Jayapura, Jubi – Dosen Keperawatan Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan atau Poltekkes Kemenkes Jayapura, Papua, Dr Isak J.H. Tukayo menciptakan aplikasi “Malaria Tukayo” untuk deteksi dan pencegahan malaria.
Ia mengatakan, aplikasi Malaria Tukayo ini bertujuan membantu tenaga kesehatan di lapangan memonitoring perkembangan pasien malaria.
Aplikasi berbasis android ini dibuat bersama Mohammad Saljan, S.Kp M.Kep dan Dorci Nuburi S.Si.T MPH. Aplikasi Malaria Tukayo direncanakan disosialisasikan pada 2026.
“Aplikasi ini tujuannya untuk pendeteksian [malaria]. Nanti kalau orang ikut [menggunakan], kita bisa monitoring percepatan pengobatan [malaria]. Jadi, bisa tahu [informasi] terbarunya,” kata Ketua Jurusan Keperawatan itu kepada Jubi saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (4/11/2025).
Menurutnya, monitoring ini bertujuan mengetahui gejala-gejala, pengobatan, lokasi, dan sebagainya sehingga pelaporannya real time. Dengan monitoring dan data terbaru diharapkan bisa mempercepat eliminasi malaria pada 2030.
Untuk memudahkan pemanfaatan aplikasi Malaria Tukayo, Dr Isak J.H. Tukayo sudah membuat buku panduan penggunaan aplikasi itu, dan petugas kesehatan akan dilatih dalam sosialisasi Malaria Tukayo.
Dr Isak J.H. Tukayo mengatakan, selain dimanfaatkan untuk tenaga kesehatan dan kader malaria, aplikasi ini juga diharapkan bisa berguna untuk peneliti dan masyarakat.
Katanya, aplikasi itu bisa berkontribusi dalam dalam eliminasi malaria 2030. Diharapkan dengan pelaporan kasus melalui aplikasi Malaria Tukayo itu, dapat memberikan gambaran terkait titik lokasi kepadatan kasus malaria.
“Misalnya, di Kabupaten Jayapura, di mana paling padat [angka malaria], Distrik Sentani Timur, Sentani, atau Sentani Barat,” kata Tukayo yang pernah menjabat Direktur Poltekkes Jayapura dua periode.
Tukayo yakin eliminasi malaria bisa tercapai apabila rantai penularan nyamuk itu diputus. Oleh karena itu butuh kolaborasi lintas sektor dan program itu.
Ia berharap pemerintah, pemangku kepentingan, dan investor bisa berkolaborasi agar inovasi itu bisa berlanjut.
Misalnya dari aplikasi, diketahui titik lokasi kepadatan nyamuk suatu wilayah. Salah satu ide yang ditawarkan yaitu dengan pembuatan robot atau AI untuk menangkap nyamuk. (*)











Discussion about this post