Jubi Papua
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
PRICING
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Bomberai

Pemprov se-Tanah Papua deklarasi pengelolaan kolaboratif percepatan pembangunan berkelanjutan

February 16, 2026
Waktu Membaca: 3 mins read
0
Penulis: Admin Jubi - Editor: Arjuna Pademme
pembangunan

Foto bersama, dengan para pemangku kepentingan yang terlibat dalam kegiatan Pertemuan Gubernur se-Tanah Papua

Jayapura, Jubi – Pemerintah provinsi atau pemprov se-Tanah Papua mendeklarasikan pengelolaan kolaboratif untuk percepatan pembangunan berkelanjutan.

Deklarasi ini dilaksanakan saat pertemuan gubernur enam provinsi se-Tanah Papua di Manokwari, ibu kota Provinsi Papua Barat, ditandai penandatangan piagam kolaborasi untuk percepatan pembangunan berkelanjutan di Tanah Papua, Kamis (12/2/2026).

RELATED POSTS

Kolaborasi PTFI dan PSSI perkuat fondasi sepak bola di Papua

Pers dan Ombudsman mesti perkuat kerjasama cegah maladministrasi

Hutan Tanah Papua benteng terakhir yang mesti diselamatkan

Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan mengatakan Papua dan Papua Barat telah memulai kesepakatan berkelanjutan bersama. Namun karena adanya pemekaran provinsi di Tanah Papua menjadi enam provinsi, sehingga harus melanjutkan sinergi dan koordinasi.

Katanya, kesepakatan ini dibangun melalui rangkaian pertemuan dan konsolidasi yang dimulai sejak 2025, dengan tujuan agar Tanah Papua dikelola sebagai satu kesatuan bentang hidup ekonomi, sosial, budaya dan ekologis yang utuh.

Dengan begitu,  arah pembangunan berkelanjutan lintas provinsi selaras dengan visi Papua Emas 2041 (Rancangan Induk Pembangunan Papua/RIPP), untuk Tanah Papua yang maju, mandiri dan bermartabat.

Menurutnya, Tanah Papua sebagai benteng terakhir hutan hujan tropis utuh terbesar di kawasan Asia-Pasifik, kini berada pada titik krusial dalam menyeimbangkan tanggung jawab konservasi global dengan kebutuhan peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat lokal.

Menjawab tantangan tersebut, Pemerintah Provinsi Papua Barat menginisiasi rangkaian agenda strategis melalui pendekatan Joined-up Government yang berpuncak pada Pertemuan Gubernur se-Tanah Papua.

“Inisiatif kolaborasi tidak berhenti diupayakan di Tanah Papua, kami menjajaki kembali melalui 9 pesan Lembah Baliem. Pertemuan ini juga diharapkan dapat memperkuat koordinasi antara pemerintah provinsi di Tanah Papua bisa sejalan dengan semangat kerjasama yang selama ini dibangun melalui Asosiasi Gubernur se-Tanah Papua,” kata Dominggus Mandacan dalam siaran pers tertulis, Minggu (15/2/2026).

Pertemuan Gubernur se-Tanah Papua ini disebut sebagai momentum strategis untuk menjembatani pertukaran pengetahuan antara komunitas ilmiah dan pengambil kebijakan. Melalui dukungan riset dan solusi iklim berbasis alam.

Harapannya forum ini dapat memperkuat dasar pengambilan keputusan stakeholder yang berorientasi jangka panjang dan berbasis bukti ilmiah, sehingga sejalan dengan visi Papua 2100 dan Deklarasi Manokwari.

Sinergi antara sains dan kebijakan menjadi kunci untuk memastikan perlindungan keanekaragaman hayati Papua berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Momentum ini dinilai semakin relevan di tengah transisi pemerintahan nasional di bawah Presiden Prabowo Subianto serta pasca penyelenggaraan UNFCCC COP30 di Brasil, yang menempatkan Tanah Papua pada posisi strategis untuk mengonversi komitmen global menjadi aksi nyata di tingkat tapak.

Melalui inisiasi Papua Delivery Unit (badan kolaborasi), hasil-hasil utama dari Konferensi Internasional Nature-based Climate Solutions (NbCS) akan dirangkum dan diintegrasikan ke dalam rumusan kesepakatan bersama para Gubernur.

“Fokus utama pertemuan ini adalah memastikan komitmen politik dari enam Pemerintah Provinsi di Tanah Papua diperkuat oleh data dan temuan ilmiah yang kredibel, guna mendorong pembangunan berkelanjutan dan pertumbuhan ekonomi yang tidak bergantung pada deforestasi,” ujarnya.

Kegiatan ini merupakan rangkaian dari Konferensi Internasional ke-12 dan Konferensi Internasional Nature-based Climate Solutions (NbCS), yang dirancang untuk mempertemukan sains, kebijakan, dan komitmen politik dalam satu forum terpadu.

Agenda ini bertujuan memperkuat kolaborasi lintas provinsi di Tanah Papua dalam merumuskan arah pembangunan berkelanjutan yang melindungi alam sekaligus mendorong ekonomi non-deforestasi.

Tanah Papua merupakan kawasan hutan tropis terbesar ketiga di dunia dengan sekitar 39 juta hektare hutan, 80 persen di antaranya masih berupa hutan utuh yang menyimpan sekitar 15 miliar ton karbon dan berperan penting bagi iklim global, keanekaragaman hayati, serta kehidupan sekitar 250 kelompok masyarakat adat yang bergantung pada hutan.

Sebagai wilayah dengan tutupan pohon terbesar di Indonesia dan tingkat endemisme tinggi, Tanah Papua memiliki nilai ekologis dan sosial yang sangat strategis.

Namun di tengah status otonomi khusus dan dorongan pembangunan ekonomi, kawasan ini menghadapi tekanan peningkatan deforestasi dan konflik lahan akibat ekspansi perkebunan, pertambangan, food estate, dan infrastruktur. (*)

Tags: hutan papuakolaborasiPemprov se-Tanah Papuapercepatan pembangunan
ShareTweetSendShareShare
News Desk

News Desk

Related Posts

Migas
Bomberai

DBH Migas Papua Barat belum berpihak pada kabupaten penghasil

April 17, 2026
anak
Bomberai

Usai berikan racun tikus, pemuda tega setubuhi mayat anak di Bintuni

April 14, 2026
Pemerhati anti korupsi di Tanah Papua, Yan C. Warinussy  - Jubi/IST
Bomberai

Warinussy ingatkan Pemkab Teluk Bintuni risiko utang ke kontraktor

March 30, 2026
fakfak
Bomberai

Perda larangan sudah ada, Wabup Fakfak akui penanganan Minol masih sulit

March 5, 2026
fakfak
Bomberai

Masyarakat Adat keberatan investasi PT STM Agro Energi di Fakfak

March 3, 2026
BP Indonesia
Bomberai

BP Indonesia klaim telah sosialisasi eksplorasi seismik di Teluk Arguni

February 18, 2026

Discussion about this post

Recommended Stories

DOB

DOB berikan ruang OAP menduduki jabatan struktural

July 20, 2022
Yapen

Seleksi DPRK Kepulauan Yapen Mekanisme Pengangkatan diproses di tingkat distrik

October 6, 2024
keamanan

Keamanan berperan penting dalam pertumbuhan pariwisata

April 21, 2023

Popular Stories

  • Pesta Babi

    ‘Pesta Babi’ di Yogyakarta, membuka mata publik melihat persoalan Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Indonesia Raya : Ketika lagu kebangsaan menjadi luka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tokoh Gereja dan Pimpinan Mahasiswa Tolikara Kecam Pernyataan Pangdam XVII Cenderawasih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PAHAM Papua desak Komnas HAM RI dan panglima TNI gerak cepat sikapi video penyiksaan warga sipil di Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Panglima WPA tegaskan Indonesia harus hargai OAP, jika tidak perang total!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Jubi Papua

We bring you the best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc. Visit our landing page to see all features & demos.

LEARN MORE »

Recent Posts

  • PBSI Papua Barat dorong Pengcab siapkan atlet hadapi event regional hingga nasional
  • Indigenous women lead cleanup of polluted ‘Women’s Forest’ in Jayapura
  • Seminar Examines Protection of Women and Child Victims under Indonesia’s New Criminal Code

Categories

  • 2007
  • Advertorial
  • Animha
  • Bali NTT
  • Berita Papua
  • Bomberai
  • Domberai
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Features
  • Headline
  • Indepth Story
  • Infografis
  • Jayapura Membangun
  • Kabupaten Jayapura
  • Kabupaten Jayawijaya
  • Kabupaten Merauke
  • KMAN VI
  • Lapago
  • Lingkungan
  • Majelis Rakyat Papua
  • Mamta
  • Mappi
  • Meepago
  • Memilih untuk Indonesia
  • Menyapa Nusantara
  • Nasional & Internasional
  • Nusa
  • Olahraga
  • Opini
  • Pacnews
  • Papua
  • Papua Tengah
  • Pasifik
  • Pemilu
  • Penkes
  • Perempuan dan Anak
  • Polhukam
  • Provinsi Papua
  • Rilis Pers
  • Saireri
  • Seni & Budaya
  • Tanah Papua
  • Uncategorized

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara