Jubi Papua
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
PRICING
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Uncategorized

Tiga suku besar di Papua Tengah sepakat berdamai atas kasus Topo Nabire

December 14, 2023
Waktu Membaca: 3 mins read
0
Penulis: Abeth You - Editor: Edho Sinaga
Perdamaian di Topo Papua Tengah

Pj Gubernur Papua Tengah, Dr. Ribka Haluk menyaksikan perwakilan warga dari tiga suku menandatangi kesepakatan bersama di aula Mapolres Nabire, Kamis, (14/12/2023) - Jubi/Abeth You

Nabire, Jubi – Setelah tujuh bulan konflik yang terjadi di Topo, distrik Uwapa, Nabire, Papua Tengah akibat sengketa tapal batas tanah, akhirnya ketiga suku di antaranya suku Mee, Wate dan Dani, sepakat berdamai. Perdamaian ini menjadi kebahagiaan semua pihak khususnya bagi Pemerintah Provinsi Papua Tengah dan Kabupaten bersama aparat TNI/Polri.

Penjabat (Pj) Gubernur Papua Tengah, Dr. Ribka Haluk memimpin langsung proses perdamaian antara Suku Mee, Suku Dani dan Suku Wate atas konflik di Topo Distrik Uwapa, Kabupaten Nabire yang telah terjadi sejak 5 Juni 2023 lalu.

RELATED POSTS

Wapres: Pembangunan rusun ASN Papua Tengah untuk pemerataan kesejahteraan

BKPSDM benahi data kepegawaian di lingkungan Pemprov Papua Tengah

Kabupaten Mimika daerah dengan penduduk terbanyak di Papua Tengah

Perdamaian itu digelar aula Mapolres Nabire, Kamis, (14/12/2023) dihadiri masing-masing kepala suku yang sebelumnya bertikai. Rapat perdamaian yang digelar kurang lebih 2 jam itu berbuah hasil yang baik, yakni ketiganya bersepakat berdamai dan saling hidup rukun kembali.

“Puji Tuhan konflik di Topo selesai. Ketiganya sudah saling menerima berdamai dan akan hidup rukun. Kita tentu bahagia, apalagi ini sudah memasuki bulan Natal dan saya pikir perdamaian ini menjadi kado natal yang indah bagi masyarakat,” kata Haluk.

Menurut Haluk, setelah perdamaian yang difasilitasi pemerintah ini terwujud, selanjutnya masyarakat Suku Mee, Dani dan Wate akan melakukan acara perdamaian di dalam suku masing-masing. Ia berharap apa yang terjadi di Topo menjadi pelajaran bagi seluruh masyarakat yang ada di Papua Tengah.

“Saya harapkan konflik berkepanjangan seperti ini tidak boleh lagi terjadi. Kalau ada masalah saya harap segera diatasi dengan baik, kita pemerintah ada disini. Bahkan ada aparat kepolisian atau pihak-pihak yang berkompeten, jadi tidak boleh lagi masalah diselesaikan dengan cara fisik hingga terjadi pertumpahan darah,” katanya.

Ia menekankan kepada masyarakat di delapan kabupaten jika ada masalah-masalah di lingkungan dan keluarga harus diselesaikan dengan baik.

“Dan pada kesempatan ini, kami berterima kasih kepada Kapolres, Dandim, Kejaksaan dan semua pihak yang dengan sabar menghadapi masyarakat, hingga akhirnya perdamaian terjadi,” katanya.

Pada perdamaian itu telah disepakati lima poin, yakni pertama bersepakat bahwa atas hak ulayat antara Suku Wate dan Suku Mee adalah Bukit Rindu. Kedua bersepakat bahwa pelepasan tanah adat seluas 1.000 x 3.000 m persegi di Distrik Uwapa, Kabupaten Nabire merupakan milik dari Ishak Talenggen.

Poin ketiga bersepakat bahwa wilayah pendulangan KM 64, KM 74, KM 80 dan KM 86 merupakan tanah milik Suku Mee dan oleh siapa pun ingin beraktivitas mencari kayu atau emas harus mendapat persetujuan dari Suku Mee.

Poin keempat bersepakat untuk menerima uang perdamaian sebesar Rp 2,3 miliar yang diperuntukan untuk acara perdamaian sesuai dengan kearifan lokal. Poin kelima bersepakat bahwa dengan ditandatanganinya surat perjanjian damai ini, permasalahan Suku Mee, Suku Dani dan Wate selesai.

Pj Sekda Provinsi Papua Tengah, Anwar Harun Damanik mengatakan dengan adanya perdamaian ini, maka tanggap darurat konflik Topo ditutup.

Ia berharap konflik di Topo tak terulang lagi dan masyarakat bisa kembali hidup rukun dan saling bergandengan tangan untuk membangun daerah ini.

“Jadi anggaran Rp 2,3 miliar yang diperuntukan bagi masyarakat Suku Mee, Suku Dani dan Suku Wate merupakan anggaran penyelesaian konflik Topo. Selanjutnya anggaran itu akan digunakan masing-masing suku untuk melakukan prosesi adat diinternal suku masing-masing,” katanya.

 

Pemerintah dan tiga suku deklarasi damai

Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Papua Tengah, Thephilus Lukas Ayomi membacakan deklarasi damai yang diikuti seluruh perwakilan pemerintah dan tiga suku besar yakni Suku Mee, Suku Dani dan Suku Wate.

Berikut isi deklarasi damai tersebut :

Kami Masyarakat Kampung Kepala Air Topo Dengan Masyarakat Kampung Topo Distrik Uwapa Kabupaten Nabire Provinsi Papua Tengah menyatakan:

1) Kami bersepakat Damai dan tidak akan bertikai kembali serta menyatakan konflik telah selesai.

2) Kami sepakat menjalin Persaudaraan sebagai Masyarakat Adat di Tanah Papua.

3) Kami bersepakat menjaga toleransi kekerabatan dan kerukunan untuk hidup berdampingan.

4) Kami berjanji akan menjaga Kamtibmas tetap aman damai dan kondusif di wilayah Kabupaten Nabire.

5) Penyerahan dana perdamaian dari Pemprov Papua Tengah dan Pemkab Nabire kepada Perwakilan Suku Mee, Suku Dani, dan Suku Wate. (*/Abeth You)

Tags: NabirePapua Tengahperdamaiantapal batas tanahTopo
ShareTweetSendShareShare
Reinardo Sinaga

Reinardo Sinaga

Related Posts

gemu
Uncategorized

Badan pengurus baru GEMU-BESPY Jayapura resmi dilantik

October 7, 2024
Yapen
Saireri

Seleksi DPRK Kepulauan Yapen Mekanisme Pengangkatan diproses di tingkat distrik

October 6, 2024
BKPSDM
Uncategorized

BKPSDM Pemprov Papua Tengah Gelar Sosialisasi Aplikasi e-kinerja ASN

March 20, 2024
TP PKK Papua Tengah
Uncategorized

TP-PKK Papua Tengah minta TP-PKK di 3 kabupaten sukseskan 4 program prioritas nasional

March 18, 2024
Ribka Haluk
Uncategorized

Pemprov Papua Tengah pastikan harga Bapok jelang Ramadan dan Idul Fitri masih stabil

March 7, 2024
Bantuan untuk Korban Bencana Tanah Longsor
Uncategorized

Mahasiswa Papua di Sumatera kirim bantuan untuk korban longsor Intan Jaya

March 1, 2024

Recommended Stories

Persipura

Liga 2 sudah dekat, Manajemen Persipura fokus pagari pemain

June 8, 2022
KPUD Merauke

KPUD Merauke bakal laksanakan Kirab Pemilu pada 1 Maret

February 25, 2023
Politik

Isu politik dan olahraga, pemikat paling dinanti para pembaca Papua

April 30, 2024

Popular Stories

  • Pesta Babi

    ‘Pesta Babi’ di Yogyakarta, membuka mata publik melihat persoalan Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Indonesia Raya : Ketika lagu kebangsaan menjadi luka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tokoh Gereja dan Pimpinan Mahasiswa Tolikara Kecam Pernyataan Pangdam XVII Cenderawasih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PAHAM Papua desak Komnas HAM RI dan panglima TNI gerak cepat sikapi video penyiksaan warga sipil di Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Panglima WPA tegaskan Indonesia harus hargai OAP, jika tidak perang total!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Jubi Papua

We bring you the best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc. Visit our landing page to see all features & demos.

LEARN MORE »

Recent Posts

  • PBSI Papua Barat dorong Pengcab siapkan atlet hadapi event regional hingga nasional
  • Indigenous women lead cleanup of polluted ‘Women’s Forest’ in Jayapura
  • Seminar Examines Protection of Women and Child Victims under Indonesia’s New Criminal Code

Categories

  • 2007
  • Advertorial
  • Animha
  • Bali NTT
  • Berita Papua
  • Bomberai
  • Domberai
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Features
  • Headline
  • Indepth Story
  • Infografis
  • Jayapura Membangun
  • Kabupaten Jayapura
  • Kabupaten Jayawijaya
  • Kabupaten Merauke
  • KMAN VI
  • Lapago
  • Lingkungan
  • Majelis Rakyat Papua
  • Mamta
  • Mappi
  • Meepago
  • Memilih untuk Indonesia
  • Menyapa Nusantara
  • Nasional & Internasional
  • Nusa
  • Olahraga
  • Opini
  • Pacnews
  • Papua
  • Papua Tengah
  • Pasifik
  • Pemilu
  • Penkes
  • Perempuan dan Anak
  • Polhukam
  • Provinsi Papua
  • Rilis Pers
  • Saireri
  • Seni & Budaya
  • Tanah Papua
  • Uncategorized

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara