Sentani, Jubi – Pelaksanaan program Makanan Bergizi Gratis atau MBG di Kabupaten Jayapura, Papua hingga kini baru melayani 52,77 persen sasaran atau 37.100 penerima manfaat.
Ini terungkap saat rapat koordinasi pelaksanaan program MBG di Kabupaten Jayapura di aula Kantor Bupati Jayapura, Distrik Sentani, Selasa (18/11/2025).
Rapat ini dihadiri Bupati Jayapura, Badan Gizi Nasional (BGN), para asisten, pimpinan organisasi perangkatdaerah atau OPD, yayasan, dan mitra pelaksana Satuan Penyediaan Pangan Gizi (SPPG).
Perwakilan BGN Wilayah Provinsi Papua, Widdy Wangloan memaparkan, kini terdapat 13 SPPG di Kabupaten Jayapura, tersebar di Distrik Sentani Timur, Sentani, Waibu, Waibron/Sentani Barat, Kemtuk, dan Depapre.
“Program MBG membawa dampak ganda bagi daerah. Tujuan program ini bukan hanya memberikan makanan bergizi, tapi meningkatkan perekonomian masyarakat yang ada di Kabupaten Jayapura,” kata Wangloan.
Menurutnya, tantangan terbesar berada pada ketersediaan bahan baku. Dalam sehari satu SPPG membutuhkan 220 sak beras 20 kilo dan 320 kilogram daging ayam.
Katanya, BGN tetap mengikuti dinamika harga pasar. Pihaknya hanya menerima bahan baku yang dipasok, dengan mengikuti harga yang ada.
“Meski demikian, kualitas porsi tetap dijaga. Tidak ada porsi yang kita kurangi atau kita naikkan untuk harga naik turun. [Memang] cakupan layanan masih rendah. Masih banyak penerima manfaat yang belum menerima manfaat dari program ini,” ujarnya.
Ia berharap berharap keterlibatan masyarakat lokal sebagai supplier bahan baku pangan untuk program MBG.
Bupati Jayapura, Yunus Wonda dalam arahannya menegaskan pentingnya menjaga kualitas layanan SPPG dan mencegah munculnya isu negatif.
“Jangan sampai ada hal-hal seperti terjadi di luar Papua menjadi isu di media. Itu tidak boleh terjadi di Kabupaten Jayapura,” kata Wonda.
Ia juga meminta, agar tidak ada persaingan tidak sehat antaryayasan pengelola. Sebab, tujuannya hanya satu, yaitu mencerdaskan anak bangsa.
“Penggunaan bahan baku lokal sebagai syarat penting keberlanjutan program. Jangan kita ambil bahan dari kabupaten yang bukan di Kabupaten Jayapura,” ujarnya.
Menurutnya, MBG adalah bagian dari agenda nasional yang bertujuan mengangkat ekonomi di seluruh Indonesia melalui kabupaten, distrik hingga kampung.
Terkait laporan kendala lapangan, bupati meminta semua pihak tetap objektif. Katanya, kerusakan satu atau dua itu hal biasa. “Akan tetapi apabila satu sekolah rusak semua, itu baru kita panggil,” ucapnya.
Rapat koordinasi ini diharapkan menjadi acuan perbaikan pelaksanaan MBG agar seluruh sasaran di Kabupaten Jayapura dapat terlayani optimal pada tahun-tahun berikutnya. (*)











Discussion about this post