Jubi Papua
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
PRICING
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Polhukam

DAP serukan masyarakat adat tidak menjual tanah

September 12, 2024
Waktu Membaca: 2 mins read
0
Penulis: Larius Kogoya - Editor: Syam Terrajana
Masyarakat Adat

Sekretaris Jenderal Dewan Adat Papua atau DAP, Leonard Imbiri.- Jubi/Larius Kogoya.

Jayapura, Jubi – Sekretaris Jenderal Dewan Adat Papua atau DAP, Leonard Imbiri mengatakan perayaan hari Masyarakat Adat Internasional,  bertujuan  membangkitkan kesadaran semua pihak,  masyarakat adat itu pemilik tanah dan sumber daya alamnya. Karena itu masyarakat adat harus diakui, dilindungi dihormati di atas tanahnya sendiri.

“Hari Masyarakat Adat Internasional ini untuk mengingatkan kita masyarakat adat Papua adalah pemilik tanah dan sumber daya yang terkandung di dalamnya. Oleh karena itu kita tidak boleh menjual tanah dan hak-hak adat kita kepada orang lain. Jangan pernah jual tanah seperti kacang goreng,” kata Imbiri dalam sambutan perayaan hari Masyarakat Adat Internasional, di halaman Museum Loka budaya Universitas Cenderawasih atau Uncen, di Kota Jayapura, Papua, Jumat (9/8/2024).

RELATED POSTS

Ruang hidup masyarakat adat Papua dikepung oligarki

PSN, instrumen pemerintah merampas tanah masyarakat adat Papua

DPD RI dorong percepatan pengakuan tanah adat Papua

Imbiri mengatakan, masyarakat adat harus berjuang supaya negeri yang penuh dengan kekacauan konflik ini,  kelak menemukan keadilan. Perdamaian dirasakan oleh orang-orang yang hidup di tanah ini. Ia menjelaskan,  sampai hari ini masyarakat adat mengungsi dari tanah airnya sendiri.

“Kita punya kekayaan sumber daya kita yang melimpah ruah, tetapi dengan rakus orang banyak eksploitasi hak masyarakat adat atas tanah sumber dayanya. Oleh karena itu suaramu, suara kita semua dibutuhkan untuk selalu mendengungkan hak kita. Jangan membisu, jangan berdiam, tapi kita yang ada ini mulai bersuara maka suara kita akan terdengar dan orang lain akan diajak,” katanya.

Direktur Wahana Lingkungan Hidup Indonesia atau Walhi Papua,  Maikel Primus Peuki mengatakan anak muda Papua itu sebagai pewaris dan penentu secara adat untuk tanah Papua dan masyarakat adat Papua.

“Sebagai generasi muda,  pewaris dan  penentu bahwa bagaimana jadinya Tanah Papua ke depan kita pewarisnya, dan bagaimana jadinya ke depan Tanah Papua kita penentunya,” kata Peuki.

Ia mengutip suatu pernyataan,  jika kita tidak tahu apa yang kita punya, sementara orang lain tahu apa yang kita punya, maka kita sudah mulai terjajah. Ketika kita merasa nyaman dan tidak melakukan upaya-upaya untuk melawan dan mengambil hak-hak kita, maka kita akan menjadi antek dari penjajah.

“Dari pernyataan ini kita anak muda harus mengambil sikap,  menjadi pewaris dan penentu itu kembali kepada diri kita dengan gerakan kita. Upaya kita terlebih pada persatuan dan perjuangan kita tetap melihat pada pentingnya masyarakat adat Papua dan juga sumber daya alam tapi juga hutan yang kita miliki,” katanya. (*)

Tags: Hari Masyarakat Adat InternasionalMasyarakat Adat Papua
ShareTweetSendShareShare
Syam Terrajana

Syam Terrajana

Related Posts

Hak Perempuan dan Anak
Perempuan dan Anak

Hak perempuan dan anak korban kekerasan dibahas dalam seminar KUHP

April 25, 2026
perempuan Papua yang terdampak konflik bersenjata
Perempuan dan Anak

Negara didesak penuhi keadilan bagi perempuan terdampak konflik bersenjata

April 23, 2026
Puncak
Polhukam

Perempuan KINGMI: Negara mesti bertanggungjawab dalam peristiwa Puncak

April 22, 2026
Kabupaten Tolikara
Lapago

Mahasiswa desak penegakan hukum kasus penembakan di Tolikara

April 22, 2026
Dewan Gereja Papua
Polhukam

Dewan Gereja Papua: Penting mencari solusi damai situasi di Tanah Papua

April 22, 2026
Pengungsi
Polhukam

Dewan Gereja Papua: Ada 107.000 pengungsi internal di Tanah Papua

April 21, 2026

Discussion about this post

Recommended Stories

Pedagang melayani pembeli bungkus ketupat jelang Hari Raya Idul Fitri di Pasar Paldam, Jayapura, Papua, Minggu (1/5/2022) / (ANTARA/GUSTI TANATI)

Sebentuk toleransi dari seikat ketupat

April 11, 2024
Migrasi Penduduk dari Luar Papua

Dewan Adat Papua: Migrasi ke Tanah Papua harus dibatasi

May 14, 2022
Sinak Papua

Senjata anggota TNI di Sinak hilang, anak-anak ditangkap, satu dikabarkan meninggal dunia

February 27, 2022

Popular Stories

  • Pesta Babi

    ‘Pesta Babi’ di Yogyakarta, membuka mata publik melihat persoalan Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Indonesia Raya : Ketika lagu kebangsaan menjadi luka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tokoh Gereja dan Pimpinan Mahasiswa Tolikara Kecam Pernyataan Pangdam XVII Cenderawasih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PAHAM Papua desak Komnas HAM RI dan panglima TNI gerak cepat sikapi video penyiksaan warga sipil di Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Panglima WPA tegaskan Indonesia harus hargai OAP, jika tidak perang total!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Jubi Papua

We bring you the best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc. Visit our landing page to see all features & demos.

LEARN MORE »

Recent Posts

  • PBSI Papua Barat dorong Pengcab siapkan atlet hadapi event regional hingga nasional
  • Indigenous women lead cleanup of polluted ‘Women’s Forest’ in Jayapura
  • Seminar Examines Protection of Women and Child Victims under Indonesia’s New Criminal Code

Categories

  • 2007
  • Advertorial
  • Animha
  • Bali NTT
  • Berita Papua
  • Bomberai
  • Domberai
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Features
  • Headline
  • Indepth Story
  • Infografis
  • Jayapura Membangun
  • Kabupaten Jayapura
  • Kabupaten Jayawijaya
  • Kabupaten Merauke
  • KMAN VI
  • Lapago
  • Lingkungan
  • Majelis Rakyat Papua
  • Mamta
  • Mappi
  • Meepago
  • Memilih untuk Indonesia
  • Menyapa Nusantara
  • Nasional & Internasional
  • Nusa
  • Olahraga
  • Opini
  • Pacnews
  • Papua
  • Papua Tengah
  • Pasifik
  • Pemilu
  • Penkes
  • Perempuan dan Anak
  • Polhukam
  • Provinsi Papua
  • Rilis Pers
  • Saireri
  • Seni & Budaya
  • Tanah Papua
  • Uncategorized

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara