Jubi Papua
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
PRICING
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Seni & Budaya

Alyakha Art Center gelar residensi seni ‘Wali No’

December 16, 2025
Waktu Membaca: 3 mins read
0
Penulis: Aida Ulim - Editor: Arjuna Pademme
residensi seni

Fasmaqullah, seniman asal Kalimantan yang lebih berfokus pada pendidikan seni anak, melakukan sesi perkenalan dan saling bertukar nama bersama anak-anak di Kampung Yokiwa, Kota Jayapura, Papua Senin (15/12/2025).-Aida Ulim

Jayapura, Jubi – Komunitas seni rupa Alyakha Art Center menggelar residensi seni bertema bahasa Sentani ‘Wali No’ atau nafas kehidupan. Residensi seni ini digelar di Kampung Yokiwa, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Senin (15/12/2025) hingga Sabtu (20/12/2025).

Residensi ini melibatkan kolaborasi antara seniman muda Papua, dengan anak-anak Sanggar Nafas Danau Sentani.

RELATED POSTS

Sisa makanan penyumbang sampah terbesar di Kabupaten Jayapura

Kampung Yobeh masuk dalam pengembangan sanggar budaya di Kabupaten Jayapura

Puluhan wisatawan asing kunjungi sejumlah destinasi wisata di Jayapura

Ketua Alyakha Art Center, Markus Rumbino mengatakan program residensi ini berangkat dari kosmologi masyarakat adat Sentani yang memaknai aliran Sungai Itauwifili sebagai nafas kehidupan Danau Sentani. Pemahaman tersebut diwariskan secara turun-temurun melalui cerita rakyat atau folklore akhoykoy.

Menurutnya, melalui program ini Alyakha Art Center membuka ruang dialog antara tradisi dan praktek seni kontemporer, serta menjadi salah satu upaya merawat pengetahuan lokal untuk menghidupkan kembali nilai-nilai budaya masyarakat adat di wilayah Kenambai Umbai.

“[Kegiatan] uni berangkat dari kepercayaan masyarakat adat Kampung Yokiwa yang percaya Sungai Itaufili sebagai simbol penting keseimbangan ekologi Danau Sentani,” kata Markus Rumbino.

Katanya, Sungai Itaufili memiliki peran penting sebagai penyeimbang debit air Danau Sentani, khususnya dalam mengalirkan air dari danau menuju laut.

Selain itu, keberadaan sungai ini tidak hanya penting secara ekologis, juga memiliki nilai budaya dan kosmologis bagi masyarakat adat Sentani.

“Dalam program ini kami melibatkan sejumlah seniman lintas daerah, diantaranya Albertho Wanma, serta Fasmaqullah, seniman asal Kalimantan yang aktif berkarya dan mengembangkan pendidikan seni untuk anak-anak di Yogyakarta. Ada juga seniman lokal Sentani Agus Ohe,” ujarnya.

Dalam program tersebut para seniman berkolaborasi dengan anak-anak di Sanggar Nafas Danau Sentani, serta Rumah Baca Kampung Yokiwa. Puncak acara akan diisi presentasi dan pameran karya seni, serta pertunjukan folklor akhoykoy.

“Folklor akhoykoy menyimpan nilai-nilai ekologis dan sejarah masyarakat adat Sentani, termasuk kisah Sungai Itaufili, suara alam, dan burung-burung yang dipercaya menyampaikan pesan kehidupan. Nilai-nilai tersebut masih relevan dalam konteks kehidupan modern saat ini,” ucapnya.

Katanya, karya-karya yang dihasilkan dalam residensi ini memanfaatkan bahan-bahan organik dari alam, serta limbah plastik yang ditemukan di danau maupun daratan.

Program ini diharapkan menjadi ruang refleksi, sekaligus ekspresi kegelisahan generasi muda Kampung Yokiwa terhadap kondisi lingkungan dan masa depan budaya masyarakat.

Sementara itu, profesi visual artist seniman, Alberto Wanma mengatakan Alyakha Art Center secara konsisten telah menghadirkan seniman dari berbagai latar belakang, untuk berkreasi bersama, khususnya dengan seniman muda setempat.

Katanya, kegiatan tersebut memperluas wawasan seni rupa, dengan menghubungkan pengalaman seni tradisi lokal dengan perkembangan seni kontemporer, yang berkembang di luar daerah, sehingga memiliki perspektif yang lebih luas.

“Dengan kolaborasi seperti ini, bisa menciptakan komposisi yang seimbang antara praktik penciptaan karya dan kajian seni. Sekitar satu minggu [kami] akan mendampingi para peserta dalam menggali dan mengolah potensi seni yang mereka miliki,” kata Alberto Wanma.

Menurutnya, sekitar 80 persen karya yang dihasilkan berasal dari para peserta lokal, sementara peran seniman hanya mendorong proses eksplorasi dan pengembangan ide.

Karya yang akan dirumuskan bersama peserta direncanakan berbentuk instalasi seni visual. Karya tersebut akan mengangkat tema siklus hidup masyarakat Sentani secara umum, dan secara khusus kehidupan di Kampung Yokiwa.

“Proses pengkaryaan akan melibatkan berbagai kelompok usia, yang dibagi berdasarkan pertimbangan teknis dan kemampuan fisik,” ucapnya.

Menurutnya, untuk peserta usia anak-anak lebih difokuskan pada mewarnai, menggambar, serta pengenalan simbol dan motif yang berasal dari lingkungan Kampung Yakiwa.

Sementara itu, kelompok remaja hingga dewasa akan terlibat dalam kerja-kerja seni yang lebih menggunakan aktivitas fisik.

Ia berharap keberadaan seniman dan kegiatan seni seperti ini dapat terus hadir karena seniman memiliki kepekaan terhadap fenomena alam dan sosial yang seringkali luput dari perhatian masyarakat umum, sehingga berperan penting dalam merawat kesadaran akan hubungan manusia dengan alam dan lingkungannya.

“Kegiatan kali ini saya harapkan menjadi penyegar sekaligus penguat dari proses yang sudah berjalan, agar tetap tumbuh, terawat, dan semakin kuat ke depannya,” katanya. (*)

Tags: Alyakha Art CenterBahasa SentaniKabupaten JayapuraResidensi SeniSeni rupaWali No
ShareTweetSendShareShare
Arga Reysamputra

Arga Reysamputra

Related Posts

Kampung Yobeh
Mamta

Masyarakat Kampung Yobeh sambut wisatawan mancanegara dengan atraksi budaya

April 16, 2026
Topeng roh Doro
Headline

Time for Papua : Jejak Orang Asli Papua di komunitas global sejak puluhan ribu tahun lalu ada di Leiden, Belanda

February 26, 2026
Bahasa Daerah
Mamta

Penerapan perda bahasa daerah di Tanah Papua sebagai upaya melindungi identitas OAP

February 9, 2026
Seni
Seni & Budaya

Anak-anak Kampung Yokiwa belajar seni dengan pendekatan alam

December 21, 2025
Seni
Seni & Budaya

Kolaborasi para seniman lahirkan karya makna air dalam kehidupan

December 21, 2025
Kabupaten Jayapura
Mamta

Dewan Kesenian Tanah Papua Kabupaten Jayapura gelar musda ke-V

December 9, 2025

Discussion about this post

Recommended Stories

Polda Papua, Sekolah Jujur Bicara

Bidhumas Polda Papua isi materi Sekolah Jujur Bicara

November 8, 2023
SMPN 1 Jayapura

SMPN 1 Jayapura gelar pameran karya siswa

November 17, 2022
Pemuda Adat Papua

Pemuda adat Papua serukan perlindungan tanah dan hutan adat

September 24, 2023

Popular Stories

  • Pesta Babi

    ‘Pesta Babi’ di Yogyakarta, membuka mata publik melihat persoalan Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Indonesia Raya : Ketika lagu kebangsaan menjadi luka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tokoh Gereja dan Pimpinan Mahasiswa Tolikara Kecam Pernyataan Pangdam XVII Cenderawasih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PAHAM Papua desak Komnas HAM RI dan panglima TNI gerak cepat sikapi video penyiksaan warga sipil di Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Panglima WPA tegaskan Indonesia harus hargai OAP, jika tidak perang total!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Jubi Papua

We bring you the best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc. Visit our landing page to see all features & demos.

LEARN MORE »

Recent Posts

  • PBSI Papua Barat dorong Pengcab siapkan atlet hadapi event regional hingga nasional
  • Indigenous women lead cleanup of polluted ‘Women’s Forest’ in Jayapura
  • Seminar Examines Protection of Women and Child Victims under Indonesia’s New Criminal Code

Categories

  • 2007
  • Advertorial
  • Animha
  • Bali NTT
  • Berita Papua
  • Bomberai
  • Domberai
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Features
  • Headline
  • Indepth Story
  • Infografis
  • Jayapura Membangun
  • Kabupaten Jayapura
  • Kabupaten Jayawijaya
  • Kabupaten Merauke
  • KMAN VI
  • Lapago
  • Lingkungan
  • Majelis Rakyat Papua
  • Mamta
  • Mappi
  • Meepago
  • Memilih untuk Indonesia
  • Menyapa Nusantara
  • Nasional & Internasional
  • Nusa
  • Olahraga
  • Opini
  • Pacnews
  • Papua
  • Papua Tengah
  • Pasifik
  • Pemilu
  • Penkes
  • Perempuan dan Anak
  • Polhukam
  • Provinsi Papua
  • Rilis Pers
  • Saireri
  • Seni & Budaya
  • Tanah Papua
  • Uncategorized

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara