Jayapura, Jubi – Komite Nasional Papua Barat atau KNPB wilayah Sentani menggelar peringatan 64 tahun operasi Tri Komando Rakyat atau Trikora pada lima lokasi di Sentani, Kabupaten Jayapura, Jumat (19/12/2025).
Dalam siaran pers tertulisnya, Ketua Umum KNPB wilayah Sentani, Sadracks Lagowan mengatakan pada peringatan operasi Trikora tahun ini, pihaknya menggelar pendidikan politik, pemutaran film perjuangan, pemasangan lilin dan diskusi rakyat.
Katanya, pendidikan politik dilakukan di bawah bimbingan pengurus KNPB Wilayah Sentani masing-masing di lima lokasi, yaitu Pasar Lama Matoa, Sereh, Sosial-Taruna, Kemiri, dan Sabron di Sentani Barat.
Menurutnya, berdasarkan arahan nasional yang dikeluarkan oleh pengurus KNPB pusat, tema yang diusung secara umum adalah “Tiada Penindasan Colonialisme Tanpa Kebencian”.
“Antusias kegiatan dihadiri oleh berbagai komponen rakyat pejuang, hingga pada saat pemutaran film perjuangan sekaligus pemasangan lilin, KNPB Sentani juga menghadirkan rakyat Indonesia guna secara kolektif merefleksi 64 tahun operasi Trikora,” kata Sadracks Lagowan dalam siaran persnya, Jumat (19/12/2025).
Ia mengatakan kegiatan itu dihadiri semua pengurus sektor, pengurus KNPB wilayah Sentani, bahkan pengurus KNPB Pusat yang diwakili Ketua I, Warpo Sampari Wetipo.
KNPB wilayah Sentani juga menyerukan beberapa poin, yaitu Negara Kolonialisme Republik Indonesia segera menghentikan operasi militer di Tanah Papua, segera tarik militer organik dan non oganik dari Tanah Papua. Hentikan penyerangan terhadap rakyat menggunakan bom dan serangan udara.
Segera tuntaskan kasus pelanggaran HAM melalui militerisme di atas Tanah Papua. Indonesia, Belanda, dan Amerika segera bertanggungjawab atas nasib bangsa Papua yang menuju ambang genosida akibat operasi militer.
Indonesia membuka akses jurnalis asing masuk ke Tanah Papua. Segera laksanakan referendum sebagai jalan tengah penyelesaian konflik di West Papua, dan berikan hak penentuan nasib sendiri bagi Bangsa West Papua.
Selain itu, KNPB wilayah Sentani juga menyampaikan pesan kepada rakyat Papua Barat segera bersatu dalam koridor perlawanan. Rakyat Tabi di Sentani wajib untuk terorganisir dalam perjuangan bersama KNPB Sentani, maupun organisasi perjuangan lainnya.
Mengajak semua rakyat Indonesia di Papua, lebih khusus di Sentani untuk dapat memobilisasi bersama melawan kolonialisme, sebab kolonialisme adalah musuh bersama terlepas dari suku, ras, agama, bahasa dan budaya.
Momentum hari-hari bersejarah bangsa West Papua, rakyat pejuang mesti selalu mengadakan rutinitas perlawanan di wilayah Sentani. KNPB Sentani membuka ruang bagi semua manusia yang berhati nurani besar untuk secara kolektif memperjuangkan hak penentuan nasib sendiri bagi rakyat bangsa West Papua.
Operasi Trikora di Irian Barat atau kini Tanah Papua berawal dari pidato Presiden Soekarno di Yogyakarta pada 19 Desember 1961.
Ketika itu Soekarno menyampaikan tiga komando yang dikenal dengan sebutan Tri Komando Rakyat, yaitu:
Pertama: Gagalkan pembentukan negara boneka Papua buatan Belanda kolonial.
Kedua: Kibarkanlah Sang Merah Putih di Irian Barat Tanah Air Indonesia.
Ketiga: Bersiaplah untuk mobilisasi umum guna mempertahankan kemerdekaan dan kesatuan tanah air dan bangsa. (*)











Discussion about this post