Jayapura, Jubi – Dinas Administrasi Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung Provinsi Papua Tengah mencatat Kabupaten Mimika menjadi daerah dengan penduduk terbanyak di provinsi itu hingga semester II 2025.
Sekretaris Dinas Administrasi Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung Provinsi Papua Tengah, Yeremias Mote mengatakan, jumlah penduduk Papua Tengah pada semester II 2025, adalah 1.384.227, terdiri dari 730.678 laki-laki dan 653.549 perempuan.
Dari jumlah itu, penduduk Kabupaten Mimika mencapai 323.503 jiwa, terdiri dari 169.947 laki-laki dan 153.556 perempuan.
“Data [penduduk Papua Tengah] ini mencakup seluruh populasi di delapan kabupaten yang ada di wilayah Papua Tengah,” kata Yeremias Mote, Kamis (9/4/2026).
Menurutnya, berdasarkan data sebaran penduduk di tujuh kabupaten lain di Papua Tengah, jumlah penduduk Kabupaten Nabire adalah 181.589 jiwa terdiri dari 94,519 laki-laki dan 87,070 perempuan, Kabupaten Puncak Jaya 221.045 jiwa, terdiri dari 118.228 laki-laki dan 102.817 perempuan, Kabupaten Paniai 70.315 jiwa, terdiri 70.315 laki-laki dan 58.133 perempuan.
Kabupaten Puncak 179.357 jiwa, terdiri dari 94.588 laki-laki dan 84.769 perempuan, Kabupaten Dogiyai 117.771 jiwa, terdiri dari 61.397 laki-laki dan 56.374 perempuan, Kabupaten Intan Jaya 138.742 jiwa dengan 66.425 laki-laki dan 66.425 perempuan, dan Kabupaten Deiyai 93.772 jiwa dengan 49.367 laki-laki dan 44.405 perempuan.
“Kabupaten Puncak Jaya menjadi daerah di Papua Tengah dengan penduduk terbanyak kedua, setelah Mimika, kemudian Kabupaten Nabire berada pada urutan ketiga,” ucapnya.
Katanya, data ini merupakan hasil rekapitulasi resmi dan menjadi landasan penting dalam perencanaan pembangunan dan pelayanan publik di Papua Tengah.
“Data kependudukan ini menjadi sangat penting sebagai dasar perencanaan pembangunan, pembagian alokasi anggaran, serta penentuan kebijakan publik di seluruh wilayah Papua Tengah ke depannya tepat sasaran, dan sesuai kebutuhan masyarakat,” ujarnya. (*)











Discussion about this post