Jubi Papua
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
PRICING
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Lapago

Kontroversi jatah 20 persen CPNS bagi Pencaker OAP dan Non-OAP di Papua Pegunungan

September 25, 2024
Waktu Membaca: 2 mins read
0
Penulis: Ratty Auparai - Editor: Edho Sinaga
Pencaker OAP

Aksi demo yang dilakukan Organisasi Masyarakat HI – Labewa, di depan halaman kantor BKD Provinsi Papua Pegunungan, Rabu (25/9/2024)-Jubi/Ratty Auparai

Wamena, Jubi – Undang-Undang Otonomi Khusus (Otsus) Papua kembali menjadi sorotan karena dinilai gagal melindungi hak-hak Orang Asli Papua (OAP).

Kali ini, masalah muncul terkait kuota 20 persen penerimaan CPNS di Provinsi Papua Pegunungan yang diperuntukkan bagi OAP dari daerah lain di Papua dan non-OAP yang telah memiliki KTP Jayawijaya.

RELATED POSTS

Serahkan 70 SK PNS, Kepala BKPSDM Papua Tengah ingatkan disiplin

PAHAM Papua desak DPD RI dan MRP akhiri polemik, fokus pada implementasi Otsus

Disdukcapil Kabupaten Jayapura perbaharui data kependudukan, fokus pada OAP

Kejelasan mengenai kuota tersebut dipertanyakan dalam aksi demonstrasi yang digelar oleh Organisasi Masyarakat HI – Labewa di depan kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Papua Pegunungan pada Rabu (25/9/2024).

Ketua Organisasi Masyarakat HI – Labewa, Samuel Pigai, mengungkapkan sejumlah keluhan terkait penerimaan CPNS di Provinsi Papua Pegunungan, khususnya mengenai ketidakjelasan kuota untuk OAP Pegunungan, OAP dari daerah lain, serta masyarakat nusantara yang lahir dan besar di Wamena.

“Kami yang hadir di sini adalah para pencari kerja (pencaker) yang dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat (TMS) dalam seleksi CPNS Formasi 2024 di Provinsi Papua Pegunungan,” kata Pigai.

Pigai menjelaskan bahwa dalam proses verifikasi administrasi, terdapat ketidakberesan, termasuk penolakan KTP Jayawijaya milik Labewa oleh sistem aplikasi dengan pesan “KTP yang diunggah tidak sah”. Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang keabsahan KTP yang dikeluarkan oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (DUKCAPIL) Jayawijaya.

“Selain itu, ada pelamar dengan berkas tidak lengkap seperti surat keterangan dari kepala suku dan dari DIKTI, namun tetap lolos seleksi administrasi,” tambah Pigai.

Menurut Pigai, BKD Provinsi Papua Pegunungan tidak selektif dalam menyeleksi dan memverifikasi berkas-berkas persyaratan pelamar, baik OAP maupun non-OAP.

“Kami, anak-anak Labewa [OAP dan non-OAP], memahami bahwa 80 persen kuota CPNS memang diperuntukkan bagi anak-anak asli Provinsi Papua Pegunungan, dan itu tidak boleh diganggu gugat. Yang kami pertanyakan adalah kuota 20 persen untuk non-OAP dan OAP yang lahir dan besar di Wamena. Dari mana BKD dan Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan akan memanggil non-OAP untuk mengisi kuota ini?” tegasnya.

Pigai juga meragukan bahwa jumlah kuota tersebut akan dipenuhi oleh pelamar dari daerah setempat, mengingat dari hasil seleksi administrasi, hanya 12 orang yang memenuhi syarat.

“Jika kuota 20 persen itu berarti 200 orang, dari mana mereka akan mengambil sisanya?” kata Pigai.

Pigai mencurigai adanya upaya untuk membawa orang dari luar Papua Pegunungan untuk mengisi formasi tersebut. Oleh karena itu, pihaknya menggelar aksi protes untuk menuntut agar hak-hak OAP dan non-OAP yang lahir dan besar di Wamena tidak diambil alih oleh orang luar.

“Kami akan menunggu hingga tanggal 27, di mana masa sanggahan berakhir. Kami berharap BKD Papua Pegunungan dan Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan, dalam hal ini Penjabat Gubernur Velix Wanggai dan Pejabat Sekretaris Daerah Wasuok Demianus Siep, dapat menanggapi masalah ini dengan serius,” katanya.

Pigai menambahkan jika tidak ada respons yang memadai, pihaknya akan membawa masalah ini ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) untuk menggugat BKD dan Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan.

Pigai juga menyoroti kelemahan regulasi Otsus Papua dalam mengatur pembagian kuota CPNS.

“Masa pelamar berstatus OAP harus memilih opsi non-OAP saat mendaftar. Ada apa ini?”

Ia juga mempertanyakan perbedaan tampilan aplikasi CPNS di Provinsi Papua Pegunungan dibandingkan dengan Provinsi Papua dan Papua Barat.

Sementara itu, Operator Seleksi Administrasi, Frists Rumanase, dalam tanggapannya terhadap aksi demo tersebut, menyarankan agar pelamar yang dinyatakan TMS menggunakan masa sanggah yang berakhir pada tanggal 27 September untuk mengajukan sanggahan melalui aplikasi dengan mengunggah surat keterangan dari kepala suku.

“Kami di sini hanya membantu para pencaker dan tidak dapat mengambil kebijakan,” ujar Rumanase. (*)

Tags: CPNSJayawijayaOAPOtsusPapua Pegunungan
ShareTweetSendShareShare
Reinardo Sinaga

Reinardo Sinaga

Related Posts

Hak Perempuan dan Anak
Perempuan dan Anak

Hak perempuan dan anak korban kekerasan dibahas dalam seminar KUHP

April 25, 2026
perempuan Papua yang terdampak konflik bersenjata
Perempuan dan Anak

Negara didesak penuhi keadilan bagi perempuan terdampak konflik bersenjata

April 23, 2026
Puncak
Polhukam

Perempuan KINGMI: Negara mesti bertanggungjawab dalam peristiwa Puncak

April 22, 2026
Kabupaten Tolikara
Lapago

Mahasiswa desak penegakan hukum kasus penembakan di Tolikara

April 22, 2026
Dewan Gereja Papua
Polhukam

Dewan Gereja Papua: Penting mencari solusi damai situasi di Tanah Papua

April 22, 2026
Penembakan
Lapago

Warga Puncak Jaya dilaporkan tewas ditembak, Satgas Damai Cartenz: Masuk DPO

April 21, 2026

Discussion about this post

Recommended Stories

Penny Wong

Menlu Penny Wong berkunjung ke Samoa dan Tonga

June 3, 2022
Jayapura

Empat distributor di Kota Jayapura intens mengirim ikan tuna ke Jepang

June 19, 2023
Kabupaten Jayapura

Bapemperda DPRD Kabupaten Jayapura siap evaluasi semua produk hukum yang ditetapkan

June 21, 2022

Popular Stories

  • Pesta Babi

    ‘Pesta Babi’ di Yogyakarta, membuka mata publik melihat persoalan Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Indonesia Raya : Ketika lagu kebangsaan menjadi luka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tokoh Gereja dan Pimpinan Mahasiswa Tolikara Kecam Pernyataan Pangdam XVII Cenderawasih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PAHAM Papua desak Komnas HAM RI dan panglima TNI gerak cepat sikapi video penyiksaan warga sipil di Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Panglima WPA tegaskan Indonesia harus hargai OAP, jika tidak perang total!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Jubi Papua

We bring you the best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc. Visit our landing page to see all features & demos.

LEARN MORE »

Recent Posts

  • PBSI Papua Barat dorong Pengcab siapkan atlet hadapi event regional hingga nasional
  • Indigenous women lead cleanup of polluted ‘Women’s Forest’ in Jayapura
  • Seminar Examines Protection of Women and Child Victims under Indonesia’s New Criminal Code

Categories

  • 2007
  • Advertorial
  • Animha
  • Bali NTT
  • Berita Papua
  • Bomberai
  • Domberai
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Features
  • Headline
  • Indepth Story
  • Infografis
  • Jayapura Membangun
  • Kabupaten Jayapura
  • Kabupaten Jayawijaya
  • Kabupaten Merauke
  • KMAN VI
  • Lapago
  • Lingkungan
  • Majelis Rakyat Papua
  • Mamta
  • Mappi
  • Meepago
  • Memilih untuk Indonesia
  • Menyapa Nusantara
  • Nasional & Internasional
  • Nusa
  • Olahraga
  • Opini
  • Pacnews
  • Papua
  • Papua Tengah
  • Pasifik
  • Pemilu
  • Penkes
  • Perempuan dan Anak
  • Polhukam
  • Provinsi Papua
  • Rilis Pers
  • Saireri
  • Seni & Budaya
  • Tanah Papua
  • Uncategorized

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara