Sentani, Jubi – Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Kabupaten Jayapura Lenny Pasulu mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, dan gelombang tinggi.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi Kabupaten Jayapura telah memasuki awal musim hujan lebih cepat satu dasarian atau 10 hari dari kondisi normal.
Curah hujan bulanan Kabupaten Jayapura mencapai 150–200 mm sejak September 2025. Sedangkan puncak musim hujan diperkirakan terjadi pada Januari hingga Februari 2026.
Terkait hal itu, BPBD Kabupaten Jayapura menghimbau warga yang tinggal di bantaran sungai untuk menjaga kebersihan lingkungan dan tidak membuang sampah sembarangan.
“Karena tumpukan sampah sering menjadi penyebab air meluap,” kata Lenny Pasulu kepada Jubi di kantornya, Selasa (14/10/2025).
Lenny Pasulu mengimbau warga agar rutin membersihkan parit dan sungai. Selain itu, juga menyiapkan kantong-kantong pasir untuk mengantisipasi banjir.
Ia juga meminta warga pesisir untuk berhati-hati melakukan aktivitas melaut, terutama saat kondisi cuaca memburuk.
BPBD Kabupaten Jayapura juga mendorong pembentukan tim relawan penanggulangan bencana di tingkat RT/RW untuk mendukung peringatan dini dan evakuasi.
Selain itu, sektor pertanian, perkebunan, dan energi diimbau menyesuaikan pola tanam, mengendalikan hama, serta mengoptimalkan sistem drainase dan konservasi air.
“Pemangkasan pohon tua di pinggiran jalan juga menjadi perhatian guna mencegah insiden pohon tumbang saat hujan dan angin kencang,” kata Leny Pasulu.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk terus mengikuti informasi cuaca resmi dari BMKG dan mengutamakan langkah pencegahan demi keselamatan bersama.
Morderex Sardo, warga yang sering melintasi jalan Sentani-Abepura mengaku kesulitan memprediksi cuaca yang cepat berubah.
“Kadang panas di Abepura, tapi hujan deras di Sentani. Sekarang saya selalu bawa jas hujan dan pakaian ganti,” ujarnya.
Ia juga rutin memantau prakiraan cuaca lewat aplikasi ponsel meski akurasinya tidak selalu tepat. (*)




Discussion about this post