Jubi Papua
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
PRICING
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Lingkungan

74 satwa endemik Papua dilepaskan di Asei Kecil

August 3, 2022
Waktu Membaca: 2 mins read
0
Penulis: - Editor:
Pelepasliaran Satwa Endemik

Satwa endemik Papua yang dilepasliarkan di Kampung Asei Kecil, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Papua, Selasa (2/8/2022). – Dok. BBKSDA

Jayapura, Jubi – Sebanyak 74 satwa endemik Papua dilepasliarkan di habitat aslinya di kawasan Cagar Alam Pegunungan Cycloop, tepatnya di Kampung Asei Kecil, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Papua.

Kepala Seksi Perencanaan, Perlindungan, dan Pengawetan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Papua, Lusiana Dyah Ratnawati melalui siaran pers yang diterima Jubi di Jayapura, Selasa malam (2/8/2022) mengatakan, sebagian satwa endemik yang kembali ke habitatnya hari ini merupakan barang bukti titip rawat satwa dari Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Papua, dan sebagian lagi satwa translokasi dari BBKSDA Jawa Timur.

RELATED POSTS

Masyarakat adat dan warga lokal, adalah benteng terakhir menjaga konservasi

Komunitas peduli lingkungan tanam 500 bibit pohon di cagar alam Cycloop

Jejak tukik, patung penginjil, dan harapan warga Yewena-Doromena

Menurut dia, jenis-jenis satwa endemik Papua itu terdiri atas tiga ekor kakatua raja (Probosciger aterrimus), dua ekor kakatua koki (Cacatua galerita), 13 ekor kasturi kepala hitam (Lorius lory), dua  ekor cenderawasih kuning kecil (Paradisaea minor), enam ekor nuri bayan (Eclectus roratus), delapan ekor nuri cokelat (Chalcopsitta duivenbodei). Satwa-satwa tersebut merupakan bukti titip rawat satwa dari Direktorat Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Papua.

Sedangkan dua ekor biawak hijau (Varanus prasinus), dua ekor biawak ekor biru (Varanus doreanus), 19 ekor kadal panana atau kadal lidah biru (Tiliqua scincoides), tiga ekor boa pohon papua (Candoia carinata), dan 14 ekor sanca hijau (Morelia viridis), merupakan satwa-satwa translokasi dari BBKSDA Jawa Timur.

Puluhan satwa endemik Papua itu, kata Lusiana, diterima pada Selasa malam, 12 Juli 2022 dan Senin, 18 Juli 2022 Subdit Tindak Pidana Tertentu Ditreskrimsus Polda Papua.

“Semua satwa telah menjalani masa habituasi di kandang transit satwa Buper Waena, dan dinyatakan dalam kondisi sehat dan berperilaku alami sehingga siap dipulangkan ke habitat alaminya,” kata Lusiana.

Pelaksana tugas Kepala BBKSDA Papua, Abdul Azis Bakry menyampaikan ucapan terima kasih kepada Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Papua yang sudah membantu menyelamatkan satwa negara. Dia juga berterima kasih kepada semua pihak yang telah terlibat dalam upaya melestarikan satwa liar milik negara.

Abdul Azis prihatin dengan adanya satwa-satwa yang dipulangkan ke alam dalam jumlah yang cukup banyak. Dilihat dari asal satwa, yang merupakan barang bukti titip rawat Ditreskrimsus Polda Papua dan translokasi dari BBKSDA Jatim, artinya masih terjadi tindakan ilegal atas satwa liar dari Papua.

Maka dari itu, Abdul mengimbau kepada semua pihak di Tanah Papua agar menghentikan perburuan dan perdagangan satwa liar asli Papua. “Ini penting, karena tindak ilegal satwa liar sangat besar konsekuensi dan kerugiannya. Mari kita jaga satwa liar Papua sebelum menjadi kenangan,” kata Azis. (*)

Tags: Cagar Alam CycloopKonservasiLingkungan Hidupsatwa endemik
ShareTweetSendShareShare
News Desk

News Desk

Related Posts

Sampah Sisa makanan
Lingkungan

Sampah sisa makanan berdampak lebih kuat terhadap pemanasan global

April 25, 2026
Komunitas IBAYAUW
Lingkungan

Komunitas IBAYAUW bersihkan kawasan Hutan Perempuan

April 24, 2026
jepang
Lingkungan

Sumur, kapal, monyet peninggalan Tentara Jepang di tepi Gunung Mher Teluk Youtefa

April 13, 2026
Tanah Papua
Lingkungan

Gereja mesti tegas terhadap krisis tanah dan lingkungan di Tanah Papua

March 7, 2026
Masyarakat ada
Domberai

Kain dan cat merah, upaya masyarakat adat Papua jaga paru-paru dunia

March 6, 2026
wilayah laut adat
Lingkungan

Dorongan pengakuan wilayah laut adat dan revisi UU Pemda

March 5, 2026

Discussion about this post

Recommended Stories

Persipura

Liga 2 sudah dekat, Manajemen Persipura fokus pagari pemain

June 8, 2022
KPUD Merauke

KPUD Merauke bakal laksanakan Kirab Pemilu pada 1 Maret

February 25, 2023
Politik

Isu politik dan olahraga, pemikat paling dinanti para pembaca Papua

April 30, 2024

Popular Stories

  • Pesta Babi

    ‘Pesta Babi’ di Yogyakarta, membuka mata publik melihat persoalan Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Indonesia Raya : Ketika lagu kebangsaan menjadi luka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tokoh Gereja dan Pimpinan Mahasiswa Tolikara Kecam Pernyataan Pangdam XVII Cenderawasih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PAHAM Papua desak Komnas HAM RI dan panglima TNI gerak cepat sikapi video penyiksaan warga sipil di Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Panglima WPA tegaskan Indonesia harus hargai OAP, jika tidak perang total!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Jubi Papua

We bring you the best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc. Visit our landing page to see all features & demos.

LEARN MORE »

Recent Posts

  • PBSI Papua Barat dorong Pengcab siapkan atlet hadapi event regional hingga nasional
  • Indigenous women lead cleanup of polluted ‘Women’s Forest’ in Jayapura
  • Seminar Examines Protection of Women and Child Victims under Indonesia’s New Criminal Code

Categories

  • 2007
  • Advertorial
  • Animha
  • Bali NTT
  • Berita Papua
  • Bomberai
  • Domberai
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Features
  • Headline
  • Indepth Story
  • Infografis
  • Jayapura Membangun
  • Kabupaten Jayapura
  • Kabupaten Jayawijaya
  • Kabupaten Merauke
  • KMAN VI
  • Lapago
  • Lingkungan
  • Majelis Rakyat Papua
  • Mamta
  • Mappi
  • Meepago
  • Memilih untuk Indonesia
  • Menyapa Nusantara
  • Nasional & Internasional
  • Nusa
  • Olahraga
  • Opini
  • Pacnews
  • Papua
  • Papua Tengah
  • Pasifik
  • Pemilu
  • Penkes
  • Perempuan dan Anak
  • Polhukam
  • Provinsi Papua
  • Rilis Pers
  • Saireri
  • Seni & Budaya
  • Tanah Papua
  • Uncategorized

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara