Jubi Papua
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
PRICING
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Rilis Pers

SAFEnet catat pelanggaran hak-hak digital masih terjadi di awal Triwulan

May 5, 2023
Waktu Membaca: 3 mins read
0
Penulis: - Editor:
Web Tempo

Ilustrasi -  Jubi/Pixabay

Jayapura, Jubi – SAFEnet (Southeast Asia Freedom of Expression Network), organisasi regional yang berfokus pada upaya memerjuangkan hak-hak digital di kawasan Asia Tenggara, mencatat masih ada sejumlah pelanggaran hak-hak digital yang terjadi pada tiga bulan pertama tahun ini atau pada awal Triwulan I meskipun mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu.

Dalam siaran pers mereka tentang laporan pemantauan hak-hak digital pada Triwulan I tahun 2023, SAFEnet mengungkapkan akses Internet masih tidak lebih baik dengan setidaknya lima kali gangguan disengaja maupun tidak. Begitu pula dengan kriminalisasi terhadap ekspresi, serangan digital, dan kekerasan berbasis gender online (KBGO).

RELATED POSTS

Indigenous women lead cleanup of polluted ‘Women’s Forest’ in Jayapura

Seminar Examines Protection of Women and Child Victims under Indonesia’s New Criminal Code

West Papua National Committee (KNPB) issues demands over alleged civilian casualties in Puncak Military Operation.

Dari sisi akses Internet, gangguan terjadi mulai dari Jakarta hingga Papua. JakWifi sebagai akses Internet gratis mendukung warga DKI Jakarta untuk mengikuti pembelajaran jarak jauh (PJJ) diputus sejak awal tahun. Kebijakan ini berdampak terhadap terputusnya akses Internet oleh warga kalangan bawah. Di Papua, gangguan layanan terjadi sekitar seminggu, karena perbaikan kabel bawah laut.

“Kriminalisasi terhadap ekspresi di ranah digital juga masih terjadi. Tercatat ada 30 kasus kriminalisasi ekspresi pada periode Januari-Maret 2023 dengan jumlah terlapor atau korban sebanyak 49 orang. Sebagian besar pengguna Internet yang dilaporkan dengan pasal-pasal karet adalah konsumen sebanyak 18 orang. Aktivis juga masih jadi korban tuntutan ini selain mahasiswa dan narasumber berita,” tulis SAFEnet.

Laporan mereka juga mencatat tidak hanya tuntutan pidana, sejumlah aktivis juga masih mengalami serangan digital, seperti terjadi pada aktivis di Medan, Sumatera Utara pada Februari 2023. Lima aktivis tersebut menambah daftar serangan digital pada Januari-Maret 2023 dengan total insiden sebanyak 33 kali. Kuatnya dugaan serangan digital bermotif politik di Indonesia bisa dilihat pula dari tingginya korban serangan dari kelompok kritis yang mencapai lebih dari 55 persen dari total jumlah korban.

Dari KBGO, jumlah aduan ke SAFEnet juga menurun dibandingkan periode sama tahun lalu. Selama tiga bulan pertama 2023, jumlah aduan sebanyak 118 aduan sementara tahun lalu 191. Sekstorsi menjadi bentuk KBGO paling banyak terjadi dengan 78 aduan, disusul penyebaran konten intim tanpa izin (76 aduan).

“Ada korban yang mengaku dijebak pelaku melalui panggilan video seks (VCS) dan direkam diam-diam oleh pelaku. Pelaku lalu mengancam akan menyebarkan video rekaman itu jika korban tidak membayar sejumlah uang,” tulis mereka.

Sejak tahun 2022, SAFEnet membuat laporan pemantauan pelanggaran hak-hak digital setiap tiga bulan (triwulan). Laporan ini merupakan pengembangan dari laporan situasi Hak-hak digital yang sudah dilakukan sejak 2019 lalu.

Berdasarkan pemantauan yang semakin intensif sejak empat tahun terakhir, bentuk-bentuk pelanggaran hak-hak digital tersebut semakin berkembang dan banyak. Setelah melakukan evaluasi dan refleksi, SAFEnet menganggap laporan setahun sekali terkait situasi hak-hak digital di Indonesia ternyata tidak cukup memadai untuk menangkap situasi yang ada karena begitu banyaknya insiden maupun pelanggaran.

SAFEnet berharap laporan tiap triwulan ini akan bisa lebih menjelaskan situasi dan kondisi hak-hak digital di Indonesia secara lebih aktual dan faktual. Secara sederhana, hak-hak digital adalah hak asasi manusia yang berlaku di ranah digital. SAFEnet membaginya dalam tiga domain, yaitu hak untuk mengakses Internet, hak untuk bebas berekspresi, dan hak atas rasa aman di ranah digital.

Pada bagian hak atas rasa aman tersebut, SAFEnet juga memasukkan aspek kekerasan berbasis gender online (KBGO). Pelanggaran hak-hak digital didefinisikan sebagai semua upaya secara sengaja untuk mengganggu terpenuhinya hak-hak digital tersebut. Contoh pelanggaran hak-hak digital ini bisa berupa pembatasan terhadap akses Internet, pemidanaan terhadap ekspresi dan opini, penyerangan terhadap aset-aset digital, dan pelanggaran terhadap privasi.

Pemantauan ini menggunakan tiga sumber. Pertama, laporan langsung ke platform aduan pelanggaran hak-hak digital yang dikelola SAFEnet. Kedua, laporan ke akun media sosial dan hotline SAFEnet. Ketiga, pemantauan media massa dan media sosial. Terkait akses Internet, pemantauan juga menggunakan aplikasi pihak ketiga, yaitu Internet Outage Detection and Analysis (IODA). (*)

Tags: laporan Triwulan I 2023Papuapelanggaran hak digitalSAFEnet
ShareTweetSendShareShare
News Desk

News Desk

Related Posts

Komnas
Rilis Pers

Komnas HAM sampaikan pemantauan enam kasus pelanggaran HAM di Tanah Papua

April 25, 2026
The Central Executive Board of the Komite Nasional Papua Barat (BPP-KNPB) delivered an official statement outlining its position on alleged military actions against civilians in Puncak Regency. The press conference was held in Waena, Jayapura City, Papua, on Monday (April 20, 2026). — Jubi/Aida Ulim
Rilis Pers

KNPB: Hentikan operasi militer dan pengiriman pasukan di Tanah Papua

April 25, 2026
WWF
Rilis Pers

Hari Bumi: WWF Program Papua dorong aksi selamatkan bumi

April 25, 2026
AlDP
Rilis Pers

AlDP desak Komnas HAM RI selidiki dugaan pelanggaran HAM berat di Puncak

April 22, 2026
GMKI
Rilis Pers

Peristiwa Puncak: PBH GMKI desak evaluasi keberadaan Satgas Habema

April 22, 2026
PGI
Rilis Pers

PGI: Hentikan Kekerasan Bersenjata

April 21, 2026

Recommended Stories

Pedagang melayani pembeli bungkus ketupat jelang Hari Raya Idul Fitri di Pasar Paldam, Jayapura, Papua, Minggu (1/5/2022) / (ANTARA/GUSTI TANATI)

Sebentuk toleransi dari seikat ketupat

April 11, 2024
Migrasi Penduduk dari Luar Papua

Dewan Adat Papua: Migrasi ke Tanah Papua harus dibatasi

May 14, 2022
Sinak Papua

Senjata anggota TNI di Sinak hilang, anak-anak ditangkap, satu dikabarkan meninggal dunia

February 27, 2022

Popular Stories

  • Pesta Babi

    ‘Pesta Babi’ di Yogyakarta, membuka mata publik melihat persoalan Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Indonesia Raya : Ketika lagu kebangsaan menjadi luka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tokoh Gereja dan Pimpinan Mahasiswa Tolikara Kecam Pernyataan Pangdam XVII Cenderawasih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PAHAM Papua desak Komnas HAM RI dan panglima TNI gerak cepat sikapi video penyiksaan warga sipil di Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Panglima WPA tegaskan Indonesia harus hargai OAP, jika tidak perang total!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Jubi Papua

We bring you the best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc. Visit our landing page to see all features & demos.

LEARN MORE »

Recent Posts

  • PBSI Papua Barat dorong Pengcab siapkan atlet hadapi event regional hingga nasional
  • Indigenous women lead cleanup of polluted ‘Women’s Forest’ in Jayapura
  • Seminar Examines Protection of Women and Child Victims under Indonesia’s New Criminal Code

Categories

  • 2007
  • Advertorial
  • Animha
  • Bali NTT
  • Berita Papua
  • Bomberai
  • Domberai
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Features
  • Headline
  • Indepth Story
  • Infografis
  • Jayapura Membangun
  • Kabupaten Jayapura
  • Kabupaten Jayawijaya
  • Kabupaten Merauke
  • KMAN VI
  • Lapago
  • Lingkungan
  • Majelis Rakyat Papua
  • Mamta
  • Mappi
  • Meepago
  • Memilih untuk Indonesia
  • Menyapa Nusantara
  • Nasional & Internasional
  • Nusa
  • Olahraga
  • Opini
  • Pacnews
  • Papua
  • Papua Tengah
  • Pasifik
  • Pemilu
  • Penkes
  • Perempuan dan Anak
  • Polhukam
  • Provinsi Papua
  • Rilis Pers
  • Saireri
  • Seni & Budaya
  • Tanah Papua
  • Uncategorized

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara