Jubi Papua
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
PRICING
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Meepago

TPNPB klaim tembak aparat dan rampas senjata di Mile 50 Freeport

February 12, 2026
Waktu Membaca: 2 mins read
0
Penulis: Tim Jubi - Editor: Jean Bisay
TPNPB

Aparat keamanan pengawal iring-iringan kendaraan operasional PT Freeport Indonesia yang bersiaga di di sepanjang jalan menuju Tembagapura, tepatnya di Mile 50. - Jubi/Jean Bisay

Jayapura, Jubi – Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) menyatakan bertanggung jawab atas aksi penembakan dan mengeklaim merampas sejumlah senjata di area Mile 50, jalur tambang PT Freeport Indonesia (PTFI), Mimika, Papua Tengah, pada Rabu (11/2/2026). Insiden tersebut menewaskan satu anggota aparat keamanan.

Juru bicara markas pusat TPNPB, Sebby Sambom, dalam rilis pers resminya menyatakan bahwa serangan tersebut dilakukan oleh pasukan di bawah komando wilayah setempat. Ia menegaskan bahwa aksi ini merupakan bagian dari operasi militer mereka untuk mengganggu aktivitas ekonomi yang dianggap mengeksploitasi kekayaan alam Papua.

RELATED POSTS

Kolaborasi PTFI dan PSSI perkuat fondasi sepak bola di Papua

TPNPB dan aparat keamanan saling tuduh serang permukiman warga sipil di Puncak

We invite PT Freeport Indonesia to discuss the future of indigenous communities : Eltinus Omaleng

Selain jatuhnya korban jiwa dan luka di pihak militer, TPNPB menyatakan telah merampas dua unit senjata api jenis laras panjang SS2. TPNPB juga mengeklaim berhasil mengambil dua unit magazin beserta 50 butir amunisi yang kini dinyatakan telah menjadi bagian dari aset persenjataan mereka.

Melalui rilis pers kepada media pada Rabu malam yang dikeluarkan oleh Juru Bicara Sebby Sambom, TPNPB menyampaikan tuntutan politik yang ditujukan kepada Presiden Indonesia Prabowo Subianto dan Pemerintah Amerika Serikat agar segera menutup operasional PT Freeport Indonesia. Kehadiran perusahaan tambang tersebut dinilai berdiri di atas tanah leluhur bangsa Papua tanpa kesepakatan yang adil bagi masyarakat adat.

Pihak TPNPB juga memberikan peringatan bahwa rangkaian serangan dan kontak tembak akan terus berlanjut di areal PT Freeport Indonesia jika tuntutan tersebut diabaikan. Mereka mendesak agar Amerika Serikat, Indonesia, dan Belanda duduk bersama untuk menyelesaikan akar persoalan konflik di Tanah Papua yang telah berlangsung selama lebih dari 63 tahun.

Lebih lanjut, manajemen TPNPB menyoroti sejarah pengelolaan emas di Papua yang dimulai sejak tahun 1967. Mereka menilai kerja sama antara Amerika dan Indonesia kala itu dilakukan secara sepihak, bahkan sebelum pelaksanaan Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera) 1969. Penyerahan administrasi dari Belanda ke Indonesia di masa lalu dianggap terjadi karena tekanan kepentingan sumber daya alam yang berdampak pada jatuhnya banyak korban jiwa sipil dan kerusakan ekosistem.

Secara khusus, TPNPB meminta Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk meninjau kembali sejarah panjang konflik di Papua. Mereka menegaskan bahwa PT Freeport Indonesia merupakan akar utama dari sengketa bersenjata yang saat ini terjadi.

Manajemen Markas Pusat Komnas TPNPB yang dipimpin oleh Jenderal Goliath Tabuni bersama sejumlah petinggi lainnya memperingatkan bahwa intensitas pertempuran akan terus meningkat di seluruh wilayah Tanah Papua. Eskalasi ini disebut tidak akan mereda selama Pemerintah Indonesia tidak membuka ruang dialog masalah politik secara terbuka dengan bangsa Papua.

Menanggapi klaim tersebut, manajemen PT Freeport Indonesia (PTFI) membenarkan adanya insiden maut di wilayah kerjanya. VP Corporate Communications PT Freeport Indonesia, Katri Krisnati menyatakan bahwa perusahaan telah menerima laporan mengenai gangguan keamanan yang melibatkan penembakan terhadap aparat di titik Mile 50.

“Kami menerima laporan dari aparat keamanan pemerintah terkait insiden penembakan yang terjadi pada Rabu, 11 Februari 2026 sekitar pukul 15.00 WIT di Mile Post 50, jalan utama menuju Tembagapura. Akses jalan utama menuju Tembagapura untuk sementara masih ditutup,” kata Katri dalam rilis resmi yang diterima Jubi pada Rabu malam.

Katri menyatakan bahwa prioritas utama kami adalah memastikan keselamatan dan keamanan seluruh karyawan dan semua pihak di wilayah kerja PT Freeport Indonesia. “Kami terus berkoordinasi dengan aparat keamanan pemerintah terkait hal ini,” ujarnya.

Terkait dua pucuk senjata api yang dilaporkan dirampas, Kapendam XVII/Cenderawasih, Letkol Inf Tri Purwanto belum memastikan hal tersebut, lantaran saat ini TNI-Polri tengah fokus melaksanakan pengamanan terhadap para pekerja.

“Saat ini info tersebut [soal senjata dirampas belum dapat dipastikan-red], personel TNI dan Polri fokus pada pelaksanaan pengamanan para pekerja di areal lokasi,” kata Kapendam yang dikonfirmasi dari Mimika, Rabu malam menukil laporan media lokal di Timika, Seputar Papua. (*)

Tags: bertanggung jawabFreeportMile 50rampas senjatatembak aparatTPNPB
ShareTweetSendShareShare
Jean Bisay

Jean Bisay

Related Posts

Hak Perempuan dan Anak
Perempuan dan Anak

Hak perempuan dan anak korban kekerasan dibahas dalam seminar KUHP

April 25, 2026
Pemuda katolik
Meepago

Papua Berdarah: Pemuda Katolik Papua Tengah nyalakan seribu lilin

April 24, 2026
perempuan Papua yang terdampak konflik bersenjata
Perempuan dan Anak

Negara didesak penuhi keadilan bagi perempuan terdampak konflik bersenjata

April 23, 2026
Puncak
Polhukam

Perempuan KINGMI: Negara mesti bertanggungjawab dalam peristiwa Puncak

April 22, 2026
Kabupaten Tolikara
Lapago

Mahasiswa desak penegakan hukum kasus penembakan di Tolikara

April 22, 2026
Kabupaten Puncak
Meepago

Ketua DPRK Puncak: Masyarakat ingin investigasi terbuka dan independen

April 22, 2026

Discussion about this post

Recommended Stories

DOB

DOB berikan ruang OAP menduduki jabatan struktural

July 20, 2022
Yapen

Seleksi DPRK Kepulauan Yapen Mekanisme Pengangkatan diproses di tingkat distrik

October 6, 2024
keamanan

Keamanan berperan penting dalam pertumbuhan pariwisata

April 21, 2023

Popular Stories

  • Pesta Babi

    ‘Pesta Babi’ di Yogyakarta, membuka mata publik melihat persoalan Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Indonesia Raya : Ketika lagu kebangsaan menjadi luka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tokoh Gereja dan Pimpinan Mahasiswa Tolikara Kecam Pernyataan Pangdam XVII Cenderawasih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PAHAM Papua desak Komnas HAM RI dan panglima TNI gerak cepat sikapi video penyiksaan warga sipil di Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Panglima WPA tegaskan Indonesia harus hargai OAP, jika tidak perang total!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Jubi Papua

We bring you the best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc. Visit our landing page to see all features & demos.

LEARN MORE »

Recent Posts

  • PBSI Papua Barat dorong Pengcab siapkan atlet hadapi event regional hingga nasional
  • Indigenous women lead cleanup of polluted ‘Women’s Forest’ in Jayapura
  • Seminar Examines Protection of Women and Child Victims under Indonesia’s New Criminal Code

Categories

  • 2007
  • Advertorial
  • Animha
  • Bali NTT
  • Berita Papua
  • Bomberai
  • Domberai
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Features
  • Headline
  • Indepth Story
  • Infografis
  • Jayapura Membangun
  • Kabupaten Jayapura
  • Kabupaten Jayawijaya
  • Kabupaten Merauke
  • KMAN VI
  • Lapago
  • Lingkungan
  • Majelis Rakyat Papua
  • Mamta
  • Mappi
  • Meepago
  • Memilih untuk Indonesia
  • Menyapa Nusantara
  • Nasional & Internasional
  • Nusa
  • Olahraga
  • Opini
  • Pacnews
  • Papua
  • Papua Tengah
  • Pasifik
  • Pemilu
  • Penkes
  • Perempuan dan Anak
  • Polhukam
  • Provinsi Papua
  • Rilis Pers
  • Saireri
  • Seni & Budaya
  • Tanah Papua
  • Uncategorized

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara