Jayapura, Jubi – Penjabat Bupati Sarmi, Provinsi Papua, Ir. Iman Djuniawal mengatakan, adat merupakan anak tertua dari agama dan negara. Oleh karena itu, sudah sepatutnya kita menaruh perhatian serius dalam melindungi dan memberdayakan masyarakat adat.
Hal ini dikatakan Iman Djuniawal melalui sambutan dalam sebuah kegiatan bertema “Identifikasi Permasalahan dan Kebutuhan Kelembagaan Adat Sebagai Upaya Dalam Mendorong Peningkatan Kapasitas” di Sarmi, Provinsi Papua, seperti dikutip dari siaran pers kepada Jubi di Jayapura, Jumat (6/9/2024).
Djuniawal mengatakan, Pemerintah Kabupaten Sarmi telah berupaya untuk membangkitkan masyarakat adat Sarmi melalui:
1. Melaksanakan program dan kegiatan dalam rangka memberdayakan masyarakat adat;
2. Melahirkan Peraturan Bupati Sarmi Nomor 7 tahun 2022 Tentang Pengakuan dan Perlindungan Kesatuan Masyarakat Hukum Adat Sarmi;
3. Membentuk Peraturan Daerah Kabupaten Sarmi tentang Pengakuan, Perlindungan dan Pemberdayaan Masyarakat Hukum Adat Sarmi, yang telah disetujui oleh DPRD Sarmi;
4. Bekerja sama dengan LSM dan NGO dalam memperkuat masyarakat adat Sarmi.
“Tentunya upaya-upaya Pemerintah Kabupaten Sarmi dalam melindungi dan memberdayakan masyarakat adat Sarmi tidak berhenti sampai di situ, dibutuhkan langkah-langkah strategis daerah dalam mengangkat harkat dan martabat masyarakat adat Sarmi,” katanya.
Perkembangan era modernisasi, katanya, menjadi tantangan besar pemerintah daerah, dalam mempersiapkan masyarakat adat, untuk menyesuaikan diri dengan zaman. Dengan tidak meninggalkan adat-istiadat yang menjadi hukum, dalam mengatur tata kehidupan masyarakat secara turun-temurun dari para leluhur.
Untuk itu, masyarakat adat dituntut agar dapat melindungi dan meningkatkan pengetahuan, guna menghadapi perubahan-perubahan yang terjadi di tengah masyarakat.
“Terlihat sepintas kehidupan masyarakat adat Sarmi seperti biasa-biasa saja. Namun, sesungguhnya telah terjadi perubahan budaya yang secara perlahan terkikis oleh perubahan zaman,” katanya.
Dia mencontohkan, HP Android saat ini tidak hanya digunakan oleh orang dewasa, tetapi juga oleh anak-anak di bawah usia. Jika anak tersebut menonton hal-hal yang senonoh, maka akan dengan mudah mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Dia juga menyebutkan banyak masyarakat adat Sarmi yang belum memiliki pekerjaan. Hal ini berdampak pada kemiskinan, stunting dan rendahnya tingkat pendidikan.
Untuk itu, perlu merumuskan langkah-langkah strategis dalam membangun dan memberdayakan masyarakat adat, sehingga menciptakan kehidupan yang mandiri dan sejahtera. Dalam menciptakan kesejahteraan masyarakat, Pemerintah Kabupaten Sarmi tidak dapat bekerja sendiri, perlu bantuan dari LSM atau NGO.
“Untuk itu, kami mengajak rekan-rekan sekalian agar bergandengan tangan, bahu-membahu dalam menciptakan pola kerja yang baik, sehingga target kita dapat tercapai.”
Pemerintah Kabupaten Sarmi berpesan kepada lembaga dan masyarakat adat, untuk menyukseskan Pilkada 2024, dengan menciptakan keamanan dan ketertiban.
“Pilihan politik bisa berbeda, tapi kita diikat oleh tali persaudaraan. Untuk itu, kita tidak boleh saling memprovokasi yang berdampak pada konflik sosial,” katanya. (*)










Discussion about this post