Sentani, Jubi – Capaian penerbitan kartu identitas anak atau KIA di Kabupaten Jayapura, Papua masih terbilang rendah. Hingga akhir 2025, capaiannya hanya 32 persen dari 60 persen target nasional.
Sekretaris Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil atau Disdukcapil Kabupaten Jayapura, Sarah Nursidah mengatakan data 2025 mencatat, dari 64.042 anak di wilayah itu, hanya ada 20.509 anak yang sudah memiliki KIA.
Disdukcapil Kabupaten Jayapura berupaya meningkatkan capaian, dengan turun ke lapangan dan bekerja sama dengan sejumlah lembaga atau instansi.
“Upaya yang kami lakukan dengan pelayanan jemput bola ke sekolah-sekolah dan kampung-kampung. Bukan hanya pelayanan KIA saja, tetapi layanan terpadu. Jadi, semua pengurusan dokumen kependudukan,” kata Sarah Nursidah di ruang kerjanya, Jumat (6/2/2026).
Katanya, Disdukcapil Kabupaten Jayapura juga berinovasi melalui sistem terintegrasi pelayanan administrasi kependudukan (adminduk) di rumah sakit dan puskesmas, yang disebut program Si Tanduk Rusa Emas.
Kini sudah ada tujuh puskesmas yang terdapat layanan ‘Si Tanduk Rusa Emas’, yaitu di Distrik Sentani Timur, Distrik Sentani, Distrik Waibu, Distrik Sentani Barat, Distrik Kemtuk Gresi, Distrik Nimbokrang, dan Distrik Kaureh. Ada pula di klinik ATAS di Sentani dan Rumah Sakit Yowari.
“Memang untuk mesin percetakan KIA baru tersedia di Rumah Sakit Yowari. Kalau untuk puskesmas dan klinik, itu biasanya setelah pengajuan akta kelahiran, nanti kami cetak di sini. Setelah itu petugas dari puskesmas datang ambil KIA,”ujarnya.
Meski capaian KIA di Kabupaten Jayapura masih terbilang rendah pada 2025, namun persentase itu meningkat dibandingkan 2024, yang hanya ada 18.250 anak memiliki KIA atau 18.250 dari 64.042 anak.
Sementara itu, warga Sentani, Abdul (32 tahun) mengatakan sudah mengurus KIA untuk anaknya. Katanya, pengurusannya dilakukan saat membuat kartu keluarga.
Ia berpendapat KIA penting, untuk mempermudah urusan administrasi saat pelayanan.
“KIA itu penting, karena nanti kalau anak berobat pakai KIA, tidak harus bawa kartu keluarga lagi yang besar,” kata Abdul. (*)











Discussion about this post