Jubi Papua
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
PRICING
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Mamta

Pembayaran mas kawin di Papua bukan alat penundukan perempuan

February 14, 2025
Waktu Membaca: 2 mins read
0
Penulis: Pes Yanengga - Editor: Syam Terrajana
Pdt Stevanus Wenda (kiri), Guru Besar pada jurusan Antropologi (Uncen), Prof Dr Fredrik Sokoy (tengah) dan host Jubi, Alberth Yomo (kanan) pada acara Podcast di kantor redaksi Jubi.- Jubi/ Pes Yanengga.

Pdt Stevanus Wenda (kiri), Guru Besar pada jurusan Antropologi (Uncen), Prof Dr Fredrik Sokoy (tengah) dan host Jubi, Alberth Yomo (kanan) pada acara Podcast di kantor redaksi Jubi.- Jubi/ Pes Yanengga.

 

RELATED POSTS

Pemerintah dan kampus dianggap kurang memperhatikan pelestarian budaya Papua

PMKRI dan AMAK kecam pembakaran mahkota Adat Papua

Museum Bahari akan gelar pameran cadik, unggulkan cadik Papua

Jayapura, Jubi – Pembayaran mas kawin tidak bisa dijadikan alasan penundukan  seorang perempuan. Budaya di Papua  itu justru memiliki nilai simbolis yang dalam.

” Mas kawin bukan untuk menjadi alasan bagi laki-laki untuk menekan seorang perempuan atau istri. Perempuan mempunyai nilai yang harus dihormati.  Alkitab mengatakan perempuan itu sebagai penolong yang setia,” ujar dosen Sekolah Tinggi Teologi (STT) Baptis Papua, Pdt Stevanus Wenda, M.Th, di Kantor Redaksi Jubi, Jalan SPG Taruna Waena, Distrik Heram Kota Jayapura pada Kamis (13/2/2025).

Dalam podcast Jubi TV yang bertajuk, ” Haruskah Cinta Terhalang Budaya Mas Kawin Papua”, Wenda mengatakan gereja berkewajiban membina umatnya agar antara budaya dan agama sejalan dan selaras.

” Dalam pandangan gereja mas kawin untuk ucapan terimakasih, karena seorang laki-laki membawa perempuan perempuan untuk hadir di tengah-tengah pihaknya. Melahirkan dan  membesarkan anak. Bahkan turut  membangun ekonomi keluarga,” ujarnya.

Wenda mengatakan pada umumnya di Papua, perempuan lebih banyak mencari nafkah ketimbang laki-laki.

Maka diharapkan cinta kasih terhadap seseorang perempuan harus dibangun. Pertumbuhan secara rohani musti sejalan antara kedua pihak. Mas kawin bukan segalanya. Itu bagian dari penghormatan laki-laki terhadap perempuan.

Pada kesempatan yang sama, Guru Besar pada jurusan Antropologi Universitas Cenderawasih (Uncen), Prof Dr Fredrik Sokoy mengatakan, perkawinan bukan sekadar kepentingan biologis, tapi juga bertujuan meluaskan hubungan kekerabatan. Sehingga pembayaran mas kawin sebenarnya menghubungkan dari jaringan perempuan dan laki-laki. Mas kawin adalah fungsi sosial.

” Dalam budaya Papua membayar mas kawin, membuat harga diri laki-laki semakin hebat,”

Sokoy menjelaskan kebudayaan itu tidak menghukum orang. Artinya, mas kawin bukan alat penundukan perempuan. Dia tetap berada dalam tingkatan yang harus dihormati.

” Laki-laki tidak ada alasan sedikitpun mengatakan terhadap perempuan bahwa, kamu harus ikuti kami, bahkan menghukum dia. Sebenarnya itu salah penafsiran terhadap posisi seorang perempuan, kita membayar karena kewajiban yang harus dipenuhi,” ujarnya.

Menurutnya, pembayaran mas kawin merupakan untuk mengembalikan keseimbangan. Dalam perspektif antropologis, pembayaran mas kawin menandakan menarik seorang perempuan yang bakal jadi bagian dari keluarga laki-laki.

Dia menjelaskan, mas kawin sebagai bagian dari tanggung jawab sosial, itu tidak jatuh perorangan, tapi melibatkan kolektif.”Tidak pernah ada dalam sebuah kontruksi budaya, mas kawin misalnya, pasti dibayar secara kolektif oleh marga bahkan sekampung,” katanya .

Mas kawin adalah pengganti seorang perempuan meninggalkan keluarganya untuk masuk ke dalam keluarga laki-laki.

Pembayaran mas kawin bukan untuk seorang perempuan, tetapi untuk keluarganya, hanya hal itu merupakan kebanggaan tersendiri bagi seorang perempuan.

Namun demikian, dalam semangat perubahan yang terjadi sekarang, menurutnya tidak bisa lagi pakai pola yang sama.

Dia memisalkan, semangat pemberian mas kawin yang dilakukan kolektif, bisa digunakan untuk membayar uang sekolah anak-anak papua yang sedang menimba ilmu hingga ke luar negeri sana.

“Mungkin bagian-bagian ini kita harus lihat semangat itu, kita alihkan misalnya… mari kita pakai istilah yang sama, bayar mas kawin, tapi untuk (bayar) anak-anak sekolah, mas kawin sekolah, kita pakai terminologi itu,” katanya. (*)

 

Tags: Budaya PapuaPodcast Jubi Toki
ShareTweetSendShareShare
Syam Terrajana

Syam Terrajana

Related Posts

Lingkungan Perumahan
Mamta

Perumahan tak ramah lingkungan, bupati Jayapura panggil ratusan pengembang

April 25, 2026
Sampah Sisa makanan
Lingkungan

Sampah sisa makanan berdampak lebih kuat terhadap pemanasan global

April 25, 2026
Sampah
Mamta

Sisa makanan penyumbang sampah terbesar di Kabupaten Jayapura

April 24, 2026
Komunitas IBAYAUW
Lingkungan

Komunitas IBAYAUW bersihkan kawasan Hutan Perempuan

April 24, 2026
Yahamak
Mamta

Yahamak tunjuk Yakolina Kwalik sebagai direktur

April 22, 2026
Ulayat
Mamta

Sekolah dipalang pemilik ulayat, proses belajar di SDN Inpres Harapan terganggu

April 21, 2026

Discussion about this post

Recommended Stories

PUPR Manokwari

PUPR Manokwari alokasikan Rp9 miliar bangun jalan di Distrik Mokwam

January 17, 2024
Kasus Kredit Fiktif Bank Papua

Perkara 3 tersangka kasus kredit fiktif Bank Papua segera disidangkan

September 21, 2023
kereta

Berburu tiket kereta mudik Tahun Baru Imlek di China

December 26, 2022

Popular Stories

  • Pesta Babi

    ‘Pesta Babi’ di Yogyakarta, membuka mata publik melihat persoalan Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Indonesia Raya : Ketika lagu kebangsaan menjadi luka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tokoh Gereja dan Pimpinan Mahasiswa Tolikara Kecam Pernyataan Pangdam XVII Cenderawasih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PAHAM Papua desak Komnas HAM RI dan panglima TNI gerak cepat sikapi video penyiksaan warga sipil di Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Panglima WPA tegaskan Indonesia harus hargai OAP, jika tidak perang total!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Jubi Papua

We bring you the best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc. Visit our landing page to see all features & demos.

LEARN MORE »

Recent Posts

  • PBSI Papua Barat dorong Pengcab siapkan atlet hadapi event regional hingga nasional
  • Indigenous women lead cleanup of polluted ‘Women’s Forest’ in Jayapura
  • Seminar Examines Protection of Women and Child Victims under Indonesia’s New Criminal Code

Categories

  • 2007
  • Advertorial
  • Animha
  • Bali NTT
  • Berita Papua
  • Bomberai
  • Domberai
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Features
  • Headline
  • Indepth Story
  • Infografis
  • Jayapura Membangun
  • Kabupaten Jayapura
  • Kabupaten Jayawijaya
  • Kabupaten Merauke
  • KMAN VI
  • Lapago
  • Lingkungan
  • Majelis Rakyat Papua
  • Mamta
  • Mappi
  • Meepago
  • Memilih untuk Indonesia
  • Menyapa Nusantara
  • Nasional & Internasional
  • Nusa
  • Olahraga
  • Opini
  • Pacnews
  • Papua
  • Papua Tengah
  • Pasifik
  • Pemilu
  • Penkes
  • Perempuan dan Anak
  • Polhukam
  • Provinsi Papua
  • Rilis Pers
  • Saireri
  • Seni & Budaya
  • Tanah Papua
  • Uncategorized

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara