Jubi Papua
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
PRICING
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Provinsi Papua

Kasus kekerasan terhadap anak di Papua butuh perhatian serius

August 19, 2025
Waktu Membaca: 2 mins read
0
Penulis: CR-17 - Editor: Arjuna Pademme
Kekerasan terhadap Anak

Josefientje Wandosa ketika diwawancara pada saat kegiatan Lokakarya Kabupaten Layak Anak di salah satu hotel di Kota Sentani, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, Selasa (19/08/2025)-Jubi/Elfriede Rumaseuw

Sentani, Jubi – Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Provinsi Papua, Josefientje Braundame Wandosa menyatakan, kasus kekerasan terhadap anak di Papua butuh perhatian serius, dan kolaborasi berbagai pihak, sebab hingga kini jumlah kasus masih terbilang tinggi.

Menurutnya, beberapa contoh kasus kekerasan terhadap anak adalah peredaran narkotika dan obat-obat terlarang atau narkoba, yang melibatkan anak-anak sebagai kurir atau pengedar, agar tidak terdeteksi.

RELATED POSTS

Gubernur Fakhiri percepat pembangunan Kereta Api Papua

Ini penjelasan Gubernur Fakhiri terkait pemberhentian petugas kebersihan

Gubernur Fakhiri minta rumah sakit pemerintah hadirkan inovasi one stop service

Kasus perkawinan anak di bawah umur juga disebut merupakan salah satu bentuk kekerasan terhadap anak, dan kurangnya pengawasan atau pengertian dari orangtua.

Pernyataan itu, disampaikan Josefientje Braundame Wandosa saat lokakarya kabupaten layak anak, yang dihadiri peserta dari Kabupaten Jayapura dan Kabupaten Sarmi.

Lokakarya ini digelar di salah satu hotel di Kota Sentani, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Selasa (19/8/2025).

Josefientje Braundame Wandosa mengatakan, meski Jayapura lebih dekat dengan ibu kota provinsi dan memiliki dukungan sistem lebih baik, namun masih ditemukan ada berbagai kasus kekerasan terhadap anak.

“Data menunjukkan masih banyak anak korban kekerasan, prostitusi, anak jalanan, anak tanpa akta lahir, hingga anak yang belum terakses pendidikan dasar dan imunisasi,” kata Josefientje Braundame Wandosa.

Katanya, situasi ini diperburuk kondisi sosial dan ekonomi masyarakat. Sebab, pandemi Covid-19 beberapa tahun lalu membuat banyak orangtua kehilangan pekerjaan, yang menyebabkan mereka stres dan melampiaskannya kepada anak.

“Kekerasan seksual pun meningkat, sementara layanan perlindungan belum menjangkau seluruh kampung terluar,” ucapnya.

Disisi lain, pengawasan keluarga masih lemah dan membuat anak mudah terjebak pada pergaulan bebas, minuman beralkoh, narkoba, hingga jaringan prostitusi.

“Anak ingin gaya hidup mewah, bisa punya HP (handphone), pakaian, dan akhirnya terjebak dalam relasi berisiko serta berhadapan dengan HIV/AIDS,” ujarnya.

Namun Josefientje Wandosa menilai meningkatnya laporan kasus kekerasan terhadap anak dapat dimaknai positif, sebagai tanda kesadaran masyarakat.

Akan tetapi, DP3A tidak bisa bekerja sendiri. Dibutuhkan kolaborasi semua pihak untuk menekan jumlah kasus kekerasan terhadap anak di Papua.

“Tidak bisa hanya DP3A yang bekerja. Harus ada peran Polres, Dinas Kesehatan, dan juga lembaga adat dan agama. Kita butuh rencana aksi daerah dan rapat koordinasi rutin, supaya tidak lagi bekerja seperti pemadam kebakaran,” katanya.

Ia berharap Kabupaten Jayapura konsisten memperkuat perlindungan anak melalui pola pencegahan dan pembentukan karakter sejak usia dini.

“Jika sejak PAUD dan SD anak dibentuk mencintai alam, terbiasa dengan pola hidup sehat, mereka akan lebih kuat menghadapi tantangan globalisasi,” ucap Wandosa. (*)

Tags: Kekerasan terhadap AnakProvinsi Papua
ShareTweetSendShareShare
News Desk

News Desk

Related Posts

sertifikasi
Provinsi Papua

Pemprov Papua dan BPN teken MoU, percepat sertifikasi aset dan tanah

April 21, 2026
BKN
Provinsi Papua

BKN dorong Sistem Merit dan Manajemen Talenta di Papua

April 20, 2026
Gubernur
Provinsi Papua

Gubernur Fakhiri kukuhkan Kepala BKN Regional IX Jayapura, tekankan integritas ASN

April 20, 2026
Kereta
Provinsi Papua

Gubernur Fakhiri percepat pembangunan Kereta Api Papua

April 15, 2026
Fakhiri
Provinsi Papua

Gubernur Fakhiri tinjau langsung rumah warga yang terdampak siklon tropis

April 9, 2026
kawasan kumuh
Provinsi Papua

Penanganan kawasan kumuh di Kota Jayapura dipercepat, target mulai Mei 2026

April 8, 2026

Discussion about this post

Recommended Stories

Persipura

Liga 2 sudah dekat, Manajemen Persipura fokus pagari pemain

June 8, 2022
KPUD Merauke

KPUD Merauke bakal laksanakan Kirab Pemilu pada 1 Maret

February 25, 2023
Politik

Isu politik dan olahraga, pemikat paling dinanti para pembaca Papua

April 30, 2024

Popular Stories

  • Pesta Babi

    ‘Pesta Babi’ di Yogyakarta, membuka mata publik melihat persoalan Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Indonesia Raya : Ketika lagu kebangsaan menjadi luka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tokoh Gereja dan Pimpinan Mahasiswa Tolikara Kecam Pernyataan Pangdam XVII Cenderawasih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PAHAM Papua desak Komnas HAM RI dan panglima TNI gerak cepat sikapi video penyiksaan warga sipil di Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Panglima WPA tegaskan Indonesia harus hargai OAP, jika tidak perang total!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Jubi Papua

We bring you the best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc. Visit our landing page to see all features & demos.

LEARN MORE »

Recent Posts

  • PBSI Papua Barat dorong Pengcab siapkan atlet hadapi event regional hingga nasional
  • Indigenous women lead cleanup of polluted ‘Women’s Forest’ in Jayapura
  • Seminar Examines Protection of Women and Child Victims under Indonesia’s New Criminal Code

Categories

  • 2007
  • Advertorial
  • Animha
  • Bali NTT
  • Berita Papua
  • Bomberai
  • Domberai
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Features
  • Headline
  • Indepth Story
  • Infografis
  • Jayapura Membangun
  • Kabupaten Jayapura
  • Kabupaten Jayawijaya
  • Kabupaten Merauke
  • KMAN VI
  • Lapago
  • Lingkungan
  • Majelis Rakyat Papua
  • Mamta
  • Mappi
  • Meepago
  • Memilih untuk Indonesia
  • Menyapa Nusantara
  • Nasional & Internasional
  • Nusa
  • Olahraga
  • Opini
  • Pacnews
  • Papua
  • Papua Tengah
  • Pasifik
  • Pemilu
  • Penkes
  • Perempuan dan Anak
  • Polhukam
  • Provinsi Papua
  • Rilis Pers
  • Saireri
  • Seni & Budaya
  • Tanah Papua
  • Uncategorized

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara