dari kampung pagi-pagi jam tujuh, bayar Rp20 ribu per orang, yang kami jual hasil kebun seperti sayur, ubi, buah, kacang tanah, dan ada kayu bakar,” katanya.

Isage menjelaskan mereka lebih memilih berjualan menumpang di depan ruko, karena ongkos angkutan umum menuju ke sana lebih murah. Selain itu, jualan mereka lebih cepat laku ketimbang harus berdagang di Pasar Potikelek.

“Sayur kami jual seharga Rp10 ribu per ikat, kacang tanah per ikat Rp10 ribu, umbi-umbian Rp20 ribu per tumpuk, buah Rp10 ribu, dan kayu bakar Rp20 ribu. Per hari kami bisa bawa pulang Rp200 ribu, kalau jualan laku semua kami bisa bawa pulang Rp300 ribu, hasil jualan kami gunankan untuk beli gula, kopi, teh, sabun, dan beras,” ujarnya.

Biasanya jika jualan mereka tidak laku, mereka akan menjualnya ke rumah warga di Karujaya, atau mereka terpaksa ke Pasar Potikelek untuk lanjut berjualan di sana. Untuk menuju pasar, mereka terpaksa harus membayar ongkos angkutan umum sebesar Rp40 ribu.

“Saya punya anak ada enam orang yang paling tua sudah berkeluarga. Lima orang masih sekolah, untuk tambahan biaya sekolah saya jualan hasil kebun, juga usaha ternak madu di rumah. Harga madu per botol yang kecil Rp200 ribu, besar Rp300, satu jeriken Rp1,2 juta. Untuk bulan ini madu belum banyak terisi, karena sering hujan,” katanya.

Salah seorang warga sekitar sekaligus pembeli, Merry Haluk (30), berharap pemerintah bisa memperhatikan mama-mama pedagang ini. Menurutnya jika ada pasar yang berdekatan dengan kampung mereka, maka mereka tidak perlu lagi berjualan ke Pasar Potikelek atau ke tempat lainnya yang jauh dari kampung.

“Mama-mama yang jualan di sini juga bantu kami warga di sini, jika beli sayur tinggal jalan kaki saja, itu sangat menghemat uang ojek ke pasar. Terus kasihan juga kalau hujan, biasa mereka berlindung di depan kos atau kios warga di sini, tapi tetap mereka kena hujan juga, karena sengnya juga tidak panjang keluar, kalau hujan tetap mama-mama ini kena hujan,” katanya. (*)

Tags: JayawijayaKampung PugimaMama-mama pedagangPapua Pegunungan
ShareTweetSendShareShare
Kristianto Galuwo

Kristianto Galuwo

Related Posts

Kabupaten Tolikara
Lapago

Mahasiswa desak penegakan hukum kasus penembakan di Tolikara

April 22, 2026
Penembakan
Lapago

Warga Puncak Jaya dilaporkan tewas ditembak, Satgas Damai Cartenz: Masuk DPO

April 21, 2026
Puncak
Lapago

Ribuan warga Puncak berdemonstrasi tuntut militer hentikan kekerasan

April 20, 2026
IMPW
Lapago

IMPW Jayapura tolak pembangunan Mapolda dan perkantoran di tanah Wouma–Wio

April 1, 2026
Uncen
Ekonomi

Mahasiswa Uncen olah pisang raja jadi ‘Royal Bananique’, belajar bisnis dari bangku kuliah

March 30, 2026
beras
Lapago

Warga jarah beras bantuan di Keneyam, Nduga

March 28, 2026

Discussion about this post

Recommended Stories

Covid-19, RSUD Abepura

RSUD Abepura diminta percepat pembayaran insentif Covid-19

December 20, 2023
Bendungan Sadawarna

Jokowi resmikan Bendungan Sadawarna di Subang

December 27, 2022
Pelabuhan Jayapura, Pas Masuk Pelabuhan

Pelabuhan Jayapura uji coba pembayaran pas masuk pelabuhan dengan e-money 

December 10, 2024

Popular Stories

  • Pesta Babi

    ‘Pesta Babi’ di Yogyakarta, membuka mata publik melihat persoalan Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Indonesia Raya : Ketika lagu kebangsaan menjadi luka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tokoh Gereja dan Pimpinan Mahasiswa Tolikara Kecam Pernyataan Pangdam XVII Cenderawasih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PAHAM Papua desak Komnas HAM RI dan panglima TNI gerak cepat sikapi video penyiksaan warga sipil di Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Panglima WPA tegaskan Indonesia harus hargai OAP, jika tidak perang total!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Jubi Papua

We bring you the best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc. Visit our landing page to see all features & demos.

LEARN MORE »

Recent Posts

  • PBSI Papua Barat dorong Pengcab siapkan atlet hadapi event regional hingga nasional
  • Indigenous women lead cleanup of polluted ‘Women’s Forest’ in Jayapura
  • Seminar Examines Protection of Women and Child Victims under Indonesia’s New Criminal Code

Categories

  • 2007
  • Advertorial
  • Animha
  • Bali NTT
  • Berita Papua
  • Bomberai
  • Domberai
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Features
  • Headline
  • Indepth Story
  • Infografis
  • Jayapura Membangun
  • Kabupaten Jayapura
  • Kabupaten Jayawijaya
  • Kabupaten Merauke
  • KMAN VI
  • Lapago
  • Lingkungan
  • Majelis Rakyat Papua
  • Mamta
  • Mappi
  • Meepago
  • Memilih untuk Indonesia
  • Menyapa Nusantara
  • Nasional & Internasional
  • Nusa
  • Olahraga
  • Opini
  • Pacnews
  • Papua
  • Papua Tengah
  • Pasifik
  • Pemilu
  • Penkes
  • Perempuan dan Anak
  • Polhukam
  • Provinsi Papua
  • Rilis Pers
  • Saireri
  • Seni & Budaya
  • Tanah Papua
  • Uncategorized

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara