Jubi Papua
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
PRICING
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Polhukam

seorang ibu tewas dan dimutilasi, delapan warga lainnya tertembak di Pamebut, Distrik Yugumuak

March 6, 2023
Waktu Membaca: 4 mins read
0
Penulis: - Editor:
TPNPB, Konflik Bersenjata, Paniai

Foto ilustrasi. - Istimewa

 

RELATED POSTS

AlDP desak Komnas HAM RI selidiki dugaan pelanggaran HAM berat di Puncak

Peristiwa Puncak: PBH GMKI desak evaluasi keberadaan Satgas Habema

Pemprov Papua Tengah bentuk tim tangani korban Puncak

Jayapura, Jubi – Koordinator Pemuda Puncak Timur Gereja Kemah Injil (KINGMI) Di Tanah Papua, Neison Telenggen mengatakan, saat mengejar  Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB),  Tentara Nasional Indonesia (TNI) menembak dan memutilasi seorang ibu bernama  Tarina Murib, berusia 35 tahun, agama Kristen Protestan, anggota Jemaat (KINGMI) Gereja Ebenezer, Tabia, Kabupaten Puncak, Papua Tengah.

Selain itu, delapan warga sipil lainnya mengalami luka tembak saat warga hendak melarikan diri dari kontak tembak antara TPNPB dan TNI. pada Jumat (3/3/2023).

“Setelah dicari jasadnya yang sempat hilang, namun warga menemukannya pada hari sabtu 4 Maret 2023. Jasad Ibu Tarina Murib ditemukan dalam keadaan telanjang dan kepala korban terpotong dan hilang,  setelah ketemu kemudian aparat keamanan memerintahkan kepada pendeta agar jasad ibu Tarina Murib diperabukan, pada sabtu (4/3/2023), ”katanya kepada Jubi melalui pesan WhatsApp, Minggu (5/3/2023).

Telenggen mengatakan, penembakan ini dilakukan oleh aparat keamanan terhadap masyarakat sipil di Kampung Pamebut, Distrik Yugumuak. korban berjatuhan yang mengalami luka tembak terdiri dari bapak-bapak, ibu rumah tangga hingga pelajar dari anggota jemaat GKII dan Kingmi Papua.

Korban pertama adalah Nerce Telenggen berusia 33 tahun mengalami luka berat, ditembak dibagian perut dan di tangan kanannya peluru masih ada, Agama Kristen Protestan, Anggota Jemaat (GKII) Gereja Pamebut,  Kampung Pamebut Distrik Yugumuak. Kemudian, Juan Amelson Murib tembakan kena peluru di bagian telapak tangan, untuk sementara ini peluru masih ada ditangannya.

Korban berikutnya adalah Rasna Kogoya,  12 tahun, terkena tembakan satu peluru di bagian kaki, ia beragama Kristen Protestan, anggota Jemaat (KINGMI) Gereja Ebenezer Tabia Desa Pemebut Distrik Yugumuak.

“Korban berikutnya adalah Rodinus Murib berusia 18 Tahun terkena tembakan satu peluru di bagian bahu atas. Ia berstatus pelajar Agama Kristen Protestan,  anggota Jemaat (KINGMI) Gereja Ebenezer Tabia, Kampung Pamebut Distrik Yugumuak,” katanya.

Korban lainnya,   Gwinus Murib berusia 36 Tahun,  tertembak  satu peluru di bagian bahu atas,  agama Kristen Protestan,  anggota jemaat (KINGMI) Gereja Ebenezer Tabia, Kampung Pamebut Distrik Yugumuak.

“Korban berikut yang berhasil didata adalah bapak Kele Kulua, umur 38, kena 1 peluru di bagian kaki, agama Kristen Protestan, Anggota Jemaat (GKII) Gereja Pamebut Kampung Yugumuak Distrik Yugumuak.

Lalu ada Daisina Alom berusia 24 Tahun. terkena satu peluru di bagian paha. Ia, beragama Kristen Protestan Anggota Jemaat (GKII) Gereja Mungalolo, Kampung Mongalolo Distrik Yugumuak.

“Anak dari ibu Daisina Alom bernama Aniton Kulua berusia satu tahun kena peluru di bagian kepala kikis,” katanya.

Telenggen mengatakan, imbas dari kontak senjata antara TNI dan TPNPB, membuat warga dari Distrik Yugumuak dan Distrik Mageabume mengungsi dan mengakibatkan perkampungan dan warga jemaat dari gereja  kosong.  Mereka terpencar.  Ada yang mengungsi ke  Distrik Sinak, Agandugume.

“Jemaat dari Distrik Yugumuak, Gereja GKII Wilewak, Gereja GKII Pamebut, Gereja GKII Wobulo, Gereja GKII Wijabubu, Gereja GKII Manggame, Gereja GKII Agengen, Gereja GKII Jerusalem, Gereja GKII Mongalolo, Gereja KINGMI Ebenezer Tabia. Sementara warga jemaat dari Distrik Mageabume yang ikut mengungsi adalah Gereja GKII Winisu, Gereja GKII Nigilome, Gereja GKII Kordus, Gereja GKII Weni mengungsi ke Mulia,” katanya.

Sementara itu Sekretaris Wilayah Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) Yotinus Kulua,  membenarkan adanya penembakan antara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang mengakibatkan korban nyawa mayoritas warga sipil anggota Jemaat GKII dan Kingmi Papua.

“Saya telah mendapatkan informasi dari ketua daerah GKII di Distrik Yugumoak dan Mageabume,  sejak pukul 05.00 pagi,  terjadi kontak senjata antara TNI bersama dengan TPNPB di kampung Pamebut, warga karena panik (jadi)  kocar kacir,  akhirnya terkena peluru dari aparat keamanan” katanya.

Kulua mengatakan, setelah berusaha mengejar TPNPB dan tidak berhasil, kemudian anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) menembak masyarakat yang sedang panik dan melarikan diri,  karena ketakutan sehingga korban dari sipil berjatuhan.

“Dua orang sudah di antar ke rumah sakit di Distrik Sinak dalam keadaan darurat ada beberapa rumah yang dibakar termasuk rumah pendeta Murib mereka bakar, karena mereka mencurigai mereka menyembunyikan TPNPB,” katanya.

Reporter Jubi mencoba menghubungi pihak medis di Distrik Sinak Namun hingga saat ini belum mendapatkan konfirmasi dari pihak rumah sakit sinak terkait kondisi warga yang mengalami luka tembak.

Kapendam XVII/Cenderawasih Kolonel Kav Herman Taryaman, mengatakan  telah terjadi penembakan oleh Kelompok Separatis Terroris/ KST (sebutan sepihak pemerintah Indonesia pada TPNPB)  wilayah Kab. Puncak, mengakibatkan 1 orang warga sipil dan 1 prajurit Satgas Yonif Raider 303/SSM meninggal dunia.

“Saya membenarkan kejadian tersebut, yaitu gerombolan KST telah menyerang dan menembak Personel Pos Sinak Satgas Yonif Raider 303/SSM bertempat Kampung Pamebut, Distrik Yugumuak, Kab. Puncak pada Jumat (03/03/2023),” katanya.

Herman Taryaman menjelaskan, kronologi kejadian bermula saat gerombolan KST menembak warga sipil an. TM (perempuan OAP), di Kampung Pamebut,  Distrik Yugumuak, Kabupaten  Puncak. Kemudian aparat TNI mengevakuasi yang bersangkutan ke Puskesmas Sinak, namun saat evakuasi menuju Puskesmas, tim TNI   dihadang dan ditembak oleh KST.

“Aatas Insiden ini mengakibatkan Praka JM tertembak dan akhirnya terjadi kontak tembak. Prajurit Praka JM yang tertembak berhasil dievakuasi ke Puskesmas Sinak untuk penanganan tim medis. Selanjutnya dinyatakan meninggal dunia oleh tim medis. Demikian pula warga sipil an. TM yang ditembak KST dinyatakan meninggal dunia. Praka JM akan dievakuasi menuju Timika,” katanya.

Sementara itu, Komando Daerah Perang Sinak, Brigadir Jenderal Kalenak Murib  membantah pernyataan TNI yang menyebut TPNPB telah menembak warga sipil . Ia balik menuding  pihak yang menembak warga sipil di Sinak justru pasukan TNI.

“Kami membantah pernyataan aparat kolonial Indonesia yang mengatakan TPNPB menembak warga sipil. Kami tidak pernah menembak warga sipil atau membakar rumah warga. Penembakan terhadap warga sipil itu dilakukan prajurit TNI saat mereka mau mengejar kami di Kampung Winisu,” katanya.

Murib mengatakan, aparat keamanan justru menggunakan bom menyerang TPNPB. “Kami sudah mendokumentasikan bukti bukti dan sisa-sisa bom yang ditinggalkan oleh prajurit TNI di Pamebut. Kami akan mengumumkan secara terpisah,” katanya. (*)

 

 

Tags: Bakutembak TNI -TPNPBDistrik YugumuakKabupaten PuncakPenembakan Warga Sipil
ShareTweetSendShareShare
News Desk

News Desk

Related Posts

Hak Perempuan dan Anak
Perempuan dan Anak

Hak perempuan dan anak korban kekerasan dibahas dalam seminar KUHP

April 25, 2026
perempuan Papua yang terdampak konflik bersenjata
Perempuan dan Anak

Negara didesak penuhi keadilan bagi perempuan terdampak konflik bersenjata

April 23, 2026
Puncak
Polhukam

Perempuan KINGMI: Negara mesti bertanggungjawab dalam peristiwa Puncak

April 22, 2026
Kabupaten Tolikara
Lapago

Mahasiswa desak penegakan hukum kasus penembakan di Tolikara

April 22, 2026
Dewan Gereja Papua
Polhukam

Dewan Gereja Papua: Penting mencari solusi damai situasi di Tanah Papua

April 22, 2026
Pengungsi
Polhukam

Dewan Gereja Papua: Ada 107.000 pengungsi internal di Tanah Papua

April 21, 2026

Recommended Stories

Polda Papua, Sekolah Jujur Bicara

Bidhumas Polda Papua isi materi Sekolah Jujur Bicara

November 8, 2023
SMPN 1 Jayapura

SMPN 1 Jayapura gelar pameran karya siswa

November 17, 2022
Pemuda Adat Papua

Pemuda adat Papua serukan perlindungan tanah dan hutan adat

September 24, 2023

Popular Stories

  • Pesta Babi

    ‘Pesta Babi’ di Yogyakarta, membuka mata publik melihat persoalan Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Indonesia Raya : Ketika lagu kebangsaan menjadi luka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tokoh Gereja dan Pimpinan Mahasiswa Tolikara Kecam Pernyataan Pangdam XVII Cenderawasih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PAHAM Papua desak Komnas HAM RI dan panglima TNI gerak cepat sikapi video penyiksaan warga sipil di Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Panglima WPA tegaskan Indonesia harus hargai OAP, jika tidak perang total!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Jubi Papua

We bring you the best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc. Visit our landing page to see all features & demos.

LEARN MORE »

Recent Posts

  • PBSI Papua Barat dorong Pengcab siapkan atlet hadapi event regional hingga nasional
  • Indigenous women lead cleanup of polluted ‘Women’s Forest’ in Jayapura
  • Seminar Examines Protection of Women and Child Victims under Indonesia’s New Criminal Code

Categories

  • 2007
  • Advertorial
  • Animha
  • Bali NTT
  • Berita Papua
  • Bomberai
  • Domberai
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Features
  • Headline
  • Indepth Story
  • Infografis
  • Jayapura Membangun
  • Kabupaten Jayapura
  • Kabupaten Jayawijaya
  • Kabupaten Merauke
  • KMAN VI
  • Lapago
  • Lingkungan
  • Majelis Rakyat Papua
  • Mamta
  • Mappi
  • Meepago
  • Memilih untuk Indonesia
  • Menyapa Nusantara
  • Nasional & Internasional
  • Nusa
  • Olahraga
  • Opini
  • Pacnews
  • Papua
  • Papua Tengah
  • Pasifik
  • Pemilu
  • Penkes
  • Perempuan dan Anak
  • Polhukam
  • Provinsi Papua
  • Rilis Pers
  • Saireri
  • Seni & Budaya
  • Tanah Papua
  • Uncategorized

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara