Jubi Papua
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
PRICING
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Animha

Bia dan Kapak Batu: Suara Dokter Perempuan dari Tanah Asmat

November 7, 2025
Waktu Membaca: 3 mins read
0
Penulis: Emanuel Riberu - Editor: Angela Flassy
Asmat

dr. Intan Andaru semasa bertugas menyempatkan waktu bersama anak-anak di Asmat. - Jubi/foto dr. Intan

Merauke, Jubi – Di sebuah kampung pedalaman Asmat, seorang anak bertanya polos kepada dr. Intan Andaru: “Indonesia itu di mana, Dok?” Pertanyaan sederhana itu menancap di benak dokter muda asal Banyuwangi itu, membuka lembaran perjalanan yang kemudian menjadi novel ‘Bia dan Kapak Batu’.

Intan datang ke Asmat pertama kali pada 2018, bukan sebagai penulis, melainkan dokter relawan. Tujuannya jelas. Ia ingin menyelamatkan nyawa, namun juga belajar mendengar dan melihat realitas masyarakat Asmat dari dekat. Dari pelayanan medis, ia menemukan realitas sosial – ketimpangan, pergeseran budaya, dan tantangan pembangunan yang tidak selalu menyentuh akar masalah.

RELATED POSTS

Gubernur Meki Nawipa resmikan pesantren dan sambut berdirinya SMP-SMA Riyadhul Qur’an

Batik Air resmi beroperasi di Papua Tengah

Realisasi pendapat daerah Papua Tengah melampaui target

“Saya merasa tidak mungkin datang ke Asmat hanya untuk menulis. Saya harus berbuat sesuatu,” kata dr. Intan kepada Jubi dalam sebuah wawancara panjang melalui telepon.

Selama dua bulan di Sawaerma, Intan terjun langsung melayani pasien, sekaligus mengamati kehidupan masyarakat. Ia mencatat kisah anak-anak yang bermain sambil membawa alat tradisional, perempuan yang menyiapkan sagu untuk keluarga, dan interaksi dengan tenaga medis serta relawan NGO. Setiap peristiwa, setiap percakapan, menjadi bahan penting bagi tulisannya.

Setahun setelah penugasan pertamanya, Intan kembali ke Asmat sebagai dokter PTT di RSUD Agats. Selain praktik medis, ia menghabiskan waktu dengan teman-teman NGO, tenaga medis lain, masyarakat hingga para pekerja seks untuk berdiskusi tentang berbagai masalah sosial. Topik diskusi terkait gegar budaya, ketergantungan pangan, prostitusi, kekerasan, diskriminasi, hingga eksploitasi perempuan dan sumber daya alam.

“Saya menangkap kegelisahan itu sebagai dokter, tapi saya menulis sebagai perempuan Asmat. Saya banyak berteman dengan remaja perempuan untuk memahami pandangan mereka tentang adat, agama, bahkan seksualitas,” jelasnya.

Intan juga menyaksikan ironinya pembangunan, seperti kios yang menjual bahan makanan dengan harga berlipat dan minuman energi untuk anak-anak, tenaga medis yang seharusnya kampanye antirokok justru menjual rokok, serta proyek kayu gaharu yang mengeksploitasi alam dan perempuan pekerja seks. Semua itu membentuk lapisan realitas yang kompleks, yang tidak mudah ditangani hanya dengan niat baik.

“Bantuan yang datang sering kali tidak diimbangi pengetahuan tentang masyarakat. Mereka belum tentu siap. Itu yang membuat pembangunan di sini terasa tak menyentuh akar persoalan,” katanya.

Melalui pengalaman ini, ia memahami bahwa pendekatan pembangunan yang Jakarta-sentris sering tidak sesuai dengan kondisi lokal. Bantuan sering diberikan tanpa memahami adat, budaya, atau kemampuan masyarakat dalam memanfaatkannya.

buku
Novel Bia dan Kapak Batu karya Dokter Intan Andaru

Bia dan Kapak Batu: Simbol Kehidupan dan Konflik Sosial

Judul novel memadukan dua simbol, yakni Bia (kerang, perhiasan tradisional), dan Kapak Batu (alat esensial hidup yang juga digunakan sebagai mas kawin tradisional). Simbol ini bukan sekadar ornamen, tetapi mencerminkan konflik dan tantangan yang dihadapi perempuan Asmat setelah menikah, kehidupan sehari-hari mereka, dan perubahan budaya yang mereka alami.

“Referensi tertulis tentang hal ini memang sedikit. Saya banyak mendapatkan cerita langsung dari masyarakat. Ini menjadi cermin bagi pembaca tentang bagaimana perempuan menghadapi realitas mereka,” ujar Intan.

Dalam novel ini, Intan menyoroti fenomena sosial seperti gastrokolonialisme, di mana bantuan pangan dan modernisasi menggantikan sistem pangan lokal dan menciptakan ketergantungan. Ia menulis kisah ini dari sudut pandang seorang perempuan Asmat, sehingga cerita terasa autentik, tidak seperti catatan medis atau laporan sosial biasa.

“Saya menulis bukan sebagai dokter. Profesi saya hanya mempermudah saya dekat dengan masyarakat. Mereka sering was-was dengan orang asing, tapi ketika tahu saya dokter, mereka lebih terbuka,” tuturnya.

Ia juga berdialog dengan ketua adat untuk memahami perubahan kondisi masyarakat, harapan mereka, dan tantangan yang mereka hadapi, sehingga novel ini menjadi potret kehidupan nyata, bukan sekadar cerita fiktif.

Menulis, Mengabdi, dan Memberi Suara

Novel ini bukan sekadar kritik sosial. Bagi Intan, Bia dan Kapak Batu adalah potret realitas masyarakat Asmat yang mengingatkan pembaca bahwa niat baik tidak cukup tanpa pemahaman mendalam tentang manusia yang ingin ditolong.

“Untuk menolong, niat saja tidak cukup. Harus ada pengetahuan dan kemampuan untuk menganalisa,” ujarnya.

Setelah menulis novel ini, Intan tetap fokus pada pendidikan spesialis urologi di Surabaya. Novel ini telah diluncurkan di Ubud Writers & Readers Festival 2025, menandai perjalanan panjang dari dokter relawan menjadi penulis yang menyuarakan Asmat ke panggung internasional. Novel Bia dan Kapak Batu bakal diterbitkan Gramedia Pustaka Utama di bulan ini.

Bia dan Kapak Batu menghadirkan suara perempuan dan masyarakat Asmat yang jarang terdengar, menantang pembaca memahami pembangunan, budaya, dan kemanusiaan dari perspektif lokal. Intan Andaru membuktikan bahwa menulis dan menjadi dokter bukan dua hal terpisah, melainkan dua cara untuk menyentuh kehidupan orang lain.

Profil Singkat dr. Intan Andaru
dr. Intan Andaru, M.Ked.Klin. Lahir di Banyuwangi, 20 Februari 1990. Calon dokter spesialis urologi yang pernah menjadi relawan di Asmat. Penulis karya sastra termasuk:33 Senja di Halmahera (Gramedia, 2017) Perempuan Bersampur Merah (Gramedia, 2019) Bia dan Kapak Batu (Gramedia, 2025), Penerima Hibah Perempuan Pelaku Kebudayaan, Emerging Writer Indonesia Ubud Writers & Readers Festival 2021, serta berbagai penghargaan literasi lainnya. (*)

Tags: Bia dan Kapak BatudokterKabupaten Asmatnovel papuaProvinsi Papua Tengah
ShareTweetSendShareShare
Arga Reysamputra

Arga Reysamputra

Related Posts

Pembangunan
Animha

Benarkah proyek pembangunan di Tanah Papua untuk masyarakat

April 21, 2026
PTUN Jayapura
Animha

PTUN Jayapura kembali gelar sidang gugatan terhadap SK Bupati Merauke

April 21, 2026
Kampung Yobeh
Mamta

Masyarakat Kampung Yobeh sambut wisatawan mancanegara dengan atraksi budaya

April 16, 2026
Merauke
Animha

Penggugat minta pembangunan jalan di Merauke dihentikan selama persidangan

April 14, 2026
Sidang gugatan terhadap SK Bupati Merauke
Animha

Sidang gugatan terhadap SK Bupati Merauke kembali digelar

April 14, 2026
Merauke
Animha

Gugatan masyarakat adat terhadap SK bupati Merauke mulai disidangkan

March 31, 2026

Discussion about this post

Recommended Stories

DOB

DOB berikan ruang OAP menduduki jabatan struktural

July 20, 2022
Yapen

Seleksi DPRK Kepulauan Yapen Mekanisme Pengangkatan diproses di tingkat distrik

October 6, 2024
keamanan

Keamanan berperan penting dalam pertumbuhan pariwisata

April 21, 2023

Popular Stories

  • Pesta Babi

    ‘Pesta Babi’ di Yogyakarta, membuka mata publik melihat persoalan Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Indonesia Raya : Ketika lagu kebangsaan menjadi luka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tokoh Gereja dan Pimpinan Mahasiswa Tolikara Kecam Pernyataan Pangdam XVII Cenderawasih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PAHAM Papua desak Komnas HAM RI dan panglima TNI gerak cepat sikapi video penyiksaan warga sipil di Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Panglima WPA tegaskan Indonesia harus hargai OAP, jika tidak perang total!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Jubi Papua

We bring you the best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc. Visit our landing page to see all features & demos.

LEARN MORE »

Recent Posts

  • PBSI Papua Barat dorong Pengcab siapkan atlet hadapi event regional hingga nasional
  • Indigenous women lead cleanup of polluted ‘Women’s Forest’ in Jayapura
  • Seminar Examines Protection of Women and Child Victims under Indonesia’s New Criminal Code

Categories

  • 2007
  • Advertorial
  • Animha
  • Bali NTT
  • Berita Papua
  • Bomberai
  • Domberai
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Features
  • Headline
  • Indepth Story
  • Infografis
  • Jayapura Membangun
  • Kabupaten Jayapura
  • Kabupaten Jayawijaya
  • Kabupaten Merauke
  • KMAN VI
  • Lapago
  • Lingkungan
  • Majelis Rakyat Papua
  • Mamta
  • Mappi
  • Meepago
  • Memilih untuk Indonesia
  • Menyapa Nusantara
  • Nasional & Internasional
  • Nusa
  • Olahraga
  • Opini
  • Pacnews
  • Papua
  • Papua Tengah
  • Pasifik
  • Pemilu
  • Penkes
  • Perempuan dan Anak
  • Polhukam
  • Provinsi Papua
  • Rilis Pers
  • Saireri
  • Seni & Budaya
  • Tanah Papua
  • Uncategorized

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara