Jubi Papua
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
PRICING
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Opini

Isu Perubahan Iklim dan Migrasi di Tuvalu

November 21, 2025
Waktu Membaca: 2 mins read
0
Penulis: Admin Jubi - Editor: Alberth Yomo
perubahan iklim

Oleh : Melianti Sesa

RELATED POSTS

Pakar PBB khawatir upaya menghambat resolusi iklim yang dipimpin Vanuatu

Vishal Prasad Bersama Keluarga Pasifik tentang Euforia Kemenangan di ICJ dan Aktivisme Iklim 2025

Migran Iklim Pertama dari Tuvalu Tiba di Australia

Perubahan iklim merupakan tantangan global yang berdampak signifikan terhadap negara-negara kepulauan kecil. Tuvalu adalah salah satu negara Pasifik dengan ketinggian rata-rata hanya 2–4,5 meter di atas permukaan laut. Hilangnya wilayah fisik tidak hanya menimbulkan persoalan lingkungan, tetapi juga menyangkut kedaulatan, identitas, dan keberlangsungan budaya.

Dalam konteks ini, konsep Pacific Ways—seperangkat nilai, norma, dan praktik khas masyarakat Pasifik—menjadi kerangka adaptasi sosial, politik, dan budaya. Paper ini membahas bagaimana nilai-nilai Pacific Ways diimplementasikan dalam strategi adaptasi Tuvalu terhadap isu perubahan iklim dan migrasi.

Isu utama di Tuvalu adalah perubahan iklim yang menyebabkan kenaikan permukaan air laut sehingga mengancam kelangsungan hidup negara tersebut, yang kemudian memicu migrasi paksa maupun terencana. Warga Tuvalu menghadapi kehilangan tanah, dampak terhadap mata pencaharian, ancaman terhadap warisan budaya, serta krisis air bersih akibat intrusi air asin. Sebagai solusi, Australia telah membuka “visa iklim” khusus bagi warga Tuvalu, memungkinkan mereka untuk tinggal, belajar, dan bekerja di Australia.

Dampak Perubahan Iklim di Tuvalu

  • Kenaikan permukaan air laut:
    Tuvalu adalah salah satu negara paling rentan. Titik tertingginya hanya beberapa meter di atas permukaan laut, dan sebagian besar daratannya diprediksi akan terendam pada tahun 2050.
  • Erosi pantai:
    Pasang tinggi dan badai yang semakin sering menyebabkan erosi garis pantai dan mengancam rumah serta infrastruktur.
  • Krisis air bersih:
    Air laut merembes ke akuifer air tawar di bawah tanah, membuat air minum semakin langka.
  • Ancaman terhadap pertanian:
    Salinitas air merusak tanaman, sehingga warga harus menaikkan area tanam. Kondisi ini berdampak serius terhadap ketahanan pangan.
  • Hilangnya budaya:
    Tenggelamnya Tuvalu juga berarti hilangnya budaya dan sejarah unik negara tersebut secara permanen.

Migrasi dan Solusi

  • Migrasi terencana:
    Australia telah menerbitkan “visa iklim” pertama di dunia bagi warga Tuvalu melalui Falepili Union.
  • Kuota visa:
    Visa ini memungkinkan hingga 280 warga Tuvalu untuk pindah secara permanen ke Australia setiap tahun.
  • Fleksibilitas:
    Visa ini tidak mewajibkan penawaran pekerjaan, sehingga warga dapat pergi untuk belajar, bekerja, atau tinggal di Australia.
  • Peluang kembali:
    Pemerintah Tuvalu menegaskan bahwa visa ini bukan “jalan satu arah”, tetapi kesempatan bagi warga untuk memperoleh keterampilan dan pengetahuan yang dapat digunakan untuk kembali membangun negara mereka.
  • Upaya lokal:
    Selain migrasi, Tuvalu juga berupaya memperkuat daya tahan negaranya dengan proyek reklamasi daratan dan pembangunan infrastruktur pesisir.

Kenaikan permukaan air laut yang tak terhindarkan dan titik tertinggi negara yang hanya 4,5 meter di atas permukaan laut semakin menegaskan kerentanan geografis Tuvalu.(*)

(Penulis adalah mahasiswa Program Studi Hubungan Internasional FISIP Uncen)

Tags: migrasiPerubahan IklimTuvalu
ShareTweetSendShareShare
News Desk

News Desk

Related Posts

Sarmi
Opini

IPM Sarmi mandek dan logika pembangunan yang terbalik

April 11, 2026
dana abadi
Opini

Membangun dana abadi Papua untuk beasiswa dengan skema pembiayaan dipercepat

April 8, 2026
Dana
Opini

Triliunan Hilang, Masa Depan Terabaikan: Kisah Dana Abadi Papua yang Tak Pernah Ada

March 25, 2026
Leluhur
Opini

Ketika Leluhur Mengajari Kita Cara Merawat Bumi

March 11, 2026
freeport Papua
Opini

Dana Abadi Papua: Mengubah kekayaan alam menjadi warisan abadi bagi generasi mendatang

March 11, 2026
Damai
Opini

Sebelum Mendamaikan Dunia, Siapa Juru Damai bagi Papua?

March 10, 2026

Discussion about this post

Recommended Stories

DOB

DOB berikan ruang OAP menduduki jabatan struktural

July 20, 2022
Yapen

Seleksi DPRK Kepulauan Yapen Mekanisme Pengangkatan diproses di tingkat distrik

October 6, 2024
keamanan

Keamanan berperan penting dalam pertumbuhan pariwisata

April 21, 2023

Popular Stories

  • Pesta Babi

    ‘Pesta Babi’ di Yogyakarta, membuka mata publik melihat persoalan Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Indonesia Raya : Ketika lagu kebangsaan menjadi luka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tokoh Gereja dan Pimpinan Mahasiswa Tolikara Kecam Pernyataan Pangdam XVII Cenderawasih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PAHAM Papua desak Komnas HAM RI dan panglima TNI gerak cepat sikapi video penyiksaan warga sipil di Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Panglima WPA tegaskan Indonesia harus hargai OAP, jika tidak perang total!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Jubi Papua

We bring you the best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc. Visit our landing page to see all features & demos.

LEARN MORE »

Recent Posts

  • PBSI Papua Barat dorong Pengcab siapkan atlet hadapi event regional hingga nasional
  • Indigenous women lead cleanup of polluted ‘Women’s Forest’ in Jayapura
  • Seminar Examines Protection of Women and Child Victims under Indonesia’s New Criminal Code

Categories

  • 2007
  • Advertorial
  • Animha
  • Bali NTT
  • Berita Papua
  • Bomberai
  • Domberai
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Features
  • Headline
  • Indepth Story
  • Infografis
  • Jayapura Membangun
  • Kabupaten Jayapura
  • Kabupaten Jayawijaya
  • Kabupaten Merauke
  • KMAN VI
  • Lapago
  • Lingkungan
  • Majelis Rakyat Papua
  • Mamta
  • Mappi
  • Meepago
  • Memilih untuk Indonesia
  • Menyapa Nusantara
  • Nasional & Internasional
  • Nusa
  • Olahraga
  • Opini
  • Pacnews
  • Papua
  • Papua Tengah
  • Pasifik
  • Pemilu
  • Penkes
  • Perempuan dan Anak
  • Polhukam
  • Provinsi Papua
  • Rilis Pers
  • Saireri
  • Seni & Budaya
  • Tanah Papua
  • Uncategorized

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara