Jubi Papua
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
PRICING
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Opini

Refleksi euforia penerbangan internasional Biak-Papua 2025: Sekadar mengantar turis singgah?

December 24, 2025
Waktu Membaca: 3 mins read
0
Penulis: Admin Jubi - Editor: Jean Bisay
Biak

Bandara Frans Kaisiepo di Biak Numfor, Papua yang dipotret pada, 30 September 2025. Pernah menjadi gerbang utama penerbangan internasional ke Tanah Papua. - Jubi/dok.foto Gasper Muabuay

Oleh: Gasper Muabuay

RELATED POSTS

Indigenous women lead cleanup of polluted ‘Women’s Forest’ in Jayapura

Seminar Examines Protection of Women and Child Victims under Indonesia’s New Criminal Code

West Papua National Committee (KNPB) issues demands over alleged civilian casualties in Puncak Military Operation.

Sebagai refleksi kaleidoskop 2025, perenungan ini ditujukan bagi para pemangku kepentingan dan masyarakat yang menaruh hasrat besar agar pariwisata Papua kembali bangkit seperti masa jayanya. Kita tentu ingat masih ketika salah satu bandara paling terkenal di Tanah Papua yang berada di Kabupaten Biak Numfor, Papua menjadi lintasan rutin penerbangan internasional.

Sejarah mencatat, setelah aktif sejak awal 1990-an, rute internasional di Bandara Frans Kaisiepo (FK) terhenti sebelum tahun 2000 akibat dampak krisis moneter global 1998 yang meruntuhkan berbagai sektor usaha. Namun, pada 28 September 2025 lalu, sebuah peristiwa bersejarah terjadi: pesawat maskapai Airnorth dari Australia kembali mendarat di Biak.

Peristiwa ini memicu euforia. Sayangnya, realitas di balik pendaratan itu perlu kita telaah lebih dalam. Pesawat tersebut hanya mengantar turis yang singgah (transit) beberapa jam sebelum melanjutkan perjalanan menggunakan kapal pesiar (cruise ship) ke titik-titik wisata bahari di pesisir utara Papua hingga ke negara tetangga, Papua Nugini.

Sambutan hangat pemerintah daerah dan publikasi luas di media sosial seolah memberi kesan bahwa ini adalah awal dari penerbangan terjadwal rutin. Padahal, kenyataannya belum demikian.

Merajut Masa Lalu dan Pesawat Carteran

Biak
Tangkapan layer jalur penerbangan yang diakses melalui situs Flightradar24, ketika pesawat Airnorth terbang dari Darwin-Australia dan tiba di Biak pada, 28 September 2025 lalu. – Jubi/foto tangkapan layar oleh Gasper Muabuay

Peristiwa tahun 2025 ini mengingatkan penulis pada masa keemasan pariwisata Papua medio 1990-an. Saat itu, pemerintah pusat melalui program “Visit Indonesia Year 1991” bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Irian Jaya (sebutan saat itu) untuk menjadikan Bandara Frans Kaisiepo sebagai bandara transit rute strategis: Jakarta-Denpasar-Biak-Honolulu-Los Angeles, pergi-pulang (PP).

Jalur ini adalah urat nadi ekonomi-politik yang menghubungkan Amerika, Pasifik, dan Asia. Penulis menyaksikan sendiri bagaimana Kota Jayapura dan Wamena dibanjiri turis yang mengeksplorasi budaya dan alam Papua. Sebagai bagian dari program pelatihan kepramuwisataan Dinas Pariwisata saat itu, penulis merasakan betapa Papua memiliki jejak sejarah yang kuat sebagai destinasi dunia.

Kini, setelah puluhan tahun, alur selatan (Australia-Papua) menjadi harapan baru. Rute Darwin-Biak-Darwin diharapkan mampu mengembalikan status Biak sebagai gerbang internasional Tanah Papua, meskipun status penerbangan Airnorth kemarin barulah bersifat sewa (charter), bukan reguler terjadwal.

Dampak Kebijakan Strategis Pusat

Dukungan netizen terhadap Pemerintah Kabupaten Biak Numfor adalah hal positif. Namun, harus diakui bahwa kelancaran momentum ini adalah buah dari kebijakan strategis Presiden RI yang menetapkan 36 bandara berstatus internasional, termasuk empat di Tanah Papua: Frans Kaisiepo (Biak), Dortheys Hiyo Eluay (Sentani-Jayapura), Mopah (Merauke), dan Domine Eduard Osok (Sorong).

Penetapan ini, sebagaimana tertuang dalam Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 37 Tahun 2025, bertujuan mendorong percepatan ekonomi dan pariwisata daerah. Kebijakan ini mengingatkan kita pada pola pembangunan Orde Baru yang bersifat top-down namun strategis. Jika kebijakan tersebut bagus untuk kemajuan, kita tidak perlu sungkan menjadikannya acuan, terlepas dari perbedaan rezim pemerintahan.

Respons Daerah dan Pelaku Profesi

Pemerintah Kabupaten Biak Numfor tergolong tanggap memanfaatkan izin ini. Langkah serupa seharusnya bisa diikuti oleh kabupaten/kota lain di Tanah Papua yang memiliki status bandara internasional. Kuncinya terletak pada kreativitas dan kepiawaian komunikasi pemerintah daerah dengan pemangku kepentingan, baik kementerian, kedutaan besar, maupun maskapai asing.

Biak
Maximus Tipagau, pemimpin Carstensz Adventure-Travel gendong ikan Redsnapper hasil pancingan Gubernur Provinsi Papua Tengah, Meki Nawipa (kaos putih-topi merah). Saat mancing-mania di Pulau Anggrameos, Kabupaten Nabire, Papua Tenga pada Agustus 2025. Bagian dari promosi potensi wisata bahari di kawsan Teluk Cenderawasih. – Jubi/dok.foto Maximus Tipagau

Maximus Tipagau, pemilik Carstensz Adventures dan pemimpin Papua Mountaineering Association (PMA), menyambut baik tren ini. Namun, ia memberi catatan penting: orientasi wisatawan asing masih sangat terpaku pada Raja Ampat. Padahal, Papua memiliki potensi wisata minat khusus seperti Carstensz Pyramid di Mimika serta wisata bahari di Teluk Cenderawasih dan Nabire.

Dibutuhkan konektivitas antar-bandara di Bumi Cenderawasih. Begitu pesawat internasional masuk di Biak, harus ada akses yang lancar bagi wisatawan untuk melanjutkan perjalanan ke daerah lain di Papua. Harapan serupa muncul dari para pekerja transportasi di Biak. Mereka menginginkan agar penerbangan ini rutin, bukan sekadar momentum sesaat yang bersifat “euforia temporer”.

Pariwisata sebagai Poros Pembangunan

Pariwisata adalah simpul pembangunan yang sangat dipertimbangkan (very considerable development). Sektor ini memiliki efek domino (multiplier effect) yang luas—mulai dari pelestarian lingkungan melalui regenerative tourism, tumbuhnya ekonomi kreatif, hingga keterlibatan budaya masyarakat adat.

Kita berharap agar pariwisata Papua tidak lagi “tidur”. Kita ingin Papua menjadi destinasi “Wisata Pengalaman” (experience tourism) yang menawarkan interaksi autentik dengan komunitas lokal, sehingga pembangunan pariwisata tidak lagi bersifat Bali-sentris.

Jika trayek internasional Darwin-Biak dan rute internasional lainnya berjalan rutin, keterisolasian Papua secara global dan geopolitik selama beberapa dekade terakhir dapat dipatahkan. Papua akan kembali menjadi bagian dari pergaulan komunitas internasional. Sudah saatnya pintu gerbang itu dibuka lebar, bukan sekadar untuk turis yang menumpang lewat. (*)

Penulis adalah peminat isu sosial dan administrasi negara, tinggal di Port Numbay, Kota Jayapura.

Tags: BiakBiak-Papuamenggantar turisPapuapenerbangan internasionalpenerbangan internasional Biak-Papua 2025Sekadar mengantar turis singgahsinggah
ShareTweetSendShareShare
Jean Bisay

Jean Bisay

Related Posts

Sarmi
Opini

IPM Sarmi mandek dan logika pembangunan yang terbalik

April 11, 2026
dana abadi
Opini

Membangun dana abadi Papua untuk beasiswa dengan skema pembiayaan dipercepat

April 8, 2026
Dana
Opini

Triliunan Hilang, Masa Depan Terabaikan: Kisah Dana Abadi Papua yang Tak Pernah Ada

March 25, 2026
Leluhur
Opini

Ketika Leluhur Mengajari Kita Cara Merawat Bumi

March 11, 2026
freeport Papua
Opini

Dana Abadi Papua: Mengubah kekayaan alam menjadi warisan abadi bagi generasi mendatang

March 11, 2026
Damai
Opini

Sebelum Mendamaikan Dunia, Siapa Juru Damai bagi Papua?

March 10, 2026

Discussion about this post

Recommended Stories

TPNPB, Konflik Bersenjata, Paniai

seorang ibu tewas dan dimutilasi, delapan warga lainnya tertembak di Pamebut, Distrik Yugumuak

March 6, 2023
DPRK Tolikara

Puluhan anggota DPRK Tolikara ikut penguatan kapasitas

May 12, 2025
friendly game

Friendly game Papua Indonesia vs Hekari United FC, 18 dan 19 Agustus di Stadion Lukas Enembe

August 1, 2023

Popular Stories

  • Pesta Babi

    ‘Pesta Babi’ di Yogyakarta, membuka mata publik melihat persoalan Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Indonesia Raya : Ketika lagu kebangsaan menjadi luka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tokoh Gereja dan Pimpinan Mahasiswa Tolikara Kecam Pernyataan Pangdam XVII Cenderawasih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PAHAM Papua desak Komnas HAM RI dan panglima TNI gerak cepat sikapi video penyiksaan warga sipil di Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Panglima WPA tegaskan Indonesia harus hargai OAP, jika tidak perang total!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Jubi Papua

We bring you the best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc. Visit our landing page to see all features & demos.

LEARN MORE »

Recent Posts

  • PBSI Papua Barat dorong Pengcab siapkan atlet hadapi event regional hingga nasional
  • Indigenous women lead cleanup of polluted ‘Women’s Forest’ in Jayapura
  • Seminar Examines Protection of Women and Child Victims under Indonesia’s New Criminal Code

Categories

  • 2007
  • Advertorial
  • Animha
  • Bali NTT
  • Berita Papua
  • Bomberai
  • Domberai
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Features
  • Headline
  • Indepth Story
  • Infografis
  • Jayapura Membangun
  • Kabupaten Jayapura
  • Kabupaten Jayawijaya
  • Kabupaten Merauke
  • KMAN VI
  • Lapago
  • Lingkungan
  • Majelis Rakyat Papua
  • Mamta
  • Mappi
  • Meepago
  • Memilih untuk Indonesia
  • Menyapa Nusantara
  • Nasional & Internasional
  • Nusa
  • Olahraga
  • Opini
  • Pacnews
  • Papua
  • Papua Tengah
  • Pasifik
  • Pemilu
  • Penkes
  • Perempuan dan Anak
  • Polhukam
  • Provinsi Papua
  • Rilis Pers
  • Saireri
  • Seni & Budaya
  • Tanah Papua
  • Uncategorized

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara