Jubi Papua
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
PRICING
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Penkes

Perilaku buang air besar sembarangan memicu tengkes

Perilaku buang air besar sembarangan berpotensi menyebarkan berbagai penyakit. Sejumlah penyakit itu lambat laun dapat menyebabkan tengkes.

June 20, 2024
Waktu Membaca: 2 mins read
0
Penulis: Larius Kogoya - Editor: Aries Munandar
Sembarangan

Kepala Unicef Papua Aminuddin M Ramdan (kanan) menyerahkan lembaran komitmen bersama dalam Gerakan Setop Buang Air Besar Sembarangan, kepada perwakilan pemerintah kabupaten dan kota di Papua. - Jubi/Larius Kogoya

Jayapura, Jubi – Warga di 500 kampung dan kelurahan di Papua masih terbiasa buang air besar sembarangan. Kebiasaan itu berpotensi menularkan berbagai penyakit.

Kepala Dana Kanak-Kanak Internasional (Unicef) Papua Aminuddin M Ramdan mengatakan berdasarkan sejumlah penelitian, kebiasaan buang air besar sembarangan juga dapat memicu tengkes atau stunting. Dampak itu bisa bermula dari serangan diare pada bayi dan anak.

RELATED POSTS

Laporan Menyoroti Kemiskinan yang Dihadapi oleh Anak-anak Fiji

Pemkab Biak-UNICEF libatkan 50 guru PAUD/TK kawal program MBG

Jumlah penderita polio simptomatis di PNG tetap satu kasus

“Berdasarkan sejumlah penelitian, penyebab stunting berkorelasi dengan kondisi lingkungan [permukiman] yang tidak bersih. Karena lingkungannya yang tidak bersih, muncul berbagai penyakit, seperti diare yang dapat mengakibatkan stunting,” kata Aminuddin saat Lokakarya Advokasi Kebijakan Sanitasi Penting atasi Stunting Provinsi Papua, Kamis (20/6/2024).

Menurut Aminuddin, kebiasaan buang air besar sembarangan juga dapat memicu penularan polio. Penyakit tersebut sampai saat ini diketahui masih menyebar di sejumlah daerah di Papua Tengah dan Papua Pegunungan.

“Salah satu [media] penyebaran dan penularan polio ialah tinja. Virus dari tinja masuk ke mulut. Hal-hal seperti ini [wabah penyakit] tidak akan pernah bisa selesai kalau salah satu isu itu [kebiasaan buang air besar sembarangan] tidak segera ditangani,” kata Aminuddin.

Karena itu, lanjutnya seluruh pemangku kepentingan mesti melakukan percepatan dalam menanggulangi kebiasaan buang air besar sembarangan. Percepatan tersebut harus melibatkan kader Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), organisasi keagamaan, dan pemangku adat dalam mengampanyekan Gerakan Setop Buang Air Besar Sembarangan.

Staf ahli Gubernur Papua, Daniel R Senis mengatakan perilaku buang air besar sembarangan tidak boleh disepelekan. Itu karena dampaknya tidak hanya mencemari lingkungan, tetapi juga berpotensi menularkan berbagai penyakit, seperti diare, tipes, disenteri, atau kolera.

“Diare dan tipes pada anak akan mengganggu pertumbuhan serta perkembangannya. Pertumbuhan dan perkembangan yang tidak optimal bisa mengakibatkan stunting, bahkan kematian,” kata Senis, yang membidangi keahlian pengembangan sumber daya manusia, tersebut.

Lokakarya Advokasi Kebijakan Sanitasi Penting atasi Stunting Provinsi Papua juga dihadiri sejumlah perangkat daerah dari seluruh kabupaten dan kota di Papua. Mereka menandatangani komitmen bersama dalam menanggulangi penyebab tengkes dan polio di daerah masing-masing. (*)

Tags: PolioSetop BABSstuntingTengkesUnicef
ShareTweetSendShareShare
Victor Mambor

Victor Mambor

Related Posts

TBc
Penkes

Akademisi kesehatan: TBc di Kabupaten Jayapura kritis, tapi belum darurat

March 6, 2026
Kasus TBC
Penkes

1.350 kasus baru TBC ditemukan di Kabupaten Jayapura pada 2025

March 6, 2026
RSUD Yowari
Mamta

Pelayanan IGD RSUD Yowari berjalan normal usai pemukulan terhadap tenaga medis

February 26, 2026
RSUD Yowari
Mamta

Dokter dan perawat RSUD Yowari dianiaya keluarga pasien

February 26, 2026
Aktivitas Belajar
Penkes

Orangtua murid keluhkan tidak maksimalnya aktivitas belajar di SDN Muaif

February 16, 2026
RSUD Abepura
Mamta

Nakes desak Gubernur Papua ganti direktur RSUD Abepura

January 27, 2026

Discussion about this post

Recommended Stories

Pedagang melayani pembeli bungkus ketupat jelang Hari Raya Idul Fitri di Pasar Paldam, Jayapura, Papua, Minggu (1/5/2022) / (ANTARA/GUSTI TANATI)

Sebentuk toleransi dari seikat ketupat

April 11, 2024
Migrasi Penduduk dari Luar Papua

Dewan Adat Papua: Migrasi ke Tanah Papua harus dibatasi

May 14, 2022
Sinak Papua

Senjata anggota TNI di Sinak hilang, anak-anak ditangkap, satu dikabarkan meninggal dunia

February 27, 2022

Popular Stories

  • Pesta Babi

    ‘Pesta Babi’ di Yogyakarta, membuka mata publik melihat persoalan Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Indonesia Raya : Ketika lagu kebangsaan menjadi luka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tokoh Gereja dan Pimpinan Mahasiswa Tolikara Kecam Pernyataan Pangdam XVII Cenderawasih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PAHAM Papua desak Komnas HAM RI dan panglima TNI gerak cepat sikapi video penyiksaan warga sipil di Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Panglima WPA tegaskan Indonesia harus hargai OAP, jika tidak perang total!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Jubi Papua

We bring you the best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc. Visit our landing page to see all features & demos.

LEARN MORE »

Recent Posts

  • PBSI Papua Barat dorong Pengcab siapkan atlet hadapi event regional hingga nasional
  • Indigenous women lead cleanup of polluted ‘Women’s Forest’ in Jayapura
  • Seminar Examines Protection of Women and Child Victims under Indonesia’s New Criminal Code

Categories

  • 2007
  • Advertorial
  • Animha
  • Bali NTT
  • Berita Papua
  • Bomberai
  • Domberai
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Features
  • Headline
  • Indepth Story
  • Infografis
  • Jayapura Membangun
  • Kabupaten Jayapura
  • Kabupaten Jayawijaya
  • Kabupaten Merauke
  • KMAN VI
  • Lapago
  • Lingkungan
  • Majelis Rakyat Papua
  • Mamta
  • Mappi
  • Meepago
  • Memilih untuk Indonesia
  • Menyapa Nusantara
  • Nasional & Internasional
  • Nusa
  • Olahraga
  • Opini
  • Pacnews
  • Papua
  • Papua Tengah
  • Pasifik
  • Pemilu
  • Penkes
  • Perempuan dan Anak
  • Polhukam
  • Provinsi Papua
  • Rilis Pers
  • Saireri
  • Seni & Budaya
  • Tanah Papua
  • Uncategorized

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara