Sentani, Jubi — Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama atau FKUB Kabupaten Jayapura, Pdt. Alberth Yoku mengimbau seluruh masyarakat Papua untuk menjaga kedamaian dan menghormati putusan Mahkamah Konstitusi atau MK terkait pemilihan suara ulang atau PSU Provinsi Papua, menjelang pelantikan hasil pada 1 Oktober mendatang.
“Pesta demokrasi wajar ada perbedaan. Ada yang memilih A, ada yang memilih B, itu hal biasa karena diberi ruang oleh aturan. Setelah ada yang menang dan ada yang kalah, semua harus diterima dengan wajar,” kata Alberth Yoku saat ditemui Jubi di Sentani pada Jumat (26/9/2025).
Yoku menyatakan, bila ada pihak yang merasa tidak puas dengan hasil PSU, jalur hukum sudah tersedia dan telah ditempuh sesuai aturan yang berlaku. Karena itu, masyarakat diminta menerima hasil akhir sebagai keputusan hukum yang sah.
“Nah sekarang kan prosesnya lewat aturan yang berlaku ini sudah selesai. Kita percaya peradilan sudah melaksanakan tugasnya dengan baik. Jadi mari kita hargai keputusan MK yang sudah inkrah. Harus terima,” katanya.
Yoku juga mengingatkan agar masyarakat tidak terjebak pada sikap suka dan tidak suka, apalagi membawa perbedaan pilihan politik ke ranah primordialisme atau agama. Ia menekankan, demokrasi memberi ruang bagi semua orang untuk menggunakan hak pilih, namun setelah proses selesai, semua pihak harus kembali membangun kebersamaan demi kemajuan Papua.
“Sekarang sudah selesai, mari kita bangun kebersamaan dan majukan Papua menjelang pelantikan tanggal 1 Oktober. Yang penting kita jaga keamanan dan kedamaian,” ujarnya.
Sebelumnya, FKUB bersama aparat keamanan telah menggelar doa bersama untuk menjaga Papua tetap aman dan damai selama seluruh tahapan PSU hingga pelantikan kepala daerah berlangsung. (*)











Discussion about this post