Jubi Papua
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
PRICING
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Seni & Budaya

Sejarah kontak orang Marind Anim dengan orang asing, Phu A Anim

March 20, 2025
Waktu Membaca: 3 mins read
0
Penulis: Dominggus A Mampioper - Editor: Edho Sinaga
Asisten I Sekda Provinsi Papua Selatan, Agustinus Joko Guritno, menandatangani penolakan PSN, didampingi Wakil Menteri HAM Mugiyanto Sipin dan Ketua Komnas HAM RI Agnike Nova Sigiro, di Gedung Petrus Vertenten, Merauke, Jumat (14/3/3035) siang. – Jubi/dam

Asisten I Sekda Provinsi Papua Selatan, Agustinus Joko Guritno, menandatangani penolakan PSN, didampingi Wakil Menteri HAM Mugiyanto Sipin dan Ketua Komnas HAM RI Agnike Nova Sigiro, di Gedung Petrus Vertenten, Merauke, Jumat (14/3/3035) siang. – Jubi/dam

Jayapura, Jubi – Antropolog Dr. Agr Laksmi Adriani Savitri, M.Si., menyebut bahwa orang Marind Anim adalah kelompok pertama di Bumi Animha yang berinteraksi dengan orang asing.

“Kedatangan mereka tentu sulit dibedakan, apakah sebagai kawan atau lawan, di tengah interaksi dengan berbagai etnis,” katanya kepada Jubi.id pekan lalu di Merauke.

RELATED POSTS

Pemprov Papua Selatan dorong penanganan gizi buruk

Warga Mappi sampaikan berbagai keluhan kepada Wagub Papua Selatan

Masyarakat adat Malind gugat SK Bupati Merauke di PTUN Jayapura

Sejak masa lampau, wilayah ini telah menerima berbagai kedatangan, mulai dari program kolonisasi era Belanda hingga transmigrasi yang dijalankan oleh pemerintah Indonesia. “Saat ini, wilayah ini juga menjadi bagian dari Proyek Strategis Nasional,” tambahnya.

Tak hanya manusia, berbagai spesies asing juga diperkenalkan ke wilayah ini, salah satunya adalah rusa. Mamalia ini menjadi ikon Merauke, yang kini dijuluki sebagai Kota Rusa.

“Rusa bukan hewan mamalia asli Merauke,” ungkap Dr. Budi Darmawan, dosen Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara Jakarta, dalam sebuah diskusi di Gedung Petrus Vertenten, Merauke. “Hewan ini berasal dari luar Papua.”

Dalam bukunya Konservasi Alam dan Pembangunan di Irian Jaya, pakar lingkungan Prof. Dr. Ronald G. Petocz mencatat bahwa rusa (Cervus timorensis) diperkenalkan oleh Belanda pada 1928. Populasinya berkembang pesat di Tenggara Papua Selatan hingga Papua Nugini.

“Saat itu, rusa diburu secara besar-besaran,” tulis Petocz. Kini, pemerintah Indonesia telah melarang perburuan satwa tersebut.

Menurut Buletin Kabar dari Kampung (KdK) Yayasan Pengembangan Masyarakat Desa (YPMD), kontak pertama orang Marind Anim dengan orang asing terjadi pada 15 Oktober 1892, saat Pos Pemerintahan Belanda dibuka di Kampung Serilika.

Kontak berikutnya terjadi pada 1902, ketika Pastor Carlos van der Heydem, S.J., dan Komandan Abe mendirikan pos pelabuhan di Kota Merauke.

Pada 21 Februari 1902, sekelompok orang dari Pulau Jawa tiba di Merauke, mengikuti perjalanan orang-orang Belanda dengan kapal uap Van Doorn. “Ini adalah kontak ketiga antara orang Marind dan orang asing,” tulis KdK.

Seiring berjalannya waktu, semakin banyak misionaris dan kelompok pendatang yang tiba di wilayah ini. Pastor Mathias Neyens, yang datang pada 1904, memimpin misa pertama pada 19 November 1905.

Tokoh adat dari Suku Auwyu, Kabupaten Mappi, menyatakan penolakan terhadap PSN di wilayah adatnya. – Jubi/dam
Tokoh adat dari Suku Auwyu, Kabupaten Mappi, menyatakan penolakan terhadap PSN di wilayah adatnya. – Jubi/dam

Pada 1908, pemerintah Belanda kembali mendatangkan orang Jawa dan menempatkan mereka di Kuprik. Pada tahun yang sama, 47 orang dari Pulau Rote tiba di Merauke, memperkenalkan minuman saguer dan sopi yang diolah dari pohon kelapa kepada orang Marind.

Dua tahun kemudian, orang-orang Jawa kembali didatangkan dan ditempatkan di Spadem serta Mopah Lama. Mereka bertani, membuka sawah, dan beternak untuk mendukung kebutuhan pegawai pemerintah Belanda.

Rusa pertama kali diperkenalkan pada 1913, kemudian pada 1920 dan 1928, sebagaimana dicatat oleh Petocz.

Pada 1913, terjadi wabah penyakit kelamin yang menyerang masyarakat Marind Anim. Penyakit ini menyebar akibat pergaulan bebas dan ritual tertentu.

Pada 1914, pemerintah Belanda mengirim dokter Sitanalah ke Merauke untuk mengobati masyarakat yang terjangkit. Baru pada 1921 penyakit ini diidentifikasi sebagai penyakit kelamin.

Untuk mencegah penyebaran, pada 1917 pemerintah menempatkan 20 kepala keluarga (KK) Marind yang masih sehat di sebuah desa khusus. Pada 1919, jumlah ini bertambah menjadi 100 KK.

Max Mahuze, tokoh masyarakat yang kini menetap di Muting, memperkirakan bahwa hampir 40 persen populasi Marind Anim kala itu meninggal akibat wabah ini.

“Artinya, hanya sekitar 60 persen yang tersisa, sementara sumber daya alam tetap melimpah,” kata Mahuze.

Pada 1925, guru-guru katekese dari Kei dan bruder dari Belanda datang ke Merauke. Pada tahun yang sama, para pedagang luar mulai berdagang dengan masyarakat setempat, memperkenalkan barang seperti pisau, celana, dan kain kebaya.

Pada 1943, pemerintah Belanda meneliti tanah di sekitar Sungai Digul, Bian, dan Muting untuk pengembangan pertanian. Namun, penelitian ini terhenti karena pendudukan Jepang pada 1942.

Pasca Perang Dunia II, Belanda kembali menjalankan proyek persawahan di Kumbe dan Kuprik, mendatangkan orang Jawa ke Merauke. Dari sinilah muncul istilah Jamer (Jawa Merauke).

Setelah Belanda hengkang, pemerintah Indonesia melanjutkan program transmigrasi. Pada Pelita III (1978–1982), sebanyak 5.306 KK atau 21.582 jiwa ditempatkan di 13 Unit Pemukiman Transmigrasi (UPT) di Merauke. Jumlah ini bertambah pada Pelita IV dan V hingga mencapai puluhan ribu jiwa.

Memasuki era reformasi, masyarakat Marind Anim mulai menolak program transmigrasi, terutama di Sota I Merauke yang berbatasan dengan sumber air minum Rawa Biru.

Pada 1980-an, Hak Pengusahaan Hutan (HPH) mulai masuk ke Merauke, mencakup lahan seluas 3,8 juta hektare di wilayah yang saat itu meliputi Asmat, Mappi, dan Boven Digoel.

Pada 2010, proyek Merauke Integrated Food and Energy Estate (MIFEE) diluncurkan dengan luas 1,2 juta hektare. Kini, proyek tersebut berkembang menjadi Proyek Strategis Nasional (PSN) dengan luasan mencapai dua juta hektare.

Rencana ini mendapat penolakan keras dari masyarakat adat Papua Selatan. (*)

Tags: Marind AnimMeraukePapua SelatanPSN
ShareTweetSendShareShare
Reinardo Sinaga

Reinardo Sinaga

Related Posts

Kampung Yobeh
Mamta

Masyarakat Kampung Yobeh sambut wisatawan mancanegara dengan atraksi budaya

April 16, 2026
Topeng roh Doro
Headline

Time for Papua : Jejak Orang Asli Papua di komunitas global sejak puluhan ribu tahun lalu ada di Leiden, Belanda

February 26, 2026
Bahasa Daerah
Mamta

Penerapan perda bahasa daerah di Tanah Papua sebagai upaya melindungi identitas OAP

February 9, 2026
Seni
Seni & Budaya

Anak-anak Kampung Yokiwa belajar seni dengan pendekatan alam

December 21, 2025
Seni
Seni & Budaya

Kolaborasi para seniman lahirkan karya makna air dalam kehidupan

December 21, 2025
residensi seni
Seni & Budaya

Alyakha Art Center gelar residensi seni ‘Wali No’

December 16, 2025

Discussion about this post

Recommended Stories

Bali United tetap serius lawan Persipura

February 24, 2022
KONI Papua

KONI Papua siap bantu pembentukan Pengprov Cabor Provinsi DOB

March 27, 2023
Puncak

Sembilan warga Puncak dilaporkan tewas tertembak saat operasi militer, salah satunya balita

April 18, 2026

Popular Stories

  • Pesta Babi

    ‘Pesta Babi’ di Yogyakarta, membuka mata publik melihat persoalan Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Indonesia Raya : Ketika lagu kebangsaan menjadi luka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tokoh Gereja dan Pimpinan Mahasiswa Tolikara Kecam Pernyataan Pangdam XVII Cenderawasih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PAHAM Papua desak Komnas HAM RI dan panglima TNI gerak cepat sikapi video penyiksaan warga sipil di Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Panglima WPA tegaskan Indonesia harus hargai OAP, jika tidak perang total!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Jubi Papua

We bring you the best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc. Visit our landing page to see all features & demos.

LEARN MORE »

Recent Posts

  • PBSI Papua Barat dorong Pengcab siapkan atlet hadapi event regional hingga nasional
  • Indigenous women lead cleanup of polluted ‘Women’s Forest’ in Jayapura
  • Seminar Examines Protection of Women and Child Victims under Indonesia’s New Criminal Code

Categories

  • 2007
  • Advertorial
  • Animha
  • Bali NTT
  • Berita Papua
  • Bomberai
  • Domberai
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Features
  • Headline
  • Indepth Story
  • Infografis
  • Jayapura Membangun
  • Kabupaten Jayapura
  • Kabupaten Jayawijaya
  • Kabupaten Merauke
  • KMAN VI
  • Lapago
  • Lingkungan
  • Majelis Rakyat Papua
  • Mamta
  • Mappi
  • Meepago
  • Memilih untuk Indonesia
  • Menyapa Nusantara
  • Nasional & Internasional
  • Nusa
  • Olahraga
  • Opini
  • Pacnews
  • Papua
  • Papua Tengah
  • Pasifik
  • Pemilu
  • Penkes
  • Perempuan dan Anak
  • Polhukam
  • Provinsi Papua
  • Rilis Pers
  • Saireri
  • Seni & Budaya
  • Tanah Papua
  • Uncategorized

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara