Jubi Papua
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
PRICING
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Saireri

Bandara Internasional Frans Kaisiepo, Akankah Jadi Pintu Gerbang Indonesia di Pasifik?

October 1, 2025
Waktu Membaca: 3 mins read
0
Penulis: Dominggus A. Mampioper - Editor: Alberth Yomo
Bandara Internasional Frans Kaisiepo

Bupati Biak Numfor bersama Dubes PNG di Jakarta – Jubi/Kedubes PNG di Jakarta

Jayapura, Jubi – Puluhan turis asal Australia baru saja mendarat di Bandara Internasional Frans Kaisiepo, Biak, pada Minggu (28/9/2025). Pesawat maskapai Airnoth dari Australia mendarat mulus di bandara peninggalan Perang Dunia II itu, membawa 46 wisatawan asal Australia dan Inggris.

Tak hanya itu, sebelumnya Bupati Biak Numfor, Markus Oktovianus Mansnembra, telah bertemu dengan Duta Besar Papua Nugini di Jakarta untuk membahas rencana pembukaan rute penerbangan internasional dari Port Moresby menuju Manila melalui Biak.

RELATED POSTS

No Content Available

“Hampir sebulan lalu kami sudah bertemu dengan Dubes dan manajemen Air Niugini. Rencananya rute penerbangan Biak–Jakarta–Singapura–Manila, lalu kembali ke Biak,” ujar Mansnembra, putra mantan Bupati Biak Numfor Kol (Pol) Amandus Mansnembra, sebagaimana dilansir Jubi.id dari laman rri.co.id/daerah.

Mansnembra menegaskan, Pemerintah Kabupaten Biak Numfor terus berupaya memperluas konektivitas penerbangan internasional dengan menggandeng sejumlah maskapai asing. Upaya ini diharapkan mampu mendukung pariwisata dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Spenyel Rumainum, konsultan bisnis wisata asal Jayapura, membenarkan pertemuan antara Bupati Biak Numfor dan Dubes PNG untuk Indonesia, Brian K Amini. Ia mengatakan, Amini yang pernah menjabat Konsul PNG di Jayapura memahami potensi wisata Biak dan wilayah sekitarnya.

“Semua ini masih tahap negosiasi. Jika sudah ada kepastian, kami akan menyampaikan kepada publik. Kami sudah melakukan pertemuan dengan Dubes PNG bersama tim dari Bupati Biak Numfor,” kata Rumainum yang juga konsultan ekowisata untuk PNG dan Papua.

General Manager Bandara Frans Kaisiepo PT Angkasa Pura Indonesia, Iwan Sanusi, menambahkan pihaknya juga tengah menjajaki pembukaan rute internasional lain dengan jarak tempuh dua hingga lima jam penerbangan. Di antaranya Papua Nugini dan Timor Leste (sekitar 2 jam), Filipina, Malaysia Timur, dan Cairns–Australia (3 jam), serta Singapura, Hong Kong, dan Okinawa–Jepang (5 jam).

Sejarah Panjang Bandara Frans Kaisiepo

Solomon Air dan Bomber Rusia
Bandara Frans Kaisiepo kerap menjadi titik singgah penerbangan internasional. Maskapai pemerintah Kepulauan Solomon, Solomon Air, pernah mendarat darurat di Biak karena kehabisan bahan bakar pada 31 Januari 2021. Tahun sebelumnya, 28 September 2020, maskapai yang sama singgah di Biak saat mengangkut puluhan tenaga kerja Indonesia dari Honiara menuju Manila.

Jurnalis Jubi berpose dengan latar pesawat pengebom strategis Tu-95 MS di Bandara Frans Kaisiepo, 5 Desember 2017 – Jubi/Dok. Jubi

Pada 5 Desember 2017, ribuan warga Biak berbondong-bondong ke bandara untuk menyaksikan pendaratan pesawat pengebom strategis Rusia, Tu-95 MS, yang terbang langsung dari Vladivostok ke Biak. Dua pesawat pengebom itu didampingi dua pesawat angkut militer Il-76 MD.

Garuda: Biak–Honolulu–Los Angeles

Pada era 1987–1990-an, Garuda Indonesia Airways (GIA) pernah menjadikan Biak sebagai titik transit dalam rute penerbangan Jakarta–Denpasar–Biak–Honolulu–Los Angeles.

Pesawat Garuda berangkat dari Jakarta pukul 14.00 WIB, tiba di Denpasar pukul 17.00 WITA, transit 45 menit di Bandara Ngurah Rai, lalu tiba di Biak pukul 22.00 WIT. Dari Biak, pesawat melanjutkan penerbangan ke Honolulu dan tiba pukul 07.00 pagi sebelum menuju Los Angeles.

Namun, layanan tersebut ditutup seiring berhentinya penerbangan trans-Pasifik Garuda dan terbengkalainya hotel berbintang lima di Marauw yang kini tinggal puing.

Era KLM dan Qantas di Masa Kolonial Belanda

Sejak masa pemerintahan Belanda di wilayah Nederlands Nieuw Guinea, Biak sudah menjadi simpul jalur penerbangan internasional. Dalam buku Belanda di Irian Jaya: Amtenar di Masa Penuh Gejolak 1945–1962 karya Pim Schoorl, Frits Sollewijn Gelpke menulis bahwa Bandara Mokmer (nama lama Bandara Frans Kaisiepo) menjadi lokasi transit utama penerbangan KLM dari Schiphol–Amsterdam menuju Sydney melalui Manila hingga ke Tokyo dan Amerika Serikat.

Pesawat KLM mendarat di Biak sebelum melanjutkan perjalanan ke Schiphol, Amsterdam – Jubi/airport.id

Pada 1959, maskapai KLM mengganti pesawat Lockheed L-1049 Super Constellation dengan jet DC-8, sehingga landasan pacu Bandara Mokmer diperpanjang untuk menyesuaikan kebutuhan pesawat jet modern. Qantas dari Australia juga menjadikan Biak sebagai titik transit rute Sydney–Biak–Manila–Tokyo–Honolulu–Los Angeles.

Kini, pemerintah pusat dan daerah kembali mengupayakan pembukaan rute internasional dengan harapan mengembalikan kejayaan Biak sebagai simpul jalur udara Pasifik. Wacana ini diharapkan bukan sekadar nostalgia sejarah, melainkan langkah nyata yang bisa diwujudkan di era Presiden Prabowo Subianto.

Akankah Bandara Frans Kaisiepo kembali menjadi gerbang Indonesia di Pasifik? Waktu yang akan menjawab. (*)

Tags: Bandara Internasional Frans KaisiepoIndonesia-Pasifik
ShareTweetSendShareShare
Angela Flassy

Angela Flassy

Related Posts

Poster film dokumenter Pesta Babi - Dok. Jubi
Indepth Story

Indonesia Raya : Ketika lagu kebangsaan menjadi luka

April 19, 2026
Kuasa hukum
Saireri

KPU Waropen digugat kuasa hukumnya, diduga lakukan wanprestasi

February 23, 2026
OPD
Saireri

Bupati ajak seluruh OPD jaga kebersihan lingkungan di Waropen

February 20, 2026
DPRK Waropen
Saireri

Pansus DPRK Waropen untuk melindungi batas wilayah dan mengawasi penambangan liar

February 11, 2026
Gereja
Headline

GKI Tanah Papua tolak pembangunan batalyon dan bandar antariksa, Dewan Adat Byak akan gelar Peradilan Adat

February 5, 2026
Bahasa Daerah
Saireri

Disdikbud upayakan revitalisasi bahasa daerah Waropen

February 3, 2026

Discussion about this post

Recommended Stories

PUPR Manokwari

PUPR Manokwari alokasikan Rp9 miliar bangun jalan di Distrik Mokwam

January 17, 2024
Kasus Kredit Fiktif Bank Papua

Perkara 3 tersangka kasus kredit fiktif Bank Papua segera disidangkan

September 21, 2023
kereta

Berburu tiket kereta mudik Tahun Baru Imlek di China

December 26, 2022

Popular Stories

  • Pesta Babi

    ‘Pesta Babi’ di Yogyakarta, membuka mata publik melihat persoalan Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Indonesia Raya : Ketika lagu kebangsaan menjadi luka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tokoh Gereja dan Pimpinan Mahasiswa Tolikara Kecam Pernyataan Pangdam XVII Cenderawasih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PAHAM Papua desak Komnas HAM RI dan panglima TNI gerak cepat sikapi video penyiksaan warga sipil di Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Panglima WPA tegaskan Indonesia harus hargai OAP, jika tidak perang total!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Jubi Papua

We bring you the best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc. Visit our landing page to see all features & demos.

LEARN MORE »

Recent Posts

  • PBSI Papua Barat dorong Pengcab siapkan atlet hadapi event regional hingga nasional
  • Indigenous women lead cleanup of polluted ‘Women’s Forest’ in Jayapura
  • Seminar Examines Protection of Women and Child Victims under Indonesia’s New Criminal Code

Categories

  • 2007
  • Advertorial
  • Animha
  • Bali NTT
  • Berita Papua
  • Bomberai
  • Domberai
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Features
  • Headline
  • Indepth Story
  • Infografis
  • Jayapura Membangun
  • Kabupaten Jayapura
  • Kabupaten Jayawijaya
  • Kabupaten Merauke
  • KMAN VI
  • Lapago
  • Lingkungan
  • Majelis Rakyat Papua
  • Mamta
  • Mappi
  • Meepago
  • Memilih untuk Indonesia
  • Menyapa Nusantara
  • Nasional & Internasional
  • Nusa
  • Olahraga
  • Opini
  • Pacnews
  • Papua
  • Papua Tengah
  • Pasifik
  • Pemilu
  • Penkes
  • Perempuan dan Anak
  • Polhukam
  • Provinsi Papua
  • Rilis Pers
  • Saireri
  • Seni & Budaya
  • Tanah Papua
  • Uncategorized

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara