Jubi Papua
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
PRICING
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Polhukam

Lima jurnalis Tempo “Bocor Alus” Raih Penghargaan Jurnalisme

January 31, 2024
Waktu Membaca: 4 mins read
0
Penulis: Admin Jubi - Editor: Syam Terrajana
Tempo

Para pemandu Bocor Alus dari majalah Tempo (kiri ke kanan): Stefanus Pramono; Francisca Christy Rosana; Raymundus Rikang; Hussein Abri Dongoran; dan Egi Adyatama. ©Tempo

 

RELATED POSTS

Wartawan liput Masyarakat Adat dan lingkungan, raih penghargaan Jurnalisme

Mabes Polri didesak ungkap pelaku teror jurnalis Tempo

Kapolri perintahkan Kabareskrim usut teror ke Jurnalis Tempo

Jakarta, Jubi – Lima jurnalis Tempo, yang setiap minggu siaran podcast “Bocor Alus” serta meliput dengan kritis berbagai usaha Presiden Joko Widodo konsolidasi kekuasaan, meraih Penghargaan Oktovianus Pogau dari Yayasan Pantau untuk keberanian dalam jurnalisme.

Yayasan Pantau menilai Egi Adyatama, Francisca Christy Rosana, Hussein Abri Donggoran, Raymundus Rikang, dan Stefanus Pramono, sebagai wartawan media cetak, berani masuk ke media siaran guna menerangkan berbagai manuver hukum dan politik dari Istana Merdeka.

“Dari liputan wartawan di lapangan, dorang buang suara dalam Bocor Alus,” kata Yuliana Lantipo dari Yayasan Pantau. “Bocor Alus itu penting, termasuk buat kitorang di Tanah Papua, karena wartawan biasa turun ke lapangan, wawancara banyak sumber, bukan sekadar omon-omon.”

Liputan soal Presiden Jokowi, bukan pekerjaan mudah karena Jokowi bergerak tertutup, lewat komunikasi pribadi maupun perantaraan orang kepercayaan dan keluarganya, namun canggih dalam public relations. Jokowi mampu membentuk citra dirinya.

Bocor Alus adalah podcast milik majalah Tempo lewat YouTube maupun Spotify, terbit setiap hari Sabtu, guna menyebarkan informasi kepada masyarakat. Pada 2023, Bocor Alus dapat penghargaan dari YouTube sebagai kanal paling laju pertumbuhannya, serta kanal paling populer di Spotify Indonesia.

Sejak periode kedua, tahun 2019, Presiden Jokowi lakukan berbagai manuver guna mencapai berbagai ambisinya, termasuk bangun ibukota Nusantara di Pulau Kalimantan..

Bocor Alus mencoba menerangkan sesuatu yang masih berlangsung. Ini bukan pekerjaan mudah karena perlu waktu lama guna menilai berbagai manuver Jokowi. Dan waktu adalah barang mewah dalam jurnalisme.

Intinya, Jokowi diduga melemahkan Komisi Pemberantasan Korupsi, mendorong pembuatan Omnibus law yang langgar hak buruh, lakukan hilirisasi tambang tanpa perlindungan lingkungan hidup serta masyarakat adat, meresmikan Kitab Undang-undang Hukum Pidana dengan puluhan pasal yang melanggar standar hak asasi internasional, membuat revisi aturan pemilihan umum dimana gubernur, walikota, dan bupati langsung selesai masa jabatan, sesuai waktu, dan penjabat diangkat Presiden Jokowi tanpa pemilihan.

Presiden Jokowi juga membuat aturan dimana pejabat militer dan polisi bisa dijadikan sebagai pejabat sipil –praktik yang sama dengan pemerintahan Presiden Soeharto dalam apa yang disebut “Dwifungsi ABRI.”

Langkah Presiden Jokowi yang paling kontroversial adalah membuat anaknya, Gibran Rakabuming Raka, jadi calon wakil presiden pada 2023. Jokowi beri kontribusi besar dalam menciptakan situasi tersebut, diduga lewat iparnya, Anwar Usman, selaku ketua Mahkamah Konstitusi, membengkokkan persyaratan calon presiden dan wakil presiden agar Gibran, yang baru umur 36 tahun, bisa mengatasi syarat usia minimal 40 tahun.

Bocor Alus bahas peranan Iriana, isteri Presiden Jokowi, dalam membuat Gibran, bisa jadi calon wakil presiden, bersama dengan Anwar Usman. Beberapa kritisi soroti cara Bocor Alus, maupun Tempo, mengedepankan Iriana, seakan-akan Iriana bergerak sendiri, sebagai tindakan yang menyudutkan perempuan.

“Kritik harus diperhatikan dan Tempo perlu bikin evaluasi agar tak ada lagi liputan yang merendahkan perempuan,” kata Yuliana Lantipo.

Berbagai manuver ini dinilai sebagai “pengkhianatan reformasi 1998” dengan slogan melawan KKN (korupsi, kolusi dan nepotisme). Nepotisme dalam politik Indonesia sebenarnya barang umum di Indonesia. Perbedaannya, politisi lain, termasuk mantan presiden Megawati Soekarnoputri dan Susilo Bambang Yudhoyono, tak mengguncangkan stabilitas negara lewat tindakan yang menimbulkan keraguan terhadap legitimasi lembaga-lembaga demokrasi, menurut pengamat politik Bill Liddle dari Ohio State University.

Seberapa jauh Jokowi bertanggung jawab terhadap kemerosotan demokrasi di Indonesia? Bagaimana menilai berbagai pembangunan infrastruktur, dari kereta api sampai jembatan, dari bendungan sampai jalan raya? Ini akan menjadi pekerjaan sejarawan dalam beberapa dekade mendatang. Namun sejarah takkan menilai Jokowi dengan baik bila dia terus mengganggu proses demokrasi.

Jokowi resminya anggota Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), yang mendukungnya sejak calon walikota Solo pada 2004, namun secara real dia adalah tokoh penting, dalam Partai Solidaritas Indonesia. Pada September 2024, putra bungsunya, Kaesang, bergabung dengan PSI dan dua hari kemudian diangkat jadi ketua umum. Ini takkan terjadi bila Kaesang bukan putra Jokowi.

Dengan putranya, Gibran, sebagai calon wakil presiden dari Prabowo Subianto, sulit berharap Presiden Jokowi bersikap netral dalam pemilihan umum. Bocor Alus memberikan contoh bahwa media seyogyanya menerangkan kepada masyarakat kemungkinan Jokowi memakai kekuasaan kepresidenan untuk berbuat curang dalam pemilihan umum.

Tempo berdiri di Jakarta pada 1971 oleh beberapa wartawan muda termasuk Goenawan Mohamad sebagai pemimpin redaksi. Janet E. Steele dalam buku Wars Within: The Story of Tempo, an Independent Magazine in Soeharto’s Indonesia (2005) menerangkan jatuh-bangun Tempo, termasuk ketika ia dibredel pada 1994.

Goenawan ikut mendirikan Aliansi Jurnalis Independen serta Institut Studi Arus Informasi pada 1994 dan 1995. Goenawan ikut bangun kembali Tempo, ketika terbit lagi pada 1998, sesudah Presiden Soeharto mundur.

Independensi dari sumber, maupun kekuasaan politik, militer, ekonomi, agama, dan lainnya, adalah elemen jurnalisme. Tempo, juga Bocor Alus, punya tradisi buat selalu mempertanyakan independensi mereka.

“Verifikasi adalah esensi dari jurnalisme. Verifikasi itu perlu agar kitorang berpikir, agar kitorang kasih turun lewat komputer jadi tulisan. Tulisan di layar komputer bisa dibaca ulang, disunting dan dibuat sebetul-betulnya. Bocor Alus adalah omon-omon dengan dasar verifikasi,” kata Lantipo.

Kelima wartawan ini sudah bekerja buat Tempo setidaknya delapan tahun. Stefanus Pramono, yang paling senior dari mereka, sudah bekerja 18 tahun.

Egi Adyatama, kelahiran Garut tahun 1992, lulusan dari Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, bergabung dengan Tempo pada 2015.

Francisca Christy Rosana, kelahiran Yogyakarta tahun 1992, lulusan Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, bergabung dengan Tempo pada 2014.

Hussein Abri Dongoran, kelahiran Jakarta tahun 1991, lulusan Universitas Pasundan, Bandung, bergabung dengan Tempo pada 2014.

Raymundus Rikang, kelahiran Bandung, tahun 1991, lulusan Universitas Atma Jaya, Yogyakarta, bergabung dengan Tempo pada 2014.

⁠Stefanus Pramono, kelahiran Jakarta tahun 1981, lulusan Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Jakarta, bergabung dengan Tempo pada 2005.

Pemilihan umum akan diadakan pada 14 Februari 2024 dengan tiga pasang calon presiden dan wakil presiden. Selain Prabowo-Gibran, juga duet Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar serta duet Ganjar Pranowo dan Mahfud MD.

Nama Oktovianus Pogau, diambil dari nama seorang wartawan Papua, lahir di Sugapa, tahun 1992. Pogau meninggal usia 23 tahun pada 31 Januari 2016 di Jayapura. Penghargaan ini diberikan setiap tahun guna mengenang keberanian Pogau.

Pada Oktober 2011, Pogau melaporkan kekerasan terhadap ratusan orang asli Papua ketika berlangsung Kongres Papua III di Jayapura. Dia merekam suara tembakan. Tiga orang Papua meninggal dan lima orang dipenjara dengan vonis makar. Kegelisahan karena tak banyak media Indonesia memberitakan pelanggaran tersebut mendorong Pogau bikin Suara Papua pada 10 Desember 2011.

Juri Penghargaan Pogau terdiri dari Andreas Harsono (Jakarta), Alexander Mering (Pontianak, Bogor), Coen Husain Pontoh (New York, Bolaang Mongondow), Made Ali (Pekanbaru), dan Yuliana Lantipo (Jayapura).

Lantipo, kini redaktur Tabloid Jubi di Jayapura, pernah bekerja buat harian Sinar Harapan di Jakarta. Tugasnya, adalah liputan Balai Kota Jakarta ketika Jokowi jadi gubernur pada 2012-2014. Jokowi mengenal Lantipo, boleh jadi sebagai satu-satunya wartawan Papua, yang ditugaskan di Balai Kota.(*)

 

Tags: Jurnalis TempoPenghargaan Oktovianus PogauPodcast Bocor Alus
ShareTweetSendShareShare
Syam Terrajana

Syam Terrajana

Related Posts

Hak Perempuan dan Anak
Perempuan dan Anak

Hak perempuan dan anak korban kekerasan dibahas dalam seminar KUHP

April 25, 2026
perempuan Papua yang terdampak konflik bersenjata
Perempuan dan Anak

Negara didesak penuhi keadilan bagi perempuan terdampak konflik bersenjata

April 23, 2026
Puncak
Polhukam

Perempuan KINGMI: Negara mesti bertanggungjawab dalam peristiwa Puncak

April 22, 2026
Kabupaten Tolikara
Lapago

Mahasiswa desak penegakan hukum kasus penembakan di Tolikara

April 22, 2026
Dewan Gereja Papua
Polhukam

Dewan Gereja Papua: Penting mencari solusi damai situasi di Tanah Papua

April 22, 2026
Pengungsi
Polhukam

Dewan Gereja Papua: Ada 107.000 pengungsi internal di Tanah Papua

April 21, 2026

Discussion about this post

Recommended Stories

Persipura

Liga 2 sudah dekat, Manajemen Persipura fokus pagari pemain

June 8, 2022
KPUD Merauke

KPUD Merauke bakal laksanakan Kirab Pemilu pada 1 Maret

February 25, 2023
Politik

Isu politik dan olahraga, pemikat paling dinanti para pembaca Papua

April 30, 2024

Popular Stories

  • Pesta Babi

    ‘Pesta Babi’ di Yogyakarta, membuka mata publik melihat persoalan Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Indonesia Raya : Ketika lagu kebangsaan menjadi luka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tokoh Gereja dan Pimpinan Mahasiswa Tolikara Kecam Pernyataan Pangdam XVII Cenderawasih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PAHAM Papua desak Komnas HAM RI dan panglima TNI gerak cepat sikapi video penyiksaan warga sipil di Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Panglima WPA tegaskan Indonesia harus hargai OAP, jika tidak perang total!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Jubi Papua

We bring you the best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc. Visit our landing page to see all features & demos.

LEARN MORE »

Recent Posts

  • PBSI Papua Barat dorong Pengcab siapkan atlet hadapi event regional hingga nasional
  • Indigenous women lead cleanup of polluted ‘Women’s Forest’ in Jayapura
  • Seminar Examines Protection of Women and Child Victims under Indonesia’s New Criminal Code

Categories

  • 2007
  • Advertorial
  • Animha
  • Bali NTT
  • Berita Papua
  • Bomberai
  • Domberai
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Features
  • Headline
  • Indepth Story
  • Infografis
  • Jayapura Membangun
  • Kabupaten Jayapura
  • Kabupaten Jayawijaya
  • Kabupaten Merauke
  • KMAN VI
  • Lapago
  • Lingkungan
  • Majelis Rakyat Papua
  • Mamta
  • Mappi
  • Meepago
  • Memilih untuk Indonesia
  • Menyapa Nusantara
  • Nasional & Internasional
  • Nusa
  • Olahraga
  • Opini
  • Pacnews
  • Papua
  • Papua Tengah
  • Pasifik
  • Pemilu
  • Penkes
  • Perempuan dan Anak
  • Polhukam
  • Provinsi Papua
  • Rilis Pers
  • Saireri
  • Seni & Budaya
  • Tanah Papua
  • Uncategorized

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara