Jubi Papua
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
PRICING
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Mamta

Philipus Sanyi, warga Injros yang punya bagan di Teluk Youtefa

April 12, 2026
Waktu Membaca: 3 mins read
0
Penulis: Dominggus A Mampioper - Editor: Angela Flassy
Bagan

Bagan milik Philipus Sanyi di depan Kampung Abe Pantai - Jubi/dam

Jayapura, Jubi – Bagi orang Papua termasuk warga di Kampung Tobati, Injros dan Nafri mencari ikan dengan menggunakan bagan, bukan tradisi nelayan orang asli Papua. Sejak dulu hanya memancing dan membuang jaring, tetapi kini bagan mulai masuk ke Teluk Youtefa, Kota Jayapura, Papua.

“”Saya belajar mencari ikan di bagan sudah lama sekitar enam tahun dengan mengikut orang yang punya bagan. Setelah itu saya sendiri bikin bagan sekitar 2008 hingga sekarang,” kata Philipus Sanyi warga asal Kampung Injros saat bersama tim jurnalis test.jubi.id mengitari Teluk Youtefa, Sabtu (11/4/2026) pagi.

RELATED POSTS

Puluhan wisatawan asing kunjungi sejumlah destinasi wisata di Jayapura

Sumur, kapal, monyet peninggalan Tentara Jepang di tepi Gunung Mher Teluk Youtefa

Penanganan kawasan kumuh di Kota Jayapura dipercepat, target mulai Mei 2026

Dia mengakui untuk membangun sebuah bagan butuh dana sebesar Rp50 juta sampai dengan Rp100 juta. “Dana itu sangat besar,” katanya.

Philipus Sanyi mengakui dibanding dengan mencari ikan dengan alat pancing maupun menjaring agak sedikit perolehan ikan. “Saya dari malam pasang jaring di sekitar laut Abepantai, sampai pagi ini hanya dapat dua ikan bubara,” katanya seraya menambahkan berbeda dengan memakai bagan, hanya tinggal semalam di bagan terus pagi sudah dapat hasil ikan puri (teri), ikan bubara dan ikan lainnya di Teluk Youtefa.

“Lumayan bisa dapat ikan sehari sebesar lima ratus ribu rupiah kita bawa ke pelelangan di Pasar Hamadi karena sudah ada yang terima di sana,” katanya. Hanya saja dia mengakui selama ini belum mendapat bantuan maupun binaan dari Dinas Perikanan dan Kelautan Kota Jayapura. “Memang saya tidak masuk dalam Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) di Kota Jayapura. Saya ini nelayan mandiri,” katanya.

Jembatan merah berpengaruh, minimnya ikan di Teluk Youtefa

Dulu sebelum jembatan  Youtefa dibangun, banyak ikan yang masuk ke dalam Teluk Youtefa sehingga hasil tangkapan cukup lumayan untuk memenuhi kebutuhan warga sehari hari, baik untuk konsumsi maupun dijual di pasar Hamadi maupun di Pasar Youtefa.

Tapi kini jembatan sepanjang, 732 meter dengan lebar 21 meter setelah diresmikan Presiden Jokowi pada 28 Oktober 2019 lalu hasil tangkapan mulai berkurang. ” Cahaya lampu di jembatan sangat terang sehingga ikan-ikan tidak lagi masuk ke Teluk Youtefa, kalau pun ada sedikit sekali, berbeda dengan cumi cumi masih melimpah,” kata Philipus Sanyi.

nelayan
Bagan milik Philipus Sanyi di depan Kampung Abe Pantai – Jubi/dam

Philipus Sanyi mengakui akibat penerangan di jembatan Youtefa di malam hari banyak ikan ikan tertahan di dekat laut jembatan merah. “Hanya sedikit ikan yang masuk dan kita tangkap di bagan,” katanya.

Dia menambahkan kalau menangkap ikan di bagan ada rakit terapung yang dilengkapi jaring dan lampu untuk memancing ikan ikan main di atas jaring. “Banyak ikan yang bisa terjebak di dalam rakit terapung itu antara lain bubara, cumi dan ikan puri, apalagi cahaya lampu menarik ikan, lalu kitong angkat jaring dan dapat ikan,” katanya seraya menambahkan waktu mencari di bagan biasanya dilakukan malam hari terutama saat bulan gelap.

Dia mengatakan hanya mencari ikan dengan bagan di sekitar Teluk Youtefa saja karena bagannya berukuran kecil sehingga tak bisa keluar di Laut Lepas di depan Kota Jayapura.

Menurut Sanyi, kalau mencari cumi cumi di Teluk Youtefa masih ada berbeda kalau gurita sangat susah karena gurita ini butuh air yang keruh tapi bersih dari sampah. “Dulu gurita gampang kitong cari,” katanya.

Hal senada juga dikatakan Paul Karma warga Abepantai bahwa biaya membangun bagan sangat mahal di sini ada beberapa warga Papua pemilik bagan termasuk Philipus Sanyi dan juga kakak Chris Yarangga. “Ya biaya bagan itu sekitar Rp 50 juta ke atas,” tambah Karma.

Lebih lanjut kata Sanyi di Teluk Youtefa saat ini terdapat sembilan bagan, dua milik orang Papua sedangkan sisanya orang dari luar Papua. “Dulu memang dong larang pasang bagan di Teluk Youtefa tapi sekarang sudah bisa. Hanya saya dan bapak Chris Yarangga yang punya bagan di Teluk Youtefa,” katanya.

Dia mengakui meski tangkapan berkurang, karena sampah dan juga penerangan lampu di Jembatan Youtefa pada malam hari. “Toh pencarian ikan di Teluk Youtefa tetap berjalan walau tak sebanyak dulu. Harus tetap mencari,” katanya.(*)

Tags: Kota Jayapuranelayan asli Papua
ShareTweetSendShareShare
Angela Flassy

Angela Flassy

Related Posts

Lingkungan Perumahan
Mamta

Perumahan tak ramah lingkungan, bupati Jayapura panggil ratusan pengembang

April 25, 2026
Sampah Sisa makanan
Lingkungan

Sampah sisa makanan berdampak lebih kuat terhadap pemanasan global

April 25, 2026
Sampah
Mamta

Sisa makanan penyumbang sampah terbesar di Kabupaten Jayapura

April 24, 2026
Komunitas IBAYAUW
Lingkungan

Komunitas IBAYAUW bersihkan kawasan Hutan Perempuan

April 24, 2026
Yahamak
Mamta

Yahamak tunjuk Yakolina Kwalik sebagai direktur

April 22, 2026
Ulayat
Mamta

Sekolah dipalang pemilik ulayat, proses belajar di SDN Inpres Harapan terganggu

April 21, 2026

Discussion about this post

Recommended Stories

Polda Papua, Sekolah Jujur Bicara

Bidhumas Polda Papua isi materi Sekolah Jujur Bicara

November 8, 2023
SMPN 1 Jayapura

SMPN 1 Jayapura gelar pameran karya siswa

November 17, 2022
Pemuda Adat Papua

Pemuda adat Papua serukan perlindungan tanah dan hutan adat

September 24, 2023

Popular Stories

  • Pesta Babi

    ‘Pesta Babi’ di Yogyakarta, membuka mata publik melihat persoalan Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Indonesia Raya : Ketika lagu kebangsaan menjadi luka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tokoh Gereja dan Pimpinan Mahasiswa Tolikara Kecam Pernyataan Pangdam XVII Cenderawasih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PAHAM Papua desak Komnas HAM RI dan panglima TNI gerak cepat sikapi video penyiksaan warga sipil di Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Panglima WPA tegaskan Indonesia harus hargai OAP, jika tidak perang total!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Jubi Papua

We bring you the best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc. Visit our landing page to see all features & demos.

LEARN MORE »

Recent Posts

  • PBSI Papua Barat dorong Pengcab siapkan atlet hadapi event regional hingga nasional
  • Indigenous women lead cleanup of polluted ‘Women’s Forest’ in Jayapura
  • Seminar Examines Protection of Women and Child Victims under Indonesia’s New Criminal Code

Categories

  • 2007
  • Advertorial
  • Animha
  • Bali NTT
  • Berita Papua
  • Bomberai
  • Domberai
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Features
  • Headline
  • Indepth Story
  • Infografis
  • Jayapura Membangun
  • Kabupaten Jayapura
  • Kabupaten Jayawijaya
  • Kabupaten Merauke
  • KMAN VI
  • Lapago
  • Lingkungan
  • Majelis Rakyat Papua
  • Mamta
  • Mappi
  • Meepago
  • Memilih untuk Indonesia
  • Menyapa Nusantara
  • Nasional & Internasional
  • Nusa
  • Olahraga
  • Opini
  • Pacnews
  • Papua
  • Papua Tengah
  • Pasifik
  • Pemilu
  • Penkes
  • Perempuan dan Anak
  • Polhukam
  • Provinsi Papua
  • Rilis Pers
  • Saireri
  • Seni & Budaya
  • Tanah Papua
  • Uncategorized

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara