Jayapura, Jubi – Kehadiran Pusat Artificial Intelligence atau AI (kecerdasan buatan) di Jayapura, Papua, dapat menjadi peluang sejumlah universitas untuk berkolaborasi dalam pengembangan penelitian dan penerapan AI, agar unggul dalam bidang teknologi.
Hal itu disampaikan Wakil Dekan Fakultas Ilmu Komputer dan Manajemen Universitas Sains dan Teknologi Jayapura (USTJ), Irjii Matdoan, pada Selasa (3/12/2024). Penyampaian tersebut menanggapi pernyataan Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) Meutya Hafid tentang Pusat AI yang akan dibangun di Jayapura pada awal 2025.
Irjii Matdoan menuturkan, pembangunan Pusat AI di Jayapura merupakan langkah strategis yang berpotensi atau berdampak positif, bagi pengembangan teknologi pendidikan dan ekonomi di wilayah Papua.
“Secara keseluruhan, pembangunan Pusat AI di Papua adalah langkah progresif, maju, dan strategis yang harus didukung dengan sinergi antara pemerintah institusi pendidikan dan masyarakat lokal, untuk memastikan manfaatnya dapat dirasakan secara luas di Provinsi Papua,” katanya.
Ia menjelaskan sejumlah dampak hadirnya Pusat AI di Jayapura, antara lain menjadi katalisator (pendorong) untuk meningkatkan keterampilan teknologi masyarakat lokal, khususnya generasi muda Papua. Hal itu dibarengi pula dengan sejumlah pelatihan dan pendidikan berbasis AI, untuk penguasaan teknologi canggih yang dapat menciptakan tenaga kerja berkualitas di era digitalisasi.
Selanjutnya, dengan hadirnya Pusat AI di Provinsi Papua khususnya di Jayapura dapat dimanfaatkan sebagai pusat data lokal, contohnya sistem informasi geospasial, keanekaragaman hayati, dan sumber daya alam.
“Data itu dapat diolah untuk mendukung pengambilan keputusan berbasis data kelestarian lingkungan, dan pengelolaan sumber daya secara berkelanjutan,” ujarnya.
Kemudian, dampak ekonominya yakni teknologi AI dapat digunakan untuk mengembangkan sektor ekonomi kreatif pariwisata dan agrikultura berbasis teknologi di Papua. Hal ini berpotensi meningkatkan produktivitas serta membuka peluang usaha baru, dan mempercepat pertumbuhan ekonomi di kawasan.
Sementara itu, salah satu influencer Papua dan dosen dalam bidang IT di Tanah Papua, Jeni Karay menyambut baik pembangunan Pusat AI di Jayapura, agar generasi muda Papua dapat bersaing di tengah kemajuan teknologi.
“Karena ke depannya, mau tidak mau anak-anak Papua itu punya saingan adalah orang-orang yang menggunakan AI, dan mereka akan mendapatkan dua tiga kali benefit yang lebih dari kita yang tidak menggunakan AI,” katanya, Rabu (4/12/2024). (*)











Discussion about this post