Jubi Papua
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
PRICING
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Rilis Pers

Anak lima tahun dilaporkan mengalami luka tembak saat operasi militer di Puncak

April 17, 2026
Waktu Membaca: 3 mins read
0
Penulis: Admin Jubi - Editor: Arjuna Pademme
Luka Tembak

Anak berusia lima tahun yang disebut mengalami luka tembak saat aparat keamanan melakukan operasi militer di Kabupaten Puncak, Papua Pegunungan beberapa hari lalu - IST

Jayapura, Jubi – United Liberation Movement for West Papua atau ULMWP menyatakan, berdasarkan laporan yang diterima organisasi itu seorang anak berusia lima tahun bernama Para Walia mengalami luka tembak saat terjadi operasi militer di Distrik Kembru, Kabupaten Puncak, Papua Tengah, Selasa (14/4/2026).

ULMWP menyatakan, operasi militer itu menewaskan dan melukai sejumlah warga sipil di sana.

RELATED POSTS

KNPB: Hentikan operasi militer dan pengiriman pasukan di Tanah Papua

AlDP desak Komnas HAM RI selidiki dugaan pelanggaran HAM berat di Puncak

Peristiwa Puncak: PBH GMKI desak evaluasi keberadaan Satgas Habema

Presiden Eksekutif ULMWP, Menase Tabuni mengatakan kronologis awal yang dihimpun ULMWP, penembakan terhadap warga sipil itu terjadi Selasa dini hari waktu Papua (WP).

Katanya, sehari sebelumnya, Senin (13/4/2026), operasi militer dilakukan di Kampung Guamo, Distrik Pogoma. Operasi tersebut melibatkan empat helikopter yang dilaporkan menjatuhkan amunisi peledak di areal yang diduga sebagai pangkalan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat atau TPNPB.

Akibatnya, warga sipil melarikan diri dari Pogoma dan mencari perlindungan di Distrik Kembru. Sebelumnya, wilayah itu telah disepakati oleh semua pihak sebagai zona aman bagi pengungsi, dan tidak akan dilakukan operasi militer di sana.

“Namun, pada hari Selasa, 14 April 2026, pasukan militer Indonesia dilaporkan melakukan operasi di Distrik Kembru, baik melalui udara (menggunakan helikopter) maupun darat, yang mengakibatkan korban jiwa di kalangan warga sipil,” kata Manase Tabuni dalam siaran pers tertulisnya, Jumat (17/4/2026).

Laporan awal yang di terima ULMWP korban tewas dan luka tembak dari kalangan ada sembilan orang. Mereka adalah Wundili Kogoya (36 tahun), Kikungge Walia (55 tahun), Pelen Kogoya (65 tahun), Tigiagan Walia (76 tahun), Ekimira Kogoya (47 tahun), Daremet Telenggen (55 tahun), Inikiwewo Walia (52 tahun), Amer Walia (77 tahun) dan Para Walia (5 tahun).

“Berdasarkan laporan dari lapangan, hingga saat ini situasi belum normal. Operasi militer dilaporkan masih berlangsung, mengakibatkan korban jiwa, ketakutan, dan trauma. Banyak warga sipil telah mengungsi dan mencari perlindungan di Distrik Kembru,” ucap Manase Tabuni.

Menyikapi situasi itu, ULMWP menyerukan kepada rakyat Papua untuk selalu menjaga dan menyelamatkan diri kapan pun dan di mana pun berada, serta tidak boleh terprovokasi dengan mudah, tidak boleh percaya kepada pihak mana pun, terutama pemerintah Indonesia beserta seluruh perangkatnya, termasuk TNI/Polri, yang terus hadir untuk meneror dan membunuh rakyat Papua Barat.

“Kami menyerukan kepada para pemimpin Melanesia, Pasifik, hingga komunitas internasional untuk menggalang dukungan solidaritas dalam menghadapi tragedi krisis kemanusiaan yang terus terjadi di Papua Barat,” ujarnya.

ULMWP mendesak Dewan HAM PBB, segera membentuk tim investigasi independen atas situasi krisis dan tragedi kemanusiaan yang terjadi di Papua Barat, dan menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga korban di Distrik Kembru, Kabupaten Puncak.

“Semoga Roh Allah menguatkan dan menghibur keluarga besar yang ditinggalkan serta seluruh rakyat West Papua di mana saja berada. Sebagai orang beriman yang baru saja selesai mengikuti pesta Paskah, tetaplah kuat dan berharaplah pada penyertaan Tuhan, bahwa Tuhan tetap menjadi Penyelamat, menguatkan, serta menuntun setiap keluarga dan perjuangan kudus bangsa Papua,” kata Manase Tabuni.

Di sisi lain, pihak TNI menyatakan Organisasi Papua Merdeka (OPM) telah menyerang lima warga sipil usai di Kabupaten Puncak. Penyerangan terjadi setelah kelompok itu membakar rumah warga di sana.

Dikutip dari berbagai sumber, Kapen Koops TNI Habema, Letkol Inf Wirya Arthadiguna mengatakan lim warga itu dilaporkan mengalami luka tembak.

“Pelaku penembakan diduga kelompok OPM Kodap III/Sinak pimpinan Lekagak Telenggen. Adapun kelima korban masing-masing inisial NK, AT, DW usia 3 tahun, AW usia 5 tahun, dan OW usia 6 tahun,” kata Letkol Inf Wirya Arthadiguna dalam keterangannya, Rabu (15/4/2026).

Menurutnya, korban luka telah dievakuasi ke Pos Satgas Yonif 743/PSY di Kampung Tirineri, Kabupaten Puncak Jaya, guna mendapat perlindungan dan pengobatan. (*)

Tags: Anak Lima TahunKabupaten PuncakLuka TembakOperasi MiliterULMWP
ShareTweetSendShareShare
News Desk

News Desk

Related Posts

Komnas
Rilis Pers

Komnas HAM sampaikan pemantauan enam kasus pelanggaran HAM di Tanah Papua

April 25, 2026
The Central Executive Board of the Komite Nasional Papua Barat (BPP-KNPB) delivered an official statement outlining its position on alleged military actions against civilians in Puncak Regency. The press conference was held in Waena, Jayapura City, Papua, on Monday (April 20, 2026). — Jubi/Aida Ulim
Rilis Pers

KNPB: Hentikan operasi militer dan pengiriman pasukan di Tanah Papua

April 25, 2026
WWF
Rilis Pers

Hari Bumi: WWF Program Papua dorong aksi selamatkan bumi

April 25, 2026
AlDP
Rilis Pers

AlDP desak Komnas HAM RI selidiki dugaan pelanggaran HAM berat di Puncak

April 22, 2026
GMKI
Rilis Pers

Peristiwa Puncak: PBH GMKI desak evaluasi keberadaan Satgas Habema

April 22, 2026
PGI
Rilis Pers

PGI: Hentikan Kekerasan Bersenjata

April 21, 2026

Discussion about this post

Recommended Stories

Solomon

11 perempuan Solomon yang menjual pinang di zona bebas sirih akan diadili 

January 30, 2024
Untuk meningkatkan daya saing kedua negara, Wakil Menteri Perindustrian atau Wamenperin, Faisol Riza berharap agar pemerintah Swiss terus meningkatkan investasinya di Indonesia. - IST

Wamenperin minta Swiss tingkatkan investasi di Indonesia

March 13, 2025
Kepala Operasi Damai Cartenz Kombes Faizal Ramadhani bersama personel Satgas Damai Cartenz.- Jubi/Alexander Loen

Satgas Cartenz tangkap dua anggota TPNPB-OPM

April 11, 2024

Popular Stories

  • Pesta Babi

    ‘Pesta Babi’ di Yogyakarta, membuka mata publik melihat persoalan Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Indonesia Raya : Ketika lagu kebangsaan menjadi luka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tokoh Gereja dan Pimpinan Mahasiswa Tolikara Kecam Pernyataan Pangdam XVII Cenderawasih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PAHAM Papua desak Komnas HAM RI dan panglima TNI gerak cepat sikapi video penyiksaan warga sipil di Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Panglima WPA tegaskan Indonesia harus hargai OAP, jika tidak perang total!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Jubi Papua

We bring you the best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc. Visit our landing page to see all features & demos.

LEARN MORE »

Recent Posts

  • PBSI Papua Barat dorong Pengcab siapkan atlet hadapi event regional hingga nasional
  • Indigenous women lead cleanup of polluted ‘Women’s Forest’ in Jayapura
  • Seminar Examines Protection of Women and Child Victims under Indonesia’s New Criminal Code

Categories

  • 2007
  • Advertorial
  • Animha
  • Bali NTT
  • Berita Papua
  • Bomberai
  • Domberai
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Features
  • Headline
  • Indepth Story
  • Infografis
  • Jayapura Membangun
  • Kabupaten Jayapura
  • Kabupaten Jayawijaya
  • Kabupaten Merauke
  • KMAN VI
  • Lapago
  • Lingkungan
  • Majelis Rakyat Papua
  • Mamta
  • Mappi
  • Meepago
  • Memilih untuk Indonesia
  • Menyapa Nusantara
  • Nasional & Internasional
  • Nusa
  • Olahraga
  • Opini
  • Pacnews
  • Papua
  • Papua Tengah
  • Pasifik
  • Pemilu
  • Penkes
  • Perempuan dan Anak
  • Polhukam
  • Provinsi Papua
  • Rilis Pers
  • Saireri
  • Seni & Budaya
  • Tanah Papua
  • Uncategorized

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara