Jayapura, Jubi – Komisioner KPU Papua, Abdul Hadi, mengatakan pemilih pemula pada Pemilu 2024 sangat antusias. Mereka menginginkan ada perubahan bangsa yang lebih baik ke depannya.
“Pemilih pemula terdiri atas pelajar dan mahasiswa atau pemilih dengan rentang usia 17 sampai 21 tahun, menjadi segmen yang tinggi,” ujar Abdul Hadi saat menghadiri kegiatan pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS di SMAN 4 Jayapura, Kota Jayapura, Senin (16/10/2023).
Dikatakannya, segmen pemilih pemula atau kelompok milenial di pemilu yang akan berlangsung pada 14 Februari 2024, di Papua tercatat sebanyak 36,68 persen dan kelompok golongan Z sebanyak 23,06 persen.
“Pemilih pemula memilki antusiasme tinggi, sementara keputusan pilihan yang belum bulat sebenarnya menempatkan pemilih pemula sebagai swing vooters yang sesungguhnya,” ujarnya.
Selain itu, dilanjutkannya, pilihan politik mereka belum dipengaruhi motivasi ideologis tertentu dan lebih didorong oleh konteks dinamika lingkungan politik lokal.
“Pemilih pemula mudah dipengaruhi kepentingan-kepentingan tertentu, terutama oleh orang terdekat seperti anggota keluarga, mulai dari orang tua hingga kerabat dan teman. Media massa juga ikut berpengaruh terhadap pilihan pemilu pemula,” ujarnya.
KPU Papua gencar melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat terutama pemilih pemula agar ikut terlibat dalam rangka menyukseskan Pemilu 2024.
“Jangan golput atau golongan putih, cuek dan apatis dengan kondisi politik. Hak suara kalian sangat penting untuk menentukan pemimpin masa depan dan mewujudkan pembangunan berkeadilan,” ujarnya.
Kepala Bagian Teknis Penyelenggara Pemilu Partispasi dan Hubungan Masyarakat KPU Provinsi Papua, Allen Ardian Pongoh, mengatakan pihaknya gencar melakukan sosialisasi dan edukasi.
“Harapannya supaya adik-adik pemilih pemula atau kaum milenial bisa berpartisipasi dan juga cerdas dalam memilih. Jangan terpengaruh hoax dan juga pengaruh-pengaruh negatif bahkan isu SARA. Jadilah pemilih yang demokratis,” katanya. (*)










